Google memperluas AI Max ke Shopping dan Travel pada saat banyak tim iklan sudah terbiasa dengan otomatisasi di Search. Yang berubah bukan hanya nama produk. Google pada 30 April 2026 mengumumkan AI Max akan diperluas ke Shopping campaigns dan format iklan khusus travel, sekaligus menambahkan AI Brief, dukungan kepatuhan untuk Final URL Expansion, dan kontrol baru agar pengiklan bisa lebih jelas mengarahkan pesan, audiens, dan kecocokan halaman tujuan.[9]
Namun pembaruan ini bukan aba-aba untuk langsung menyerahkan semua campaign ke AI. Search Engine Journal melaporkan bahwa AI Max for Shopping dan Travel campaigns saat ini bergulir sebagai closed beta secara global dalam semua bahasa.[6] Jadi langkah paling masuk akal adalah merapikan data dan aturan main terlebih dulu, lalu menguji dalam ruang lingkup terbatas.
Ringkasnya: apa yang berubah?
| Area | Kemampuan baru | Implikasi untuk pengiklan |
|---|---|---|
| Shopping | AI Max for Shopping memakai Merchant Center feed data untuk memahami konteks produk, dengan Text Customization, Final URL Expansion, dan Optimal Format Selection.[ | Feed produk, halaman produk, promosi, stok, dan pesan merek menjadi input penting bagi AI. |
| Travel | AI Max diperluas ke format iklan khusus travel; Search Campaigns for Travel membawa travel feeds dan format travel ke dalam standard Search campaigns.[ | Pengelolaan iklan travel bisa lebih terpusat, tetapi feed, ketersediaan, dan halaman tujuan tetap harus akurat. |
| Pesan dan audiens | AI Brief membantu pengiklan mengarahkan pesan iklan dan audience targeting; kontrol baru juga membantu mengarahkan cara sistem mencocokkan pencarian dan menulis copy.[ | Brand voice, klaim yang boleh dipakai, larangan, dan aturan compliance perlu ditulis sebagai brief yang operasional. |
| Landing page dan compliance | Final URL Expansion menggunakan Google AI untuk memilih halaman tujuan yang relevan; Google mengatakan fitur ini kini mendukung mandatory text disclaimers.[ | Copy, halaman tujuan, dan disclaimer wajib perlu diperiksa sebagai satu paket, bukan terpisah. |
| Status rilis | Versi Shopping dan Travel dilaporkan masih closed beta global untuk semua bahasa.[ | Cek akses akun dan ruang lingkup uji sebelum membuat rencana rollout besar. |
AI Max for Shopping: feed produk menjadi pusat kendali
Untuk ritel, perubahan terbesarnya ada pada peran Merchant Center. AI Max for Shopping dirancang untuk menambah otomatisasi AI pada standard Shopping campaigns. Menurut rangkuman PPC News Feed, sistem ini memakai Merchant Center feed data untuk memahami konteks produk dan mengoptimalkan performa kampanye; fiturnya mencakup Text Customization yang membuat copy sesuai niat belanja, Final URL Expansion yang menghubungkan kueri ke landing page relevan, dan Optimal Format Selection yang memilih format iklan berdasarkan kebutuhan shopper.[4]
Artinya, feed bukan lagi sekadar daftar produk agar item bisa tampil di Google. Ketika AI memakai feed untuk memahami produk, membuat pesan, dan memilih format, kualitas judul produk, deskripsi, kategori, gambar, harga, promosi, stok, serta konsistensi isi halaman produk ikut menentukan seberapa baik AI punya bahan untuk bekerja.[4]
MediaPost juga melaporkan bahwa text customization akan hadir di AI Max for Shopping, sedangkan Final URL Expansion memakai Google AI untuk mengidentifikasi tujuan terbaik bagi setiap pencarian.[8] Sebelum mengaktifkan uji coba, tim ritel sebaiknya menanyakan tiga hal sederhana: apakah data produk lengkap, apakah landing page bisa menjawab berbagai niat beli, dan apakah pesan merek serta syarat kepatuhan sudah jelas.
