Menurut sumber di Angkatan Laut Rusia yang dikutip media St. Petersburg, Fontanka, Kementerian Pertahanan memutuskan untuk tidak menggelar parade. Sumber tersebut mengatakan, “Anda mengerti—sekarang bukan waktunya untuk itu” .
Indikasi pembatalan juga terlihat dari tidak adanya keputusan presiden yang biasanya mengesahkan parade 2026. Hingga pertengahan Juni, armada-armada Rusia pun belum menerima perintah untuk mengirim kapal atau personel ke St. Petersburg—padahal pada tahun-tahun sebelumnya, persiapan biasanya sudah berjalan .
Perubahan skala perayaan Hari Angkatan Laut Rusia dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan bagaimana ancaman drone memengaruhi agenda militer dan simbolik Kremlin:
Serangan drone jarak jauh Ukraina memaksa Rusia memperlakukan kota-kota besarnya—termasuk St. Petersburg yang memiliki nilai simbolis tinggi—sebagai area yang berpotensi menjadi zona konflik . Jarak dari garis depan tidak lagi menjadi jaminan keamanan mutlak.
Parade yang mengumpulkan kapal perang, personel, dan pemimpin negara dalam formasi yang dapat diprediksi merupakan sasaran yang sulit dilindungi sepenuhnya. Penilaian Intelijen Pertahanan Inggris menyebut kekhawatiran perlindungan pasukan sebagai alasan utama pembatalan pada 2025 dan 2026 . Kekhawatiran yang sama dapat berlaku pada acara apa pun yang mengonsentrasikan aset angkatan laut di satu lokasi.
Untuk melindungi kapal dan personel di pangkalan, Rusia harus menghindari pengerahan besar-besaran yang mudah dipantau dan diprediksi. Akibatnya, angkatan laut Rusia tidak bisa lagi menggunakan parade terbuka dengan cara yang sama untuk memproyeksikan kekuatan militer .
Rusia dilaporkan dapat mengganti parade dengan latihan maritim, seperti latihan July Storm pada 2025. Format latihan memberi ruang lebih besar untuk menyebarkan aset dan mengurangi risiko konsentrasi dalam seremoni statis .
Hari Angkatan Laut merupakan salah satu acara patriotik utama Rusia. Membatalkannya dua kali berturut-turut memberi pesan bahwa Kremlin kesulitan menjamin keamanan bahkan di wilayah yang sangat simbolis bagi negara tersebut. Hal ini berpotensi melemahkan fungsi parade sebagai alat propaganda domestik dan pertunjukan kekuatan di mata dunia .
Pada akhirnya, pembatalan parade bukan berarti kemampuan angkatan laut Rusia hilang. Namun, keputusan itu menunjukkan bahwa kemampuan drone Ukraina telah menciptakan kendala strategis baru: Rusia mungkin masih dapat menggelar latihan, tetapi semakin sulit mengadakan pertunjukan militer besar tanpa membuka peluang serangan.