GPT‑5.5 vs Claude Opus 4.7 vs Kimi K2.6 vs DeepSeek V4: Model Mana yang Paling Cocok?
GPT‑5.5 memberi sinyal publik paling kuat untuk agentic computer use, browser workflow, dan pekerjaan terminal heavy, dengan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, dan BrowseComp 84,4%. Claude Opus 4.7 paling menonjol untuk perbaikan codebase produksi dan benchmark gaya SWE‑Bench, dengan SWE‑Bench Verifie...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.5Gambar dibuat dengan GPT Image 2
GPT‑5.5 memberi sinyal publik paling kuat untuk agentic computer use, browser workflow, dan pekerjaan terminal heavy, dengan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, dan BrowseComp 84,4%.
Claude Opus 4.7 paling menonjol untuk perbaikan codebase produksi dan benchmark gaya SWE‑Bench, dengan SWE‑Bench Verified 87,6% dan SWE‑Bench Pro 64,3%.
Kimi K2.6 kuat untuk stack open weights coding, sementara DeepSeek V4 layak diuji untuk eksperimen open source/open weights dan long context; keputusan akhir tetap perlu evaluasi internal karena benchmark independen b...
GPT‑5.5 vs Claude Opus 4.7 vs Kimi K2.6 vs DeepSeek V4: कौन सा मॉडल किस काम में आगे हैचारों AI models की ताकतें workload के हिसाब से बदलती हैं: agents, coding, open weights और long context में अलग-अलग leaders दिखते हैं।
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: GPT‑5.5 vs Claude Opus 4.7 vs Kimi K2.6 vs DeepSeek V4: कौन सा मॉडल किस काम में आगे है?. Article summary: अप्रैल 2026 के data में कोई universal winner नहीं है: GPT‑5.5 Terminal‑Bench 2.0 82.7% और BrowseComp 84.4% के साथ agentic tool/computer use में आगे है, जबकि Claude Opus 4.7 SWE‑Bench Verified 87.6% और SWE‑Bench Pro 64.... Topic tags: ai, ai benchmarks, llm, openai, anthropic. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# DeepSeek V4 vs Claude vs GPT-5.5. Claude Opus 4.6 is no longer Anthropic's flagship — Opus 4.7 shipped on April 16, 2026, at the same $5/$25 price. If you're evaluating "best Ant" source context "DeepSeek V4 vs Claude vs GPT-5.5 - Verdent AI" Reference image 2: visual subject "# Kimi K2.6 vs DeepSeek V4 vs GPT-5.5 vs Claude Opus 4.7: Which Should You Test Fi
openai.com
Sampai April 2026, membandingkan GPT‑5.5, Claude Opus 4.7, Kimi K2.6, dan DeepSeek V4 bukan soal mencari satu model yang selalu menang. Lebih tepat dibaca sebagai peta beban kerja: model mana yang lebih kuat untuk agen yang memakai browser dan terminal, mana yang lebih pas untuk memperbaiki repo produksi, mana yang praktis untuk open weights, dan mana yang layak diuji untuk konteks panjang.
Catatan pentingnya: angka benchmark dari berbagai lab, vendor, tool, dan setting inferensi tidak selalu bisa dibandingkan lurus. LM Council juga mengingatkan bahwa benchmark independen bisa tidak cocok dengan skor self-reported dari organisasi AI.
Kesimpulan cepat
Untuk agentic computer-use, workflow browser, dan agen yang banyak memakai terminal: GPT‑5.5 punya sinyal publik paling kuat. Data peluncuran OpenAI mencantumkan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, BrowseComp 84,4%, dan Toolathlon 55,6%.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "GPT‑5.5 vs Claude Opus 4.7 vs Kimi K2.6 vs DeepSeek V4: Model Mana yang Paling Cocok?"?
GPT‑5.5 memberi sinyal publik paling kuat untuk agentic computer use, browser workflow, dan pekerjaan terminal heavy, dengan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, dan BrowseComp 84,4%.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
GPT‑5.5 memberi sinyal publik paling kuat untuk agentic computer use, browser workflow, dan pekerjaan terminal heavy, dengan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, dan BrowseComp 84,4%. Claude Opus 4.7 paling menonjol untuk perbaikan codebase produksi dan benchmark gaya SWE‑Bench, dengan SWE‑Bench Verified 87,6% dan SWE‑Bench Pro 64,3%.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Kimi K2.6 kuat untuk stack open weights coding, sementara DeepSeek V4 layak diuji untuk eksperimen open source/open weights dan long context; keputusan akhir tetap perlu evaluasi internal karena benchmark independen b...
