Ethereum turun ke bawah area US$2.300 karena pasar melihat dua tekanan sekaligus: potensi pasokan baru dari pemegang besar atau whale yang memindahkan ETH ke bursa, dan permintaan institusional yang melemah lewat arus keluar ETF spot Ethereum [2][
4][
5].
Dengan kata lain, ini lebih tepat dibaca sebagai aksi jual yang dipicu arus dana, bukan crash dengan satu penyebab tunggal.
Pemicu terdekat: calon suplai bertemu permintaan yang melemah
Sinyal paling konkret datang dari peristiwa 12 Februari. Sebuah deposit ETH milik whale senilai US$242,7 juta ke Binance dilaporkan berbarengan dengan penurunan ETH sebesar 8,5% hingga ke bawah US$2.420 [2].
Bagi pelaku pasar kripto, transfer besar ke bursa terpusat seperti Binance sering dibaca sebagai tanda bahwa aset itu lebih siap dijual. Belum tentu benar-benar dijual, tetapi cukup untuk membuat trader waspada.
Pada saat yang sama, ETF spot Ethereum mencatat arus keluar bersih US$54,77 juta, sementara ETF Bitcoin juga mencatat arus keluar US$252,63 juta [2]. Ini penting karena tekanan tersebut tidak terlihat sebagai masalah Ethereum saja, melainkan bagian dari sikap hati-hati yang lebih luas di pasar kripto .




