Jika kemenangan 2025 tersebut dihitung, T1 memegang rekor gelar Worlds terbanyak dalam sejarah League of Legends, memperkuat reputasi mereka sebagai organisasi paling berprestasi di game ini.
Selain sukses di panggung internasional, T1 juga sangat kuat di liga domestik.
LCK dikenal sebagai salah satu liga LoL paling kompetitif di dunia, dengan banyak tim kuat dari Korea Selatan. Konsisten berada di puncak liga ini bukan hal mudah.
Namun T1 berhasil melakukannya berulang kali. Salah satu contohnya adalah kemenangan 3–1 atas Gen.G di final LCK Spring, yang memberi mereka gelar domestik tambahan dan mengamankan tiket ke turnamen internasional.
Menjadi juara LCK biasanya berarti tim tersebut akan mewakili Korea di ajang global seperti MSI atau World Championship.
Selain Worlds, turnamen global penting lainnya adalah Mid‑Season Invitational (MSI). Ajang ini mempertemukan tim juara dari berbagai wilayah pada pertengahan musim kompetisi.
T1 (sebelumnya SK Telecom T1) juga memiliki sejarah kuat di MSI:
Konsistensi T1 mencapai babak akhir di berbagai turnamen internasional menunjukkan bahwa kesuksesan mereka tidak hanya terjadi di satu era atau satu roster saja, tetapi berlangsung selama beberapa generasi pemain.
Sulit membahas T1 tanpa menyebut Faker.
Lee “Faker” Sang‑hyeok sering disebut sebagai pemain League of Legends terbaik sepanjang masa. Riot Games bahkan memasukkannya sebagai anggota pertama Hall of Legends LoL Esports, sebagai penghargaan atas kontribusi dan pengaruhnya terhadap game ini.
Selama kariernya bersama T1, Faker telah:
Kombinasi skill mekanik, kepemimpinan dalam game, dan konsistensi selama lebih dari sepuluh tahun menjadikan Faker pusat identitas T1.
Walaupun Faker adalah ikon utama, keberhasilan T1 juga datang dari roster kuat di sekelilingnya.
Salah satu lineup modern yang sangat terkenal adalah:
Roster ini berperan besar dalam berbagai pencapaian besar T1 dan sering dianggap sebagai salah satu lineup terkuat di era modern LoL esports.
Seiring waktu, perubahan roster tetap terjadi. Misalnya, Doran kemudian menggantikan Zeus di top lane menjelang musim 2025, menunjukkan bahwa organisasi ini terus berevolusi sambil mempertahankan inti tim yang kuat.
Ada beberapa alasan utama mengapa T1 sering disebut sebagai organisasi terbaik dalam sejarah League of Legends:
1. Rekor Worlds yang tak tertandingi
Tidak ada tim lain yang menyamai jumlah gelar dunia T1 selama lebih dari satu dekade kompetisi.
2. Konsistensi jangka panjang
T1 tetap kompetitif meskipun meta game berubah, roster berganti, dan generasi pemain datang dan pergi.
3. Kepemimpinan legendaris
Faker memberikan stabilitas dan pengalaman juara yang langka dalam esports.
4. Performa internasional yang konsisten
Selain Worlds, T1 hampir selalu menjadi kandidat kuat di turnamen global seperti MSI.
Dilihat dari jumlah gelar, konsistensi selama lebih dari satu dekade, serta pengaruh global terhadap esports, T1 berdiri sebagai salah satu — jika bukan yang paling — sukses dalam sejarah League of Legends.
Gabungan antara dominasi internasional, kekuatan di liga Korea, dan karier legendaris Faker telah menciptakan dinasti yang jarang terjadi dalam dunia esports. Bahkan ketika kompetisi terus berkembang dan tim baru bermunculan, warisan T1 sudah menjadi bagian penting dari sejarah League of Legends.
Comments
0 comments