GPT‑5.5 vs Claude Opus 4.7 vs Kimi K2.6 vs DeepSeek V4: Model Mana yang Paling Cocok?
GPT‑5.5 memberi sinyal publik paling kuat untuk agentic computer use, browser workflow, dan pekerjaan terminal heavy, dengan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, dan BrowseComp 84,4%. Claude Opus 4.7 paling menonjol untuk perbaikan codebase produksi dan benchmark gaya SWE‑Bench, dengan SWE‑Bench Verifie...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.5Gambar dibuat dengan GPT Image 2
GPT‑5.5 memberi sinyal publik paling kuat untuk agentic computer use, browser workflow, dan pekerjaan terminal heavy, dengan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, dan BrowseComp 84,4%.
Claude Opus 4.7 paling menonjol untuk perbaikan codebase produksi dan benchmark gaya SWE‑Bench, dengan SWE‑Bench Verified 87,6% dan SWE‑Bench Pro 64,3%.
Kimi K2.6 kuat untuk stack open weights coding, sementara DeepSeek V4 layak diuji untuk eksperimen open source/open weights dan long context; keputusan akhir tetap perlu evaluasi internal karena benchmark independen b...
GPT‑5.5 vs Claude Opus 4.7 vs Kimi K2.6 vs DeepSeek V4: कौन सा मॉडल किस काम में आगे हैचारों AI models की ताकतें workload के हिसाब से बदलती हैं: agents, coding, open weights और long context में अलग-अलग leaders दिखते हैं।
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: GPT‑5.5 vs Claude Opus 4.7 vs Kimi K2.6 vs DeepSeek V4: कौन सा मॉडल किस काम में आगे है?. Article summary: अप्रैल 2026 के data में कोई universal winner नहीं है: GPT‑5.5 Terminal‑Bench 2.0 82.7% और BrowseComp 84.4% के साथ agentic tool/computer use में आगे है, जबकि Claude Opus 4.7 SWE‑Bench Verified 87.6% और SWE‑Bench Pro 64.... Topic tags: ai, ai benchmarks, llm, openai, anthropic. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# DeepSeek V4 vs Claude vs GPT-5.5. Claude Opus 4.6 is no longer Anthropic's flagship — Opus 4.7 shipped on April 16, 2026, at the same $5/$25 price. If you're evaluating "best Ant" source context "DeepSeek V4 vs Claude vs GPT-5.5 - Verdent AI" Reference image 2: visual subject "# Kimi K2.6 vs DeepSeek V4 vs GPT-5.5 vs Claude Opus 4.7: Which Should You Test Fi
openai.com
Sampai April 2026, membandingkan GPT‑5.5, Claude Opus 4.7, Kimi K2.6, dan DeepSeek V4 bukan soal mencari satu model yang selalu menang. Lebih tepat dibaca sebagai peta beban kerja: model mana yang lebih kuat untuk agen yang memakai browser dan terminal, mana yang lebih pas untuk memperbaiki repo produksi, mana yang praktis untuk open weights, dan mana yang layak diuji untuk konteks panjang.
Catatan pentingnya: angka benchmark dari berbagai lab, vendor, tool, dan setting inferensi tidak selalu bisa dibandingkan lurus. LM Council juga mengingatkan bahwa benchmark independen bisa tidak cocok dengan skor self-reported dari organisasi AI.
Kesimpulan cepat
Untuk agentic computer-use, workflow browser, dan agen yang banyak memakai terminal: GPT‑5.5 punya sinyal publik paling kuat. Data peluncuran OpenAI mencantumkan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, BrowseComp 84,4%, dan Toolathlon 55,6%.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "GPT‑5.5 vs Claude Opus 4.7 vs Kimi K2.6 vs DeepSeek V4: Model Mana yang Paling Cocok?"?
