Namun, pengumuman tersebut tidak menyebutkan berapa orang yang ditargetkan menjadi pengguna berbayar lewat ChatGPT Go pada 2026. CNBC juga melaporkan harga ChatGPT Go di India dan konteks upaya OpenAI menarik lebih banyak pengguna lewat paket yang lebih murah, tetapi tidak memberikan angka target pelanggan berbayar 2026.
| Aspek | Informasi yang tersedia |
|---|---|
| Waktu peluncuran | OpenAI memperkenalkan ChatGPT Go di India pada Agustus 2025. |
| Harga di India | CNBC melaporkan harganya 399 rupee India per bulan, sekitar 4,57 dolar AS. Untuk pembaca Indonesia: ini rupee India, bukan rupiah. |
| Perluasan wilayah | Setelah India, ChatGPT Go diperluas ke 170 negara tambahan. |
| Posisi produk | Go diposisikan sebagai langganan berbiaya rendah untuk memperluas akses ke fitur-fitur populer ChatGPT. |
| Adopsi awal | OpenAI menyebut Go sebagai paket dengan pertumbuhan tercepat dan mengatakan ada adopsi kuat serta penggunaan harian di pasar tempat Go tersedia. |
| Konteks pasar India | CNBC melaporkan bahwa belanja aplikasi di India lebih rendah dibanding AS, dan OpenAI berharap ChatGPT Go yang lebih murah dapat menarik lebih banyak pengguna di negara tersebut. |
Dari data ini, cukup jelas bahwa ChatGPT Go adalah bagian penting dari strategi harga dan ekspansi global OpenAI. Namun data tersebut belum cukup untuk menghitung jumlah pengguna gratis yang beralih ke berbayar, jumlah pelanggan per negara, atau target penambahan pelanggan bersih pada 2026.
Reuters, mengutip The Information, melaporkan bahwa OpenAI memproyeksikan pada 2030 sekitar 8,5% dari estimasi 2,6 miliar pengguna mingguan akan berlangganan ChatGPT. Itu setara dengan sekitar 220 juta orang.
Angka ini penting untuk memahami ambisi monetisasi ChatGPT dalam jangka panjang. Tetapi angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai target ChatGPT Go pada 2026. Ada tiga perbedaan utama:
Dengan kata lain, proyeksi 2030 bisa dipakai untuk membahas arah bisnis ChatGPT secara umum. Tetapi mengutipnya sebagai “target pengguna berbayar ChatGPT Go pada 2026” akan menyesatkan.
Paket yang lebih murah memang bisa membantu mendorong langganan. OpenAI mengatakan bahwa di pasar tempat Go tersedia, pengguna memakainya untuk aktivitas sehari-hari seperti menulis, belajar, membuat gambar, dan memecahkan masalah. CNBC juga melaporkan bahwa OpenAI berharap paket ChatGPT Go yang lebih murah dapat menarik lebih banyak pengguna di India.
Tetapi penggunaan yang meningkat tidak sama dengan jumlah pelanggan berbayar. Untuk memperkirakan target 2026 secara masuk akal, dibutuhkan data seperti jumlah pengguna sasaran, tingkat konversi dari gratis ke berbayar, waktu peluncuran per negara, tingkat retensi, dan tingkat pembatalan langganan. Data seperti itu tidak tersedia dalam informasi publik yang dirujuk di sini.
Ada juga alasan untuk berhati-hati. Reuters, mengutip laporan Wall Street Journal, menulis bahwa pertumbuhan ChatGPT melambat menjelang akhir tahun sebelumnya, OpenAI tidak mencapai target internal untuk meraih 1 miliar pengguna aktif mingguan pada akhir tahun, dan perusahaan menghadapi keluarnya sebagian pelanggan. Laporan ini tidak mengukur kinerja ChatGPT Go secara langsung, tetapi menunjukkan bahwa angka pelanggan berbayar tidak bisa disimpulkan begitu saja dari harga yang lebih rendah.
Berdasarkan informasi publik saat ini, formulasi yang aman adalah:
Jadi, jawaban paling akurat adalah: target jumlah pengguna berbayar yang ingin diperoleh OpenAI dari ChatGPT Go pada 2026 belum terkonfirmasi dalam informasi publik. Angka 220 juta adalah proyeksi pelanggan ChatGPT secara keseluruhan untuk 2030, bukan target ChatGPT Go untuk 2026.