Putusannya: jalan dibuka, tapi belum “selesai”
Hakim federal Manhattan Margaret Garnett memberi Aave ruang untuk melanjutkan langkah pemulihan: sekitar US$71 juta dalam bentuk ether yang sebelumnya dibekukan dapat dipindahkan dari Arbitrum ke dompet yang dikendalikan Aave LLC [8]. Perintah itu juga mengubah restraining notice sebelumnya, sehingga pihak yang membantu transfer tidak otomatis terpapar tanggung jawab hukum akibat pembekuan tersebut [
8].
Namun ini bukan kemenangan penuh soal kepemilikan. Laporan yang sama menyebut klaim hukum atas dana itu tetap dilindungi, jadi putusan ini lebih tepat dibaca sebagai keputusan soal kustodi dan pemulihan, bukan lampu hijau untuk distribusi final saat itu juga [8].
Dana apa yang diperebutkan?
Aset yang jadi pusat sengketa adalah sekitar 30.765 hingga 30.766 ETH yang dikaitkan dengan exploit Kelp DAO pada 18 April 2026 [1][
10][
17]. Nilainya dilaporkan berkisar antara sekitar US$71 juta dan US$73 juta, tergantung waktu dan publikasi yang menghitungnya [
1][
17][
24].
Dana tersebut sebelumnya diimobilisasi oleh Security Council Arbitrum setelah exploit terjadi, lalu para delegasi Arbitrum menyetujui rencana pelepasan dana di tengah proses hukum yang masih berjalan [5][
4]. Dalam pemungutan suara yang dilaporkan, rencana pelepasan 30.765 ETH untuk upaya pemulihan terkoordinasi mendapat dukungan lebih dari 90% [
4].
Tetapi saldo beku itu bukan keseluruhan dampak exploit. Salah satu laporan memperkirakan kerugian lebih luas dari exploit Kelp DAO sekitar US$292 juta, sehingga ETH yang dibekukan mewakili kira-kira 24% dari jumlah yang diambil [10].
Mengapa pengadilan ikut masuk?
Masalahnya bermula dari restraining notice yang menghalangi Arbitrum DAO memindahkan ETH yang telah dipulihkan [16][
18]. DAO, singkatnya, adalah komunitas tata kelola berbasis token yang mengambil keputusan lewat mekanisme on-chain; tetapi ketika aset yang dikelola bersinggungan dengan sengketa hukum di dunia nyata, keputusan on-chain saja tidak selalu cukup.
Gerstein Harrow LLP, firma hukum yang mewakili para penggugat dengan putusan ganti rugi yang belum dibayar terhadap Korea Utara, berargumen bahwa ETH tersebut dapat diperlakukan sebagai properti yang terkait DPRK atau Korea Utara karena dugaan hubungan antara penyerang dan aktivitas peretasan Korea Utara, termasuk dugaan keterkaitan dengan Lazarus Group [16][
18][
1].
Aave menolak teori itu. Posisi Aave adalah aset yang dipulihkan merupakan milik pengguna yang dirugikan oleh exploit Kelp DAO, bukan milik peretas yang dituduhkan atau Korea Utara, dan dana itu dibutuhkan untuk proses pemulihan [1][
13]. Laporan lain tentang argumen Aave juga mencatat pandangan bahwa pencurian tidak mengalihkan kepemilikan kepada pencuri dan tidak menciptakan klaim sah bagi kreditur lain yang tidak terkait langsung [
25].
Apa yang kini boleh dilakukan Aave?
Perintah hakim memungkinkan Aave memindahkan ETH yang tidak bergerak itu dari Arbitrum ke dompet pemulihan yang dikendalikan Aave [8]. Poin ini penting karena pembatasan sebelumnya membuat Arbitrum DAO atau pihak lain berisiko secara hukum bila membantu transfer [
16][
18]. Dengan modifikasi restraining notice, hambatan hukum langsung untuk memindahkan kustodi dana disingkirkan, sementara klaim yang bersaing tetap dipertahankan [
8].
Secara praktis, dana tersebut keluar dari kebuntuan antara tata kelola DAO dan perintah pengadilan, lalu masuk ke struktur pemulihan yang coba dibangun Aave. Namun berdasarkan laporan yang tersedia, putusan itu belum menghapus seluruh klaim kreditur putusan terhadap Korea Utara dan belum menjamin pembayaran instan kepada pengguna terdampak [8].
Bagaimana ini masuk ke rencana pemulihan Kelp DAO?
Mosi darurat Aave meminta pengadilan mencabut restraining notice agar ETH yang dipulihkan bisa digunakan untuk kepentingan pengguna terdampak exploit 18 April [1]. Persetujuan delegasi Arbitrum atas pelepasan 30.765 ETH juga sudah memberi sinyal dukungan tata kelola untuk pemulihan terkoordinasi [
4]. Putusan hakim kemudian memberi jalur hukum agar aset itu dapat masuk ke kustodi pemulihan Aave [
8].
Rencana pemulihan tidak hanya bertumpu pada satu transfer dompet ini. Whale Alert melaporkan Joseph Lubin dan ConsenSys berkomitmen menyediakan hingga 30.000 ETH untuk pemulihan rsETH, yang menunjukkan ETH beku tersebut merupakan bagian dari upaya penyangga dan remediasi yang lebih luas [1]. Beberapa laporan menggambarkan mekanisme pemulihan seperti pembakaran rsETH yang telah dilikuidasi dan pemulihan backing bridge KelpDAO, tetapi kesimpulan paling aman dari putusan ini tetap lebih sempit: Aave boleh mengambil kustodi ETH yang dipulihkan agar proses recovery dapat berjalan [
15][
8].
Yang masih menggantung
Ada tiga catatan penting sebelum menyebut ini sebagai akhir cerita:
- Dugaan keterkaitan Lazarus Group atau Korea Utara masih menjadi bagian dari catatan hukum dan pemberitaan, tetapi Aave membantah bahwa penguasaan oleh penyerang yang dituduhkan membuat ETH itu otomatis menjadi properti Korea Utara [
1][
16][
25].
- Putusan ini mengizinkan transfer ke kendali pemulihan Aave, tetapi laporan yang tersedia menyebut klaim hukum yang bersaing tetap dilindungi [
8].
- Pengguna terdampak masih bergantung pada pelaksanaan proses pemulihan itu sendiri, bukan semata-mata pada izin pengadilan untuk memindahkan dana [
1][
8].
Intinya
Hakim di Manhattan mengizinkan Aave memindahkan sekitar US$71 juta ETH yang dipulihkan ke dompet pemulihan yang dikendalikan Aave, sehingga hambatan utama yang menahan rencana remediasi Kelp DAO tersingkir [8][
1]. Bagi pengguna, ini adalah satu langkah maju menuju pemulihan. Bagi dunia DeFi, kasus ini menjadi pengingat bahwa tata kelola on-chain, pembekuan darurat, klaim kreditur, dan pengadilan tradisional bisa bertabrakan dalam satu sengketa yang sama [
4][
16].






