Jawaban singkatnya: ya, teknologi pengenalan wajah dan data sidik jari sudah dipakai dalam sebagian skenario di sekitar Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau atau Hong Kong-Zhuhai-Macao Bridge (HZMB), tetapi belum berarti semua jalur sudah bebas dokumen atau memakai prosedur yang sama.
Administrasi Imigrasi Nasional China memasukkan HZMB ke perluasan “face-scan” atau pemindaian wajah untuk jalur cepat pintar mulai 5 November 2025; pos Hong Kong HZMB dijadwalkan menjadi lokasi uji coba clearance tanpa berhenti pada kuartal II 2026; sementara jalur kerja sama Zhuhai-Makau/Makau masih dalam tahap peningkatan dan pengujian.[27][
8][
5][
1]
Kuncinya: jangan menganggap HZMB sebagai satu gerbang dengan satu aturan. Di kawasan jembatan ini ada beberapa otoritas dan skenario pemeriksaan: sisi perbatasan China daratan, pos Hong Kong, serta skema kerja sama Zhuhai-Makau/Makau.[27][
8][
5]
Ringkasan cepat: tiga skenario berbeda
| Skenario | Status terbaru | Yang perlu diperhatikan pelancong |
|---|---|---|
| Sisi China daratan/Zhuhai | Sejak 5 November 2025, HZMB termasuk dalam perluasan jalur cepat pintar berbasis face-scan di sejumlah pos.[ | Pengguna yang memenuhi syarat dapat memilih jalur cepat pintar, tetapi harus menyetujui pengumpulan dan verifikasi data wajah serta sidik jari.[ |
| Pos Hong Kong HZMB | Menurut informasi terkait Departemen Imigrasi Hong Kong, pilot clearance tanpa berhenti akan diluncurkan pada kuartal II 2026, dengan pos Hong Kong HZMB sebagai uji coba pertama.[ | Warga/penduduk yang memenuhi syarat perlu mendaftar, lalu identitas diverifikasi dengan pengenalan wajah; laporan menyebut prosesnya diperkirakan sekitar 5 detik.[ |
| Jalur kerja sama Zhuhai-Makau/Makau | Sebanyak 20 jalur pemeriksaan mandiri kerja sama di pos HZMB Zhuhai-Makau sedang ditingkatkan; uji khusus face-scan juga dilakukan pada April 2026.[ | Kapan resmi dibuka, siapa yang bisa memakai, dan cara operasionalnya tetap perlu mengikuti pengumuman resmi serta arahan di lokasi.[ |
Sisi China daratan: HZMB masuk perluasan face-scan sejak 5 November 2025
Pengumuman Administrasi Imigrasi Nasional China menyebut perluasan ini dilakukan setelah face-scan lebih dulu diterapkan di Pos Shenzhen Bay dan Pos Gongbei, Zhuhai. Mulai 5 November 2025, layanan serupa diperluas ke sejumlah pos lain, termasuk Hengqin dan Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau.[27]
Dalam pengumuman itu, orang yang memenuhi syarat dan setuju data wajah serta sidik jarinya dikumpulkan dan diverifikasi dapat memilih memakai jalur cepat pintar di lokasi pemeriksaan perbatasan.[27]
Kelompok yang disebut memenuhi syarat antara lain:
- Penduduk China daratan berusia 14 tahun ke atas yang memegang dokumen perjalanan ke Hong Kong dan Makau yang masih berlaku, serta memiliki endorsement berulang yang masih berlaku untuk kategori tinggal, kunjungan keluarga, bisnis, talenta, atau kategori lain ke Hong Kong/Makau.[
27]
- Penduduk Hong Kong dan Makau yang memegang Mainland Travel Permit for Hong Kong and Macao Residents yang masih berlaku, termasuk penduduk Hong Kong/Makau berkewarganegaraan non-China.[
27]
- Penduduk Taiwan yang memegang Mainland Travel Permit for Taiwan Residents dengan masa berlaku 5 tahun.[
27]
Namun, “scan wajah” bukan berarti boleh bepergian tanpa dokumen. Peringatan resmi dari otoritas pos Shenzhen menyebut pelancong tetap harus membawa dokumen keluar-masuk yang sah. Pelancong yang memenuhi syarat tetapi belum menyelesaikan otorisasi dapat mengajukan sesuai aturan di titik pengumpulan informasi jalur cepat, termasuk pengambilan data wajah dan sidik jari.[22]
Lalu sidik jari dipakai bagaimana?