GPT‑5.5 memberi sinyal publik paling kuat untuk agentic computer use, browser workflow, dan pekerjaan terminal heavy, dengan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, dan BrowseComp 84,4%.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
GPT‑5.5 memberi sinyal publik paling kuat untuk agentic computer use, browser workflow, dan pekerjaan terminal heavy, dengan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, dan BrowseComp 84,4%. Claude Opus 4.7 paling menonjol untuk perbaikan codebase produksi dan benchmark gaya SWE‑Bench, dengan SWE‑Bench Verified 87,6% dan SWE‑Bench Pro 64,3%.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Kimi K2.6 kuat untuk stack open weights coding, sementara DeepSeek V4 layak diuji untuk eksperimen open source/open weights dan long context; keputusan akhir tetap perlu evaluasi internal karena benchmark independen b...
Untuk perbaikan codebase produksi dan coding gaya SWE‑Bench: Claude Opus 4.7 menjadi kandidat terkuat. Angka yang dilaporkan mencakup SWE‑Bench Verified 87,6% dan SWE‑Bench Pro 64,3%.
Untuk stack coding open weights: Kimi K2.6 sangat kompetitif. Materi resmi Kimi mencatat Terminal‑Bench 2.0 66,7%, SWE‑Bench Pro 58,6%, SWE‑Bench Verified 80,2%, dan LiveCodeBench v6 89,6.
Untuk eksperimen long-context berbasis open-source/open-weights: DeepSeek V4 layak masuk daftar uji, tetapi varian persisnya harus dicek. DeepSeek menyebut V4 Preview resmi live dan open-sourced pada 24 April 2026.
Untuk reasoning sains: Claude Opus 4.7 dilaporkan mencapai GPQA Diamond 94,2%; Kimi K2.6 mencapai GPQA-Diamond 90,5% dan AIME 2026 96,4%; tabel DeepSeek V4-Pro/Pro-Max melaporkan GPQA Diamond 90,1.
Tiga hal yang perlu dipahami sebelum membaca tabel
Setiap benchmark mengukur kemampuan yang berbeda. Terminal‑Bench, SWE‑Bench, BrowseComp, OSWorld, GPQA, dan HLE tidak menguji hal yang sama. Model yang bagus untuk coding belum tentu paling baik untuk riset web, long-context retrieval, atau computer-use.
Akses tool dan effort inferensi bisa mengubah hasil. OpenAI system card menjelaskan GPT‑5.5 Pro sebagai model dasar yang sama dengan GPT‑5.5, tetapi memakai setting parallel test-time compute. Jadi skor GPT‑5.5 dan GPT‑5.5 Pro tidak boleh dianggap berasal dari budget inferensi yang identik.
Leaderboard publik bagus untuk shortlist, bukan keputusan final. Skor self-reported dan hasil benchmark independen bisa berbeda, sehingga tim yang akan memakai model di produksi tetap perlu evaluasi dengan workload sendiri.
Peta kekuatan tiap model
Model
Posisi publik
Sinyal terkuat
Catatan utama
GPT‑5.5
Materi peluncuran OpenAI menekankan computer-use, tool-use, dan workflow agentic.
Dokumen resmi menyebut DeepSeek V4 Preview live dan open-sourced; kartu Hugging Face memosisikan seri V4 sebagai model bahasa MoE.
SWE Verified 80,6, SWE Pro 55,4, Terminal Bench 2.0 67,9, dan GPQA Diamond 90,1.
Nama DeepSeek V4 mencakup perbedaan varian, jadi hasil Flash, Pro, dan Pro-Max perlu dibaca terpisah.
Tabel benchmark head-to-head
Benchmark
GPT‑5.5
Claude Opus 4.7
Kimi K2.6
DeepSeek V4-Pro / Pro-Max
Cara membacanya
Terminal‑Bench 2.0
82,7%
69,4% dilaporkan
66,7%
67,9%
Untuk tugas command-line dan autonomous coding, keunggulan GPT‑5.5 terlihat paling jelas.
SWE‑Bench Pro
58,6%
64,3%
58,6%
SWE‑Bench Verified
Tidak ada nilai publik yang benar-benar sebanding dalam kumpulan sumber ini
87,6%
80,2%
80,6%
Untuk tugas gaya penyelesaian issue repo, sinyal terkuat ada pada Claude.
