Esports World Cup 2026 dipindahkan dari Riyadh ke Paris setelah evaluasi situasi keamanan regional di Timur Tengah dan untuk mempercepat rencana rotasi global turnamen. CEO Esports Foundation Ralf Reichert mengumumkan perubahan lokasi tersebut, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut keputusan Paris seb...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why was the 2026 Esports World Cup moved from Riyadh, Saudi Arabia to Paris, what role did French President Emmanuel Macron and Esports Foun. Article summary: The 2026 Esports World Cup was moved to Paris after organizers reviewed conditions amid Middle East instability; reports specifically cite the tense regional security situation linked to the Iran war as the reason for sh. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# 2026 Esports World Cup Moves To Paris From Riyadh Due To Iran War. #### More Stories By Melanie. The 2026 edition of the Esports World Cup (EWC), which was due to take place in S" source context "2026 Esports World Cup Moves To Paris From Riyadh Due To Iran War" Reference image 2: visual subject "# 2026 Esports World Cup Moves
Edisi Esports World Cup (EWC) 2026—salah satu turnamen esports terbesar di dunia—awalnya dijadwalkan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi. Namun penyelenggara kemudian mengumumkan bahwa kompetisi tersebut akan digelar di Paris, Prancis, dari 6 Juli hingga 23 Agustus 2026. Ini menjadi pertama kalinya turnamen tersebut diselenggarakan di luar Arab Saudi.
Perubahan lokasi ini terjadi karena kombinasi kekhawatiran keamanan regional dan strategi jangka panjang untuk mengglobalisasi turnamen.
Esports Foundation—organisasi yang menjalankan turnamen—menyatakan keputusan tersebut diambil setelah proses evaluasi panjang terhadap situasi regional saat ini. Tujuannya adalah memastikan lingkungan yang lebih stabil bagi pemain, tim, dan penggemar yang akan datang dari berbagai negara.
Beberapa laporan media Eropa juga mengaitkan keputusan ini dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang berkaitan dengan Iran. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan perjalanan internasional menuju Riyadh bagi peserta dan penonton.
Karena itu, penyelenggara menyiapkan rencana cadangan dan akhirnya memilih memindahkan edisi 2026 ke Paris untuk memastikan partisipasi global dapat berjalan lancar.
Pengumuman pemindahan lokasi melibatkan pimpinan esports serta dukungan politik dari Prancis.
Ralf Reichert, CEO Esports Foundation, menjadi tokoh utama dalam mengumumkan perubahan tuan rumah. Sebagai pemimpin organisasi penyelenggara, ia menjelaskan bahwa memilih Paris merupakan langkah penting untuk memperluas jangkauan global Esports World Cup.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron tidak terlibat dalam pengelolaan turnamen, tetapi secara terbuka menyambut keputusan tersebut. Kantor kepresidenan Prancis menyatakan Macron mendukung penyelenggaraan EWC di Paris dan membantu mempromosikan pengumuman tersebut.
Pengumuman ini juga muncul setelah pertemuan antara Reichert dan Macron, yang menunjukkan dukungan pemerintah Prancis terhadap penyelenggaraan acara esports besar tersebut.
Edisi 2026 diperkirakan menjadi turnamen Esports World Cup terbesar sejauh ini. Acara ini akan berlangsung hampir tujuh minggu dan menghadirkan ribuan pemain dari seluruh dunia.
Beberapa detail utama yang telah diumumkan:
Format kompetisi tetap menggunakan konsep multi‑game yang diperkenalkan pada edisi sebelumnya. Organisasi esports akan mengumpulkan poin dari berbagai judul game untuk memperebutkan gelar dan hadiah utama.
Pemindahan ke Paris menjadi tonggak penting dalam perkembangan Esports World Cup. Dua edisi pertama digelar di Riyadh, sehingga 2026 menjadi edisi pertama yang berlangsung di kota lain.
Menurut penyelenggara, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk merotasi lokasi turnamen ke berbagai kota dunia. Tujuannya adalah memperluas basis penggemar global dan menjadikan EWC sebagai perayaan esports internasional.
Meski demikian, Esports Foundation menegaskan bahwa Riyadh tetap menjadi “rumah jangka panjang” bagi Esports World Cup. Artinya, di masa depan turnamen kemungkinan akan bergantian antara Arab Saudi dan kota‑kota besar lain di dunia.
Perpindahan EWC 2026 menunjukkan bagaimana esports kini dipengaruhi faktor geopolitik, logistik global, dan strategi ekspansi internasional. Paris akan menjadi kota pertama di luar Arab Saudi yang menjadi tuan rumah turnamen ini, sementara Riyadh tetap menjadi pusat jangka panjangnya.
Jika penyelenggaraan di Paris sukses, Esports World Cup berpotensi berkembang menjadi kejuaraan esports global yang berpindah‑pindah kota, mirip dengan banyak ajang olahraga internasional besar lainnya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Esports World Cup 2026 dipindahkan dari Riyadh ke Paris setelah evaluasi situasi keamanan regional di Timur Tengah dan untuk mempercepat rencana rotasi global turnamen.
Esports World Cup 2026 dipindahkan dari Riyadh ke Paris setelah evaluasi situasi keamanan regional di Timur Tengah dan untuk mempercepat rencana rotasi global turnamen. CEO Esports Foundation Ralf Reichert mengumumkan perubahan lokasi tersebut, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut keputusan Paris sebagai tuan rumah.
Turnamen berlangsung 6 Juli–23 Agustus 2026 dengan lebih dari 2.000 pemain, sekitar 200 klub dari 100+ negara, 24 game, dan total hadiah sekitar $75 juta.