Travel: format pencarian perjalanan menuju alur yang lebih terpadu
Di sisi travel, ada dua lapis pembaruan. Pertama, Google mengatakan AI Max diperluas ke travel-specific ad formats.[9] Kedua, dalam penjelasan tentang Search Campaigns for Travel, Google menyebut pembaruan ini akan membawa travel feeds dan format travel ke standard Search campaigns, sekaligus menempatkan AI Max for Search campaigns, bidding, dan reporting di satu tempat.[
11]
Google menyebut arah ini sebagai single buying door. Maksudnya, pengiklan tidak perlu berpindah-pindah di antara tipe campaign yang tersebar; format travel, kesetaraan fitur, dan advanced controls dikelola melalui satu pintu.[11] Bagi brand hotel, penerbangan, destinasi, atau platform perjalanan, pendekatan ini bisa membuat aktivitas search travel lebih rapi dan laporan performa lebih konsisten.[
11]
Tetapi integrasi proses bukan alasan untuk mengendurkan tata kelola data. Google mengatakan Search Campaigns for Travel akan menggunakan feed untuk real-time enhancements.[11] Bila harga, ketersediaan kamar, jadwal, informasi destinasi, atau isi landing page tidak akurat, AI bisa mengarahkan pencarian berniat tinggi ke pengalaman yang tidak sesuai harapan.
AI Brief dan kontrol baru: otomatisasi yang perlu diberi pagar
Pembaruan ini juga menunjukkan arah baru: Google memperluas otomatisasi AI Max, tetapi sekaligus menambah alat untuk mengarahkannya. Google mengatakan AI Brief dapat dipakai untuk memandu pesan iklan dan audience targeting; laporan lain menyebut kontrol baru memungkinkan pengiklan mengarahkan cara sistem mencocokkan pencarian dan menulis ad copy.[9][
5]
Dalam praktiknya, brand brief tidak lagi hanya dokumen internal atau arahan untuk agensi. Ia menjadi input kampanye. Nada bahasa, audiens utama, klaim yang boleh digunakan, istilah yang dilarang, disclaimer, dan aturan kepatuhan perlu ditulis dalam format yang jelas, bukan sekadar catatan umum. Marketing Brew melaporkan bahwa pengiklan, misalnya, dapat meminta AI untuk tidak menyertakan informasi harga dalam campaign.[7] Ini menunjukkan kontrol mulai bergeser dari tombol tradisional ke instruksi yang lebih mirip bahasa natural.
Final URL Expansion juga perlu mendapat pengawasan khusus. MediaPost melaporkan bahwa FUE menggunakan Google AI untuk mengidentifikasi tujuan terbaik bagi setiap pencarian; Google juga mengatakan Final URL Expansion kini mendukung mandatory text disclaimers.[8][
9] Untuk kategori yang sensitif terhadap kepatuhan, seperti keuangan, kesehatan, travel, atau asuransi, halaman tujuan, copy, dan disclaimer sebaiknya diperiksa bersama.
Potensi manfaat bagi pengiklan
Menjangkau kebutuhan pencarian yang lebih kompleks. Google memosisikan update ini sebagai cara membantu pengiklan menangkap peluang di semesta Search yang makin luas.[9] Marketing Brew juga melaporkan bahwa alat baru ini hadir saat lingkungan pencarian menjadi lebih conversational, visual, dan personal.[
7]
Pesan, format, dan halaman tujuan lebih dinamis. Dalam AI Max for Shopping, kombinasi Text Customization, Final URL Expansion, dan Optimal Format Selection ditujukan untuk membuat pesan, landing page, dan format iklan lebih selaras dengan niat shopper.[4]
Pengelolaan travel lebih terpusat. Search Campaigns for Travel membawa travel feeds, format travel, AI Max, bidding, dan reporting ke standard Search campaigns, sehingga pengiklan travel dapat memakai alur kerja yang lebih konsisten.[11]
Brand dan compliance bisa masuk lebih awal. AI Brief, kontrol matching dan copy, serta dukungan mandatory text disclaimers pada Final URL Expansion memberi ruang agar aturan merek dan kepatuhan dipertimbangkan sebelum AI mencocokkan kueri atau membuat pesan.[5][
9]
Batasan dan risiko yang tidak boleh diabaikan
Akses belum terbuka untuk semua akun. AI Max for Shopping dan Travel campaigns dilaporkan masih closed beta secara global dalam semua bahasa.[6] Jangan menyusun rencana berdasarkan asumsi bahwa semua akun bisa langsung memakai fitur ini.
