Goldman Sachs mempersempit akses ke Claude Code dari Anthropic dan alat AI coding GitHub dari Microsoft. Dalam panduan internal yang diperbarui pada Oktober, penggunaan alat-alat tersebut dibatasi untuk insinyur, setelah selama beberapa bulan tersedia lebih luas bagi karyawan, termasuk bankir.
1
5
6
Perubahan ini bukan larangan terhadap seluruh penggunaan AI di Goldman. Yang dibatasi adalah akses ke sejumlah alat khusus pemrograman—bukan semua teknologi AI di bank tersebut.
1
6
Goldman menyebut produktivitas dan risiko
Juru bicara Goldman, Nick Carcaterra, mengatakan bank meninjau berbagai faktor, termasuk produktivitas dan manajemen risiko, setelah periode eksperimen. Ia juga menyampaikan bahwa alat-alat itu akan diberikan kepada orang-orang yang dinilai paling sesuai untuk memanfaatkannya dalam jangka panjang.
26
32
Penjelasan yang tersedia tidak merinci temuan spesifik tentang produktivitas maupun risiko apa yang mendorong perubahan kebijakan. Jadi, pembatasan ini menunjukkan perubahan tentang siapa yang boleh memakai alat tersebut, bukan bukti bahwa Goldman menyimpulkan AI coding tidak efektif atau menghentikan seluruh upaya AI-nya.
1
6
Bankir dan trader kehilangan alat yang mereka pakai
Sebelum kebijakan diperbarui, sejumlah bankir dan karyawan lain menggunakan alat tersebut untuk pekerjaan. Laporan menyebut beberapa trader memakainya untuk memantau arus transaksi klien, membuat model perubahan pasar dan posisi, serta menyusun materi tertulis dan visual. Pembatasan itu membuat banyak bankir dan trader kehilangan akses, dan sebagian trader dilaporkan merasa keberatan.
5
7
27
Namun, laporan yang tersedia tidak menjelaskan apakah mereka masih bisa mengerjakan tugas serupa dengan perangkat atau proses lain yang disetujui bank.
Pengecualian untuk kelompok “strats”
Sejumlah laporan menyebut kelompok “strats” tetap mendapat akses. Istilah ini merujuk pada karyawan dengan pekerjaan yang menggabungkan bidang kuantitatif atau perdagangan dengan rekayasa perangkat lunak. Pengecualian tersebut mengisyaratkan bahwa akses dikaitkan dengan tanggung jawab rekayasa dalam suatu pekerjaan, bukan semata-mata karena alatnya berguna bagi seseorang. Namun, seluruh kriteria kelayakan tidak dijelaskan dalam laporan yang tersedia.
18
20
Berbeda dari dukungan sebelumnya terhadap eksperimen AI
Kebijakan yang lebih ketat ini kontras dengan dukungan CIO Goldman, Marco Argenti, terhadap karyawan nonteknis yang menggunakan AI untuk membuat prototipe—yang kemudian bisa dikembangkan lebih lanjut oleh insinyur. Dorongan sebelumnya itu membantu menjelaskan mengapa pembatasan baru dapat terasa seperti perubahan arah, tetapi tidak membuktikan bahwa Goldman telah meninggalkan pembuatan prototipe atau penerapan AI secara keseluruhan.
4
29
Intinya, Goldman mengalihkan sejumlah alat AI coding ke kelompok pengguna yang lebih terbatas setelah masa uji coba dan penilaian produktivitas serta risiko. Alasan umum itu telah disampaikan, tetapi detail temuannya dan batas pasti akses masih belum jelas dari informasi yang tersedia.
1
26