Whale adalah istilah untuk pemegang aset kripto dalam jumlah sangat besar. Ketika whale mengirim ETH ke bursa, pasar biasanya langsung menghitung kemungkinan bahwa token itu akan masuk ke order book dan menjadi tekanan jual.
Namun, ada batas penting: deposit ke bursa bukan bukti bahwa seluruh ETH itu sudah dijual . Ia adalah sinyal risiko, bukan konfirmasi transaksi jual.
Meski begitu, persepsi saja bisa cukup kuat. Jika trader memperkirakan ada penjual besar, mereka bisa mengurangi posisi, menarik bid, atau melakukan hedging sebelum penjualan benar-benar terbukti. Pelaporan lain kemudian juga menggambarkan tekanan bearish dari deposit whale ke bursa, termasuk transfer ETH besar lain ke Binance, sehingga aktivitas on-chain whale tetap menjadi pusat perhatian pasar .
Jika deposit whale menekan sisi pasokan, arus keluar ETF menekan sisi permintaan. ETF spot Ethereum adalah salah satu jalur bagi investor, terutama investor institusional, untuk mendapatkan eksposur ke ETH tanpa harus menyimpan token secara langsung.
Ketika ETF spot Ethereum membukukan arus keluar bersih, sinyalnya sederhana: modal keluar dari eksposur ETH berbasis ETF, bukan masuk sebagai pembeli baru .
Kombinasi inilah yang membuat tekanan terasa lebih berat. Pasar melihat kemungkinan ETH tambahan masuk ke bursa, tetapi pada saat yang sama salah satu kanal permintaan besar justru melemah. Pelaporan berikutnya juga menyebut arus keluar bersih yang berlanjut dari ETF spot Ethereum dan produk investasi Ethereum global, sehingga pemulihan permintaan menjadi terbatas . Laporan lain mencatat arus keluar mingguan ETF Ethereum sebesar US$41,8 juta sebagai tanda de-risking institusional dan kekhawatiran likuiditas
.
Harga biasanya jatuh lebih cepat ketika dua sisi pasar bergerak tidak bersahabat sekaligus. Dalam kasus ini, deposit whale menaikkan kekhawatiran soal pasokan jangka pendek, sementara arus keluar ETF menunjukkan pembeli institusional belum cukup kuat untuk menyerap tekanan .
Level teknikal kemudian memperbesar cerita tersebut. Laporan 12 Februari menyoroti US$2.420 sebagai area support penting untuk konfirmasi tren . Setelah penurunan berlanjut, analisis lain menggambarkan Ethereum berada dalam fase koreksi, dengan support sekitar US$2.027 dan area resistance US$2.148–US$2.356
. Pergeseran fokus teknikal ke level yang lebih rendah ini menunjukkan bagaimana sentimen berubah setelah support sebelumnya gagal dipertahankan.
Kesimpulan yang lebih rapi adalah: deposit whale dan arus keluar ETF ikut menekan pasar. Bukti yang tersedia tidak menunjukkan bahwa satu aksi jual whale sendirian menyebabkan seluruh penurunan .
Ada juga data yang membuat narasinya tidak sesederhana bursa dibanjiri ETH. Salah satu laporan menyebut cadangan ETH di bursa turun ke level terendah sejak 2016, yakni 16,2 juta ETH . Itu berarti tekanan jual memang muncul dari sinyal aliran dana tertentu, tetapi bukan berarti semua bursa tiba-tiba penuh pasokan ETH.
Pembacaan yang lebih masuk akal: Ethereum sedang berada di momen rapuh. Sinyal potensi jual dari whale muncul saat ETF melemah dan investor kripto secara umum sedang mengurangi risiko .
Ada tiga sinyal utama yang patut diperhatikan: apakah whale terus mengirim ETH ke bursa, apakah ETF spot Ethereum kembali mencatat arus masuk bersih, dan apakah ETH mampu merebut kembali area resistance yang sudah diidentifikasi dalam analisis teknikal terbaru .
Pelaporan juga menyebut bahwa arus masuk ETF yang berkelanjutan dapat membantu membalik tren turun, sedangkan arus keluar yang terus terjadi akan membuat latar permintaan tetap lemah .
Intinya, Ethereum jatuh di bawah area US$2.300 karena pasar melihat potensi pasokan dan permintaan yang melemah pada saat bersamaan. Deposit whale memicu ketakutan akan tekanan jual, arus keluar ETF menunjukkan minat institusional yang menurun, dan kombinasi keduanya memperkuat momentum bearish ketika ETH kehilangan level support penting .