OSWorld‑Verified
78,7%
78,0%
73,1%
BrowseComp
84,4%; GPT‑5.5 Pro 90,1%
79,3%
83,2%; Agent Swarm 86,3%
GPQA Diamond
Tidak ada nilai resmi sebanding dalam kumpulan sumber ini
94,2%
90,5%
90,1%
Untuk reasoning sains tingkat lanjut, skor Claude yang dilaporkan paling tinggi.
HLE / hard reasoning
Tidak ada nilai langsung yang sebanding
HLE no-tools 46,9%, with-tools 54,7%
HLE-Full 34,7%; with-tools 54,0%
Long context
Spesifikasi konteks publik tidak jelas dalam kutipan peluncuran yang tersedia
Context window 1 juta token
Max context length 256k
Materi V4 memberi positioning long-context
Pilihan terbaik berdasarkan pekerjaan
1. Agen coding yang banyak memakai terminal: GPT‑5.5
Jika workload Anda melibatkan aksi terminal, browser atau tool use, tugas OS-level, dan loop agen multi-langkah, GPT‑5.5 terlihat paling kuat dalam data ini. OpenAI melaporkan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, BrowseComp 84,4%, dan Toolathlon 55,6%.
Namun, jangan menyamakan GPT‑5.5 Pro dengan GPT‑5.5 reguler. Skor BrowseComp GPT‑5.5 Pro mencapai 90,1%, tetapi OpenAI system card menyebut Pro sebagai setting parallel test-time compute pada model dasar yang sama.
Cocok untuk: coding agents, agen riset browser, automasi computer-use, asisten enterprise yang banyak memakai tool.
2. Perbaikan codebase produksi: Claude Opus 4.7
Kalau KPI utama Anda adalah memperbaiki bug di repository nyata, menyiapkan pull request, membuat test lulus, dan memahami codebase besar, Claude Opus 4.7 adalah kandidat shortlist paling kuat. SWE‑Bench Verified 87,6% dan SWE‑Bench Pro 64,3% menempatkannya di depan pada benchmark software engineering yang dilaporkan.
Anthropic juga memosisikan Claude Opus 4.7 sebagai model hybrid reasoning untuk coding dan AI agents dengan context window 1 juta token, sehingga wajar untuk diuji pada workflow codebase besar.
Jika kebutuhan Anda adalah model open weights atau deployment yang memberi kontrol lebih besar, Kimi K2.6 masuk jajaran kandidat terkuat. Tabel resmi Kimi mencantumkan Terminal‑Bench 2.0 66,7%, SWE‑Bench Pro 58,6%, SWE‑Bench Verified 80,2%, SciCode 52,2%, dan LiveCodeBench v6 89,6.
Materi publik Kimi juga menunjukkan sinyal kuat untuk workload agentic dan search-style, termasuk BrowseComp 83,2% dan Agent Swarm BrowseComp 86,3%. Artificial Analysis menyebut model ini mendukung input gambar dan video secara native serta context length 256k.
Cocok untuk: deployment open model, coding agents, agen riset, dan tim yang butuh kontrol hosting lebih besar.
DeepSeek menyebut V4 Preview resmi live dan open-sourced pada 24 April 2026. Kartu model DeepSeek-V4-Pro memosisikan seri V4 sebagai model bahasa Mixture-of-Experts atau MoE.
Set benchmark DeepSeek V4-Pro/Pro-Max yang dilaporkan mencakup Terminal Bench 2.0 67,9, SWE Verified 80,6, SWE Pro 55,4, dan GPQA Diamond 90,1. Ini membuatnya layak masuk shortlist untuk eksperimen open-source/open-weights dan long-context, tetapi skor harus selalu dibaca bersama nama varian yang tepat.
Cocok untuk: aplikasi long-context, eksperimen open-source/open-weights, dan tim yang membandingkan frontier model hosted dengan alternatif yang bisa dideploy.
5. Reasoning sains dan matematika: Claude unggul di GPQA, tetapi gambarnya tidak tunggal
Dalam angka yang tersedia, Claude Opus 4.7 mencapai GPQA Diamond 94,2%. Kimi K2.6 melaporkan GPQA-Diamond 90,5% dan AIME 2026 96,4%. DeepSeek V4-Pro/Pro-Max melaporkan GPQA Diamond 90,1.
