Peluang kenaikan suku bunga The Fed yang telah sebagian besar diperhitungkan pasar tidak cukup menopang dolar; perhatian beralih ke turunnya yield Treasury jangka panjang, risiko fiskal, dan penguatan yen. Departemen Keuangan AS menaikkan batas pembelian kembali obligasi tenor panjang tertentu dari US$2 miliar menja...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why did the U.S. Dollar Index fall for a third consecutive session to below 98.70 and multi-week lows despite markets pricing roughly a 60%. Article summary: The dollar was falling because investors judged that the prospective Fed hike was already largely priced in, while the market’s bigger new message was lower long-end Treasury yields, fiscal-risk concerns, and a narrowing. Topic tags: general, news, general web, user generated, government. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Indeks Dolar AS bisa turun meski pasar memperkirakan bank sentralnya akan menaikkan suku bunga. Dalam kasus penurunan indeks ke bawah 98,70, pasar tampaknya menilai potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sudah cukup banyak tercermin dalam harga.
Yang lebih menentukan justru perubahan baru di pasar: imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang turun, kekhawatiran atas defisit fiskal menguat, dan yen menguat tajam ketika pelaku pasar menutup posisi carry trade. Kombinasi ini mengurangi daya tarik relatif aset berdenominasi dolar dan memberi angin segar bagi emas.
Di pasar valuta asing, yang paling berpengaruh bukan sekadar arah kebijakan, melainkan perubahan ekspektasinya. Jika investor sudah memberi probabilitas besar pada kenaikan suku bunga The Fed, dolar biasanya membutuhkan kejutan yang lebih hawkish—misalnya peluang kenaikan yang jauh lebih pasti, sinyal kenaikan lanjutan, atau selisih suku bunga AS terhadap negara lain yang makin lebar—untuk menguat tegas.
Itu membantu menjelaskan mengapa data pertumbuhan tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan tidak memberi dukungan berkelanjutan bagi dolar. Indeks Dolar gagal kembali ke puncak sebelumnya bahkan setelah data tersebut, menandakan fokus pasar telah bergeser ke yield jangka panjang, kondisi fiskal, dan arah kebijakan negara lain. 23
Pada 19 Agustus, Departemen Keuangan AS menyatakan akan setidaknya menggandakan nilai maksimum operasi pembelian kembali (buyback) untuk surat utang kupon nominal bertenor 10–20 tahun dan 20–30 tahun. Batasnya dinaikkan dari US$2 miliar menjadi minimal US$4 miliar per operasi, berlaku dari 9 September hingga 4 November. 50
Treasury menyebut program itu sebagai operasi pendukung likuiditas, bukan kebijakan moneter atau penciptaan uang oleh The Fed. Namun, pasar menangkap dampak jangka pendeknya: ada tambahan dukungan pembelian untuk obligasi tenor panjang. Setelah pengumuman itu, yield tenor panjang turun tajam. Yield obligasi AS 30 tahun merosot hampir 10 basis poin, sementara yield acuan 10 tahun juga menurun; dolar melemah seiring pergerakan tersebut. 36
Bagi mata uang, penurunan yield Treasury dapat mengurangi keunggulan imbal hasil yang diperoleh investor global dari aset dolar. Pengumuman tersebut juga kembali memicu perdebatan soal defisit, biaya pinjaman, dan keberlanjutan fiskal AS. Reuters melaporkan kekhawatiran ini ikut mendorong narasi debasement trade, yang menguntungkan aset seperti emas dan bitcoin sambil menekan dolar. 33
Namun, istilah itu perlu ditempatkan secara proporsional. Program buyback Treasury adalah instrumen manajemen utang dan likuiditas pasar; program tersebut sendiri tidak membuktikan terjadinya pelemahan nilai mata uang secara sengaja. Respons pasar mencerminkan penilaian investor terhadap konsekuensi bagi yield dan risiko fiskal, bukan perubahan resmi pada kerangka kebijakan moneter The Fed.
Indeks Dolar sangat dipengaruhi mata uang utama lain, dan penguatan yen menjadi salah satu pendorong penting. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) mendorong investor menutup carry trade berbasis yen—strategi meminjam yen berbunga rendah untuk membeli aset berimbal hasil lebih tinggi. Ketika posisi itu ditutup, investor perlu membeli yen kembali.
USD/JPY sempat turun hingga 152,89, level yen terkuat terhadap dolar sejak Februari, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ sebesar 25 basis poin pada rapat 17–18 September. 26 Laporan pasar lain menempatkan probabilitas kenaikan itu nyaris sepenuhnya sudah diperhitungkan dan mengaitkan pergerakan yen dengan pembongkaran carry trade.