Di sisi China daratan, dokumen resmi jelas menyebut syarat penggunaan jalur cepat pintar mencakup persetujuan untuk pengumpulan dan verifikasi “data wajah, sidik jari, dan informasi lain”.[27] Petunjuk di pos juga menyebut pelancong yang belum mendapat otorisasi dapat mengajukan permohonan dan mengumpulkan data wajah serta sidik jari sesuai ketentuan.[
22]
Tetapi apakah setiap kali lewat gerbang penumpang harus menempelkan jari? Data publik yang tersedia tidak cukup untuk menyamaratakan semua jalur.
Laporan lapangan Wen Wei Po di Pos Hengqin, misalnya, mencatat seorang pelancong yang memakai jalur pintar kerja sama berbasis face-scan tetap menekan sidik jari, dan seluruh proses selesai dalam belasan detik.[6] Ini menunjukkan sidik jari masih bisa menjadi bagian verifikasi pada sebagian jalur atau kondisi. Namun, laporan tersebut tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan bahwa semua arah perjalanan dan semua jalur di HZMB menggunakan langkah yang identik.[
6]
Pos Hong Kong: uji coba clearance tanpa berhenti adalah sistem lain
Di sisi Hong Kong, yang sedang disiapkan adalah pilot clearance tanpa berhenti di pos Hong Kong HZMB. Ini bukan sekadar perpanjangan dari jalur face-scan milik pemeriksaan perbatasan China daratan.
Hong Kong China News Agency melaporkan bahwa Departemen Imigrasi Hong Kong berencana meluncurkan pilot tersebut pada kuartal II 2026, dengan pos Hong Kong HZMB sebagai lokasi uji coba pertama. Setelah mendaftar, warga/penduduk yang memenuhi syarat dapat diverifikasi identitasnya dengan teknologi pengenalan wajah; prosesnya diperkirakan memakan waktu sekitar 5 detik.[8]
Menurut laporan yang sama, area keberangkatan pos Hong Kong HZMB akan memiliki 2 jalur “seamless e-Channel” dengan desain pintu yang biasanya terbuka. Panjang jalur sekitar 5 meter, lebih panjang dari e-Channel biasa, dan di dalamnya terdapat 5 kamera pada ketinggian serta sudut berbeda. Sistem akan menangkap wajah pelintas dan mencocokkannya secara real time dengan basis data Departemen Imigrasi.[8]
Jika sistem mendeteksi kondisi tidak normal, pintu akan otomatis menutup dan petugas imigrasi akan turun tangan.[8] Menteri Keamanan Hong Kong Chris Tang sebelumnya juga menyatakan uji coba di pos Hong Kong HZMB akan dibuka terlebih dahulu untuk penduduk Hong Kong yang memenuhi syarat pada kuartal II 2026, lalu dapat dipertimbangkan untuk diperluas berdasarkan hasil pilot. Laporan tersebut juga menyebut model ini tidak memerlukan pemindaian sidik jari.[
16]
Sisi Zhuhai-Makau/Makau: jalur kerja sama masih ditingkatkan
Biro Urusan Pasukan Keamanan Makau menyebut 20 jalur pemeriksaan mandiri kerja sama di pos HZMB Zhuhai-Makau, serta 50 jalur serupa di Pos Qingmao, sedang menjalani peningkatan pintar. Per Februari 2026, perangkat keras terkait telah selesai dipasang dan tahap berikutnya adalah pengujian integrasi sistem; targetnya, jalur-jalur itu memiliki kondisi untuk mulai digunakan pada kuartal II 2026.[5]
Pada April 2026, biro yang sama menyatakan bahwa pada 22-24 April pihaknya telah melakukan uji khusus face-scan di Pos Qingmao dan pos HZMB. Uji itu ditujukan untuk memeriksa kesesuaian alur kerja dan kapasitas beban sistem, dengan hasil simulasi arus puncak disebut stabil.[1]