Artinya, Claude sangat layak masuk shortlist untuk reasoning sains. Namun untuk workload matematika dan sains, keputusan sebaiknya tidak bertumpu pada satu benchmark saja. Perbedaan setup benchmark, akses tool, dan mode effort bisa mengubah hasil.
Checklist evaluasi sebelum memilih model
Jangan memutuskan dari satu benchmark publik. Skor publik dan self-reported bisa berbeda dari run independen, jadi uji dengan prompt, tool budget, timeout, dan rubrik penilaian yang sama.
Pisahkan GPT‑5.5 dan GPT‑5.5 Pro. Setting Pro memakai parallel test-time compute, sehingga hasil reguler dan Pro tidak mewakili budget compute yang sama.
Tentukan dulu kebutuhan open weights. Jika kontrol data, self-hosting, atau kustomisasi model menjadi syarat utama, evaluasi Kimi K2.6 dan DeepSeek V4 di jalur terpisah.
Jangan menilai long context hanya dari ukuran window. Claude Opus 4.7 punya positioning 1 juta token, Kimi K2.6 dilaporkan punya max context 256k, dan materi DeepSeek V4 menekankan long-context; tetap uji recall, kepatuhan instruksi, dan biaya pada dokumen Anda sendiri.
Untuk coding agents, gabungkan benchmark publik dengan repo internal. Skor gaya SWE‑Bench berguna sebagai sinyal, tetapi repo produksi punya dependency, flaky tests, coding style, dan constraint review yang berbeda.
Keterbatasan perbandingan ini
Tidak ada perbandingan publik lengkap dalam kumpulan sumber ini yang menguji keempat model di lab independen yang sama, dengan harness, tool access, dan effort setting yang sama; LM Council juga memperingatkan bahwa hasil independen bisa tidak sama dengan skor self-reported.
GPT‑5.5 Pro tidak boleh dibaca sama dengan GPT‑5.5 reguler, karena OpenAI system card menjelaskan Pro sebagai setting parallel test-time compute pada model dasar yang sama.
Skor DeepSeek V4 bersifat spesifik varian. V4 Preview, V4-Pro, dan Pro-Max tidak boleh dicampur menjadi satu skor tunggal bernama DeepSeek V4.
Untuk deployment open weights seperti Kimi K2.6 dan DeepSeek V4, serving stack, hardware, quantization, dan setting konteks bisa memengaruhi performa dunia nyata; karena itu benchmark publik perlu dilengkapi evaluasi deployment sendiri.
Intinya
Shortlist GPT‑5.5 bila pekerjaan utama Anda adalah agentic computer-use, browsing, orkestrasi tool, dan coding yang banyak melibatkan terminal.
Prioritaskan Claude Opus 4.7 bila nilai produk Anda bertumpu pada bug fixing level repo, perbaikan codebase, dan software engineering gaya SWE‑Bench.
Uji Kimi K2.6 bila Anda butuh model coding open weights dengan sinyal kuat di SWE‑Bench, Terminal‑Bench, dan agentic search.
Masukkan DeepSeek V4-Pro/Pro-Max ke shortlist bila eksperimen long-context open-source/open-weights dan deployability menjadi constraint utama, tetapi selalu verifikasi varian dan setup benchmarknya.
Keputusan produk yang paling aman: gunakan tabel benchmark publik untuk membuat shortlist, lalu pilih model final berdasarkan tugas nyata, latency, biaya, batasan privasi, dan failure-mode tests di lingkungan Anda sendiri.
help.apiyi.comClaude Opus 4.7 Benchmark Full Analysis: Empirical Data Leading ...
Untuk perbaikan codebase produksi dan coding gaya SWE‑Bench: Claude Opus 4.7 menjadi kandidat terkuat. Angka yang dilaporkan mencakup SWE‑Bench Verified 87,6% dan SWE‑Bench Pro 64,3%.
Untuk stack coding open weights: Kimi K2.6 sangat kompetitif. Materi resmi Kimi mencatat Terminal‑Bench 2.0 66,7%, SWE‑Bench Pro 58,6%, SWE‑Bench Verified 80,2%, dan LiveCodeBench v6 89,6.