22
Karena itu, penurunan USD/JPY di bawah 150 merupakan skenario yang mungkin terjadi, bukan kepastian. Hal tersebut bergantung pada kenaikan suku bunga atau panduan BoJ yang cukup tegas untuk meyakinkan pasar bahwa normalisasi kebijakan akan berlanjut. Jika hasil rapat lebih hati-hati, yen bisa terkoreksi dan salah satu sumber tekanan jual terhadap dolar dapat berkurang.
Dukungan dolar sebelumnya sebagian berasal dari struktur yield AS yang relatif tinggi. Keunggulan ini menjadi kurang menarik ketika bank sentral utama lain diperkirakan memperketat kebijakan atau tetap mempertahankan sikap restriktif.
Dalam konteks ini, prospek BoJ yang lebih hawkish sangat penting karena dampaknya terhadap posisi yen. Ekspektasi terhadap Bank Sentral Eropa juga ikut membentuk pandangan bahwa keistimewaan AS dari sisi suku bunga mulai berkurang. Intinya, pasar valas memperdagangkan perbandingan arah kebijakan antarnegara, bukan hanya keputusan The Fed berikutnya.
Emas umumnya dihargai dalam dolar AS. Saat dolar melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain sehingga dapat mendukung permintaan. Namun, kenaikan emas bukan semata efek mekanis dari kurs.
Emas juga diminati investor yang mencari diversifikasi saat muncul kekhawatiran mengenai suku bunga riil, kebijakan fiskal, dan risiko makroekonomi. UBS menilai emas lebih dari sekadar taruhan taktis terhadap keputusan The Fed berikutnya; logam mulia ini berperan sebagai aset lindung nilai dan diversifier dalam portofolio. 2
Perbedaan ini penting. Data inflasi yang tinggi atau keputusan The Fed yang sangat hawkish masih dapat menekan emas dalam jangka pendek melalui kenaikan yield dan dolar. Tetapi, alasan investasi emas yang lebih luas mencakup diversifikasi cadangan, arus dana investasi, serta kebutuhan perlindungan terhadap guncangan finansial maupun geopolitik.
People’s Bank of China (PBOC) membeli 650.000 ons emas pada Agustus, sehingga cadangan resminya mencapai 76,73 juta ons. Pembelian itu merupakan penambahan bulanan terbesar sejak Oktober 2023 dan memperpanjang rangkaian pembelian menjadi 22 bulan berturut-turut. 4
Jumlah tersebut setara sekitar 20 ton metrik emas. 5 Pembelian ini tidak menjamin harga emas akan terus naik atau menciptakan batas bawah harga yang pasti. Namun, hal itu menunjukkan permintaan dari sektor resmi tetap berlangsung bahkan setelah reli emas yang kuat. Bagi investor, ini mendukung pandangan bahwa sebagian permintaan emas bersifat struktural—yakni diversifikasi cadangan—bukan sekadar spekulasi jangka pendek.
Target UBS saat itu, US$5.000 per ons pada paruh pertama 2027, mencerminkan pandangan jangka panjang tersebut: ekspektasi suku bunga riil menurun, dolar melemah, dan permintaan bank sentral tetap kuat. 2 Target itu adalah proyeksi, bukan jaminan, dan sangat bergantung pada kondisi makroekonomi serta arus investasi yang benar-benar terjadi.
Tiga agenda akan menguji narasi pasar ini:
Pelemahan Indeks Dolar bukan berarti pasar menolak kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Pasar justru menilai faktor lain lebih dominan: turunnya yield Treasury tenor panjang setelah pengumuman buyback, kekhawatiran fiskal, serta menyempitnya keunggulan kebijakan AS dibanding Jepang dan Eropa.
Emas diuntungkan karena dolar yang lebih lemah memperbaiki latar belakang valuasinya, sementara kekhawatiran fiskal dan kebutuhan diversifikasi memperkuat perannya sebagai lindung nilai. Arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh data inflasi dan keputusan bank sentral, tetapi episode ini menegaskan bahwa satu langkah The Fed yang sudah sebagian diperhitungkan belum cukup untuk menentukan arah dolar.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Peluang kenaikan suku bunga The Fed yang telah sebagian besar diperhitungkan pasar tidak cukup menopang dolar; perhatian beralih ke turunnya yield Treasury jangka panjang, risiko fiskal, dan penguatan yen.
Peluang kenaikan suku bunga The Fed yang telah sebagian besar diperhitungkan pasar tidak cukup menopang dolar; perhatian beralih ke turunnya yield Treasury jangka panjang, risiko fiskal, dan penguatan yen. Departemen Keuangan AS menaikkan batas pembelian kembali obligasi tenor panjang tertentu dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi.
Emas mendapat dukungan bukan hanya dari dolar yang melemah. UBS menilainya sebagai instrumen lindung nilai dan diversifikasi, sementara pembelian emas China memperkuat gambaran permintaan bank sentral.