Untuk jalur kendaraan, konteksnya juga perlu dipisahkan. Biro Makau menyebut pada jalur kendaraan “joint one-stop” di Pos Hengqin, pengemudi dapat diverifikasi dengan dua biometrik, yakni sidik jari dan wajah, sehingga tidak perlu menunjukkan dokumen fisik untuk menyelesaikan pemeriksaan perbatasan Makau-Hengqin.[1] Namun, keterangan ini terutama merujuk pada skenario kendaraan Makau-Hengqin/Hengqin, bukan bukti bahwa semua jalur kendaraan HZMB sudah memakai pola yang sama.[
1]
Sebelum berangkat, cek lima hal ini
- Pastikan sisi pos yang Anda lewati. Aturan sisi China daratan, pos Hong Kong, dan jalur kerja sama Zhuhai-Makau/Makau tidak sama, baik dari sisi waktu peluncuran maupun kelompok pengguna.[
27][
8][
5]
- Cek apakah Anda termasuk kelompok yang memenuhi syarat. Di sisi China daratan, aturan terutama mencakup penduduk China daratan berusia minimal 14 tahun dengan dokumen dan endorsement tertentu, penduduk Hong Kong/Makau pemegang permit terkait, serta penduduk Taiwan pemegang permit 5 tahun. Pilot Hong Kong lebih dulu ditujukan untuk penduduk Hong Kong yang memenuhi syarat.[
27][
16]
- Perhatikan apakah perlu otorisasi atau pendaftaran dulu. Di sisi China daratan, pelancong yang memenuhi syarat tetapi belum mendapat otorisasi dapat mengikuti prosedur pengumpulan data wajah dan sidik jari di pos. Di sisi Hong Kong, pilot clearance tanpa berhenti memerlukan pendaftaran terlebih dahulu.[
22][
8]
- Tetap bawa dokumen perjalanan. Peringatan resmi menyebut face-scan tidak menghapus kewajiban membawa dokumen keluar-masuk yang sah.[
22]
- Untuk orang dengan kapasitas hukum terbatas, perhatikan syarat pendampingan. Pengumuman Administrasi Imigrasi Nasional China menyebut orang dengan kapasitas tindakan perdata terbatas atau tanpa kapasitas tindakan perdata harus didampingi wali sah saat memakai jalur cepat pintar.[
27]
Pertanyaan umum
Apakah HZMB sudah sepenuhnya bebas dokumen?
Belum. Di sisi China daratan, pelancong yang memenuhi syarat dapat memilih jalur cepat face-scan, tetapi petunjuk resmi tetap mengingatkan agar membawa dokumen keluar-masuk yang sah. Di pos Hong Kong, clearance tanpa berhenti juga masih berupa pilot dan tidak berlaku untuk semua pelintas.[22][
8][
16]
Apakah face-scan berarti sidik jari tidak dipakai sama sekali?
Tidak bisa disimpulkan begitu. Di sisi China daratan, pengumuman resmi mensyaratkan persetujuan atas pengumpulan dan verifikasi data wajah serta sidik jari. Laporan lapangan di Hengqin juga mencatat ada pelancong yang tetap menekan sidik jari dalam proses face-scan. Namun, pilot Hong Kong dilaporkan berfokus pada pengenalan wajah dan tidak memerlukan pemindaian sidik jari.[27][
6][
16]
Apa kesimpulan paling praktis bagi pelancong?
HZMB sedang bergerak ke pemeriksaan biometrik yang lebih luas, tetapi jalurnya bertahap dan tidak seragam. “Sisi China daratan sudah memperluas face-scan”, “Hong Kong menyiapkan pilot clearance tanpa berhenti”, dan “jalur kerja sama Zhuhai-Makau sedang ditingkatkan” adalah tiga hal berbeda. Sebelum berangkat, pastikan arah perjalanan, status kelayakan, dokumen, dan pengumuman terbaru di pos yang akan Anda gunakan.[27][
8][
5][
1]