Untuk eksperimen long-context berbasis open-source/open-weights: DeepSeek V4 layak masuk daftar uji, tetapi varian persisnya harus dicek. DeepSeek menyebut V4 Preview resmi live dan open-sourced pada 24 April 2026.
Untuk reasoning sains: Claude Opus 4.7 dilaporkan mencapai GPQA Diamond 94,2%; Kimi K2.6 mencapai GPQA-Diamond 90,5% dan AIME 2026 96,4%; tabel DeepSeek V4-Pro/Pro-Max melaporkan GPQA Diamond 90,1.
Tiga hal yang perlu dipahami sebelum membaca tabel
Setiap benchmark mengukur kemampuan yang berbeda. Terminal‑Bench, SWE‑Bench, BrowseComp, OSWorld, GPQA, dan HLE tidak menguji hal yang sama. Model yang bagus untuk coding belum tentu paling baik untuk riset web, long-context retrieval, atau computer-use.
Akses tool dan effort inferensi bisa mengubah hasil. OpenAI system card menjelaskan GPT‑5.5 Pro sebagai model dasar yang sama dengan GPT‑5.5, tetapi memakai setting parallel test-time compute. Jadi skor GPT‑5.5 dan GPT‑5.5 Pro tidak boleh dianggap berasal dari budget inferensi yang identik.
Leaderboard publik bagus untuk shortlist, bukan keputusan final. Skor self-reported dan hasil benchmark independen bisa berbeda, sehingga tim yang akan memakai model di produksi tetap perlu evaluasi dengan workload sendiri.
Peta kekuatan tiap model
Model
Posisi publik
Sinyal terkuat
Catatan utama
GPT‑5.5
Materi peluncuran OpenAI menekankan computer-use, tool-use, dan workflow agentic.
Dokumen resmi menyebut DeepSeek V4 Preview live dan open-sourced; kartu Hugging Face memosisikan seri V4 sebagai model bahasa MoE.
SWE Verified 80,6, SWE Pro 55,4, Terminal Bench 2.0 67,9, dan GPQA Diamond 90,1.
Nama DeepSeek V4 mencakup perbedaan varian, jadi hasil Flash, Pro, dan Pro-Max perlu dibaca terpisah.
Tabel benchmark head-to-head
Benchmark
GPT‑5.5
Claude Opus 4.7
Kimi K2.6
DeepSeek V4-Pro / Pro-Max
Cara membacanya
Terminal‑Bench 2.0
82,7%
69,4% dilaporkan
66,7%
67,9%
Untuk tugas command-line dan autonomous coding, keunggulan GPT‑5.5 terlihat paling jelas.
SWE‑Bench Pro
58,6%
64,3%
58,6%
SWE‑Bench Verified
Tidak ada nilai publik yang benar-benar sebanding dalam kumpulan sumber ini
87,6%
80,2%
80,6%
Untuk tugas gaya penyelesaian issue repo, sinyal terkuat ada pada Claude.
OSWorld‑Verified
78,7%
78,0%
73,1%
BrowseComp
84,4%; GPT‑5.5 Pro 90,1%
79,3%
83,2%; Agent Swarm 86,3%
GPQA Diamond
Tidak ada nilai resmi sebanding dalam kumpulan sumber ini
94,2%
90,5%
90,1%
Untuk reasoning sains tingkat lanjut, skor Claude yang dilaporkan paling tinggi.
HLE / hard reasoning
Tidak ada nilai langsung yang sebanding
HLE no-tools 46,9%, with-tools 54,7%
HLE-Full 34,7%; with-tools 54,0%
Long context
Spesifikasi konteks publik tidak jelas dalam kutipan peluncuran yang tersedia
Context window 1 juta token
Max context length 256k
Materi V4 memberi positioning long-context
Pilihan terbaik berdasarkan pekerjaan
1. Agen coding yang banyak memakai terminal: GPT‑5.5
Jika workload Anda melibatkan aksi terminal, browser atau tool use, tugas OS-level, dan loop agen multi-langkah, GPT‑5.5 terlihat paling kuat dalam data ini. OpenAI melaporkan Terminal‑Bench 2.0 82,7%, OSWorld‑Verified 78,7%, BrowseComp 84,4%, dan Toolathlon 55,6%.
