Rusia menyebutnya gencatan senjata Hari Kemenangan. Ukraina melihatnya berbeda: bukan kesepakatan bersama, melainkan jeda sepihak yang waktunya mengikuti kalender peringatan dan parade Moskow. Karena tidak ada titik temu soal kapan jeda dimulai, bagaimana dipantau, dan apakah kedua pihak menerimanya, rencana itu runtuh menjadi saling tuduh [1][
11][
12][
15].
Kuncinya: tidak pernah ada gencatan senjata bersama
Moskow dan Kyiv memang sama-sama mengumumkan jeda sementara pada 4 Mei, tetapi tidak sebagai hasil kesepakatan. Meduza melaporkan Kementerian Pertahanan Rusia menetapkan jeda untuk 8–9 Mei dalam rangka Hari Kemenangan, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina akan memulai gencatan senjatanya sendiri pada tengah malam 6 Mei [12].