Kontrol berpindah ke hulu. Digiday menggambarkan pembaruan ini sebagai automation shifts upstream: marketer makin banyak memberi input ke platform, bukan mengoperasikan setiap elemen secara manual.[10] Ini bukan berarti pengiklan tidak perlu mengelola kampanye. Fokusnya bergeser ke feed, brief, aturan merek, landing page, dan pemantauan performa.
Kualitas data akan makin terlihat. Shopping bergantung pada Merchant Center feed data, sementara Travel membawa travel feeds ke standard Search campaigns.[4][
11] Jika input tidak lengkap, tidak konsisten, atau terlambat diperbarui, kemampuan AI untuk mencocokkan pencarian dan menyusun pesan juga ikut terbatas.
Jangan hanya melihat jumlah konversi. Otomatisasi AI bisa meningkatkan volume traffic atau konversi, tetapi uji coba tetap perlu membaca ROAS, CPA, kualitas konversi, kualitas kueri, nilai pesanan, tingkat pembatalan, atau retur. Ini bukan fitur baru dalam pengumuman Google, melainkan disiplin pengukuran yang makin penting saat lebih banyak keputusan diserahkan ke AI.
Checklist sebelum menguji AI Max untuk Shopping dan Travel
- Pastikan akun punya akses beta. Versi Shopping dan Travel dilaporkan masih closed beta global untuk semua bahasa; cek ketersediaan dulu sebelum menentukan pasar, kategori produk, atau campaign yang akan diuji.[
6]
- Bersihkan Merchant Center feed. Tim ritel perlu mengecek judul, deskripsi, kategori, gambar, harga, promosi, dan stok, karena AI Max for Shopping memakai Merchant Center feed data untuk memahami konteks produk.[
4]
- Selaraskan travel feed dan landing page. Tim travel perlu memastikan feed, ketersediaan, dan halaman tujuan konsisten, karena Search Campaigns for Travel membawa travel feeds dan format travel ke standard Search campaigns.[
11]
- Tulis AI Brief seperti instruksi kerja. Jelaskan brand voice, audiens, klaim utama, larangan, dan disclaimer wajib agar kontrol baru bisa mengarahkan matching dan copy AI dengan lebih tepat.[
5][
9]
- Audit Final URL Expansion. Karena FUE memakai Google AI untuk mengidentifikasi halaman tujuan terbaik bagi setiap pencarian, uji coba perlu memeriksa apakah kueri, copy, dan landing page benar-benar sesuai.[
8]
- Uji bertahap, lalu bandingkan kualitas hasil. Mulai dari ruang lingkup kecil. Bandingkan ROAS, CPA, kualitas konversi, dan hasil bisnis setelah konversi; jangan menjadikan total konversi sebagai satu-satunya sinyal untuk memperbesar anggaran.
Kesimpulan: rapikan input dulu, baru perbesar otomatisasi
Ekspansi AI Max ke Shopping dan Travel menandai pergeseran cara mengelola iklan pencarian. Pekerjaan tidak lagi hanya mengatur keyword, copy, dan halaman satu per satu; pengiklan makin perlu mengelola input yang dibutuhkan AI, seperti feed, brief, landing page, aturan compliance, dan feedback performa.[4][
9][
10][
11]
Bagi tim yang feed-nya rapi, aturan mereknya jelas, dan proses eksperimennya disiplin, AI Max for Shopping dan Travel layak masuk daftar uji prioritas. Bagi tim yang data produk, travel feed, atau review compliance-nya masih belum stabil, pekerjaan pertama bukan memperbesar otomatisasi, melainkan memperbaiki dasar-dasarnya.