Namun, jangan menyamakan GPT‑5.5 Pro dengan GPT‑5.5 reguler. Skor BrowseComp GPT‑5.5 Pro mencapai 90,1%, tetapi OpenAI system card menyebut Pro sebagai setting parallel test-time compute pada model dasar yang sama.
Cocok untuk: coding agents, agen riset browser, automasi computer-use, asisten enterprise yang banyak memakai tool.
2. Perbaikan codebase produksi: Claude Opus 4.7
Kalau KPI utama Anda adalah memperbaiki bug di repository nyata, menyiapkan pull request, membuat test lulus, dan memahami codebase besar, Claude Opus 4.7 adalah kandidat shortlist paling kuat. SWE‑Bench Verified 87,6% dan SWE‑Bench Pro 64,3% menempatkannya di depan pada benchmark software engineering yang dilaporkan.
Anthropic juga memosisikan Claude Opus 4.7 sebagai model hybrid reasoning untuk coding dan AI agents dengan context window 1 juta token, sehingga wajar untuk diuji pada workflow codebase besar.
Jika kebutuhan Anda adalah model open weights atau deployment yang memberi kontrol lebih besar, Kimi K2.6 masuk jajaran kandidat terkuat. Tabel resmi Kimi mencantumkan Terminal‑Bench 2.0 66,7%, SWE‑Bench Pro 58,6%, SWE‑Bench Verified 80,2%, SciCode 52,2%, dan LiveCodeBench v6 89,6.
Materi publik Kimi juga menunjukkan sinyal kuat untuk workload agentic dan search-style, termasuk BrowseComp 83,2% dan Agent Swarm BrowseComp 86,3%. Artificial Analysis menyebut model ini mendukung input gambar dan video secara native serta context length 256k.
Cocok untuk: deployment open model, coding agents, agen riset, dan tim yang butuh kontrol hosting lebih besar.
DeepSeek menyebut V4 Preview resmi live dan open-sourced pada 24 April 2026. Kartu model DeepSeek-V4-Pro memosisikan seri V4 sebagai model bahasa Mixture-of-Experts atau MoE.
Set benchmark DeepSeek V4-Pro/Pro-Max yang dilaporkan mencakup Terminal Bench 2.0 67,9, SWE Verified 80,6, SWE Pro 55,4, dan GPQA Diamond 90,1. Ini membuatnya layak masuk shortlist untuk eksperimen open-source/open-weights dan long-context, tetapi skor harus selalu dibaca bersama nama varian yang tepat.
Cocok untuk: aplikasi long-context, eksperimen open-source/open-weights, dan tim yang membandingkan frontier model hosted dengan alternatif yang bisa dideploy.
5. Reasoning sains dan matematika: Claude unggul di GPQA, tetapi gambarnya tidak tunggal
Dalam angka yang tersedia, Claude Opus 4.7 mencapai GPQA Diamond 94,2%. Kimi K2.6 melaporkan GPQA-Diamond 90,5% dan AIME 2026 96,4%. DeepSeek V4-Pro/Pro-Max melaporkan GPQA Diamond 90,1.
Artinya, Claude sangat layak masuk shortlist untuk reasoning sains. Namun untuk workload matematika dan sains, keputusan sebaiknya tidak bertumpu pada satu benchmark saja. Perbedaan setup benchmark, akses tool, dan mode effort bisa mengubah hasil.
Checklist evaluasi sebelum memilih model
Jangan memutuskan dari satu benchmark publik. Skor publik dan self-reported bisa berbeda dari run independen, jadi uji dengan prompt, tool budget, timeout, dan rubrik penilaian yang sama.
Pisahkan GPT‑5.5 dan GPT‑5.5 Pro. Setting Pro memakai parallel test-time compute, sehingga hasil reguler dan Pro tidak mewakili budget compute yang sama.
Tentukan dulu kebutuhan open weights. Jika kontrol data, self-hosting, atau kustomisasi model menjadi syarat utama, evaluasi Kimi K2.6 dan DeepSeek V4 di jalur terpisah.
Jangan menilai long context hanya dari ukuran window. Claude Opus 4.7 punya positioning 1 juta token, Kimi K2.6 dilaporkan punya max context 256k, dan materi DeepSeek V4 menekankan long-context; tetap uji recall, kepatuhan instruksi, dan biaya pada dokumen Anda sendiri.
Untuk coding agents, gabungkan benchmark publik dengan repo internal. Skor gaya SWE‑Bench berguna sebagai sinyal, tetapi repo produksi punya dependency, flaky tests, coding style, dan constraint review yang berbeda.
Keterbatasan perbandingan ini
Tidak ada perbandingan publik lengkap dalam kumpulan sumber ini yang menguji keempat model di lab independen yang sama, dengan harness, tool access, dan effort setting yang sama; LM Council juga memperingatkan bahwa hasil independen bisa tidak sama dengan skor self-reported.
GPT‑5.5 Pro tidak boleh dibaca sama dengan GPT‑5.5 reguler, karena OpenAI system card menjelaskan Pro sebagai setting parallel test-time compute pada model dasar yang sama.
Skor DeepSeek V4 bersifat spesifik varian. V4 Preview, V4-Pro, dan Pro-Max tidak boleh dicampur menjadi satu skor tunggal bernama DeepSeek V4.
Untuk deployment open weights seperti Kimi K2.6 dan DeepSeek V4, serving stack, hardware, quantization, dan setting konteks bisa memengaruhi performa dunia nyata; karena itu benchmark publik perlu dilengkapi evaluasi deployment sendiri.
Intinya
Shortlist GPT‑5.5 bila pekerjaan utama Anda adalah agentic computer-use, browsing, orkestrasi tool, dan coding yang banyak melibatkan terminal.
Prioritaskan Claude Opus 4.7 bila nilai produk Anda bertumpu pada bug fixing level repo, perbaikan codebase, dan software engineering gaya SWE‑Bench.
Uji Kimi K2.6 bila Anda butuh model coding open weights dengan sinyal kuat di SWE‑Bench, Terminal‑Bench, dan agentic search.
Masukkan DeepSeek V4-Pro/Pro-Max ke shortlist bila eksperimen long-context open-source/open-weights dan deployability menjadi constraint utama, tetapi selalu verifikasi varian dan setup benchmarknya.
Keputusan produk yang paling aman: gunakan tabel benchmark publik untuk membuat shortlist, lalu pilih model final berdasarkan tugas nyata, latency, biaya, batasan privasi, dan failure-mode tests di lingkungan Anda sendiri.
help.apiyi.comClaude Opus 4.7 Benchmark Full Analysis: Empirical Data Leading ...
Artificial Analysis menyebut Kimi K2.6 mendukung input gambar dan video secara native serta max context length 256k; performa riil tetap bisa dipengaruhi setup deployment.
55,4%
Pada benchmark software engineering yang lebih berat, Claude Opus 4.7 berada di depan.
Tidak ada nilai sebanding
Untuk computer-use, GPT‑5.5 dan Claude Opus 4.7 sangat berdekatan.
Tidak ada nilai sebanding
Untuk browser-agent dan riset web, GPT‑5.5 Pro dan Kimi Agent Swarm sama-sama memberi sinyal kuat.
HLE 37,7%
Pada HLE dengan tool, Claude dan Kimi cukup dekat; nilai DeepSeek yang tercantum lebih rendah.
Untuk long-context, Claude dan DeepSeek lebih jelas diposisikan, tetapi kualitas recall tetap harus diuji sendiri.
Artificial Analysis menyebut Kimi K2.6 mendukung input gambar dan video secara native serta max context length 256k; performa riil tetap bisa dipengaruhi setup deployment.
55,4%
Pada benchmark software engineering yang lebih berat, Claude Opus 4.7 berada di depan.
Tidak ada nilai sebanding
Untuk computer-use, GPT‑5.5 dan Claude Opus 4.7 sangat berdekatan.
Tidak ada nilai sebanding
Untuk browser-agent dan riset web, GPT‑5.5 Pro dan Kimi Agent Swarm sama-sama memberi sinyal kuat.
HLE 37,7%
Pada HLE dengan tool, Claude dan Kimi cukup dekat; nilai DeepSeek yang tercantum lebih rendah.
Untuk long-context, Claude dan DeepSeek lebih jelas diposisikan, tetapi kualitas recall tetap harus diuji sendiri.