De Nederlandsche Bank (DNB), bank sentral Belanda, memindahkan 86 ton emas ke London bukan untuk menjual atau mengurangi cadangan nasionalnya. Tujuannya adalah membuat sebagian cadangan tersebut lebih mudah diperdagangkan dan digunakan apabila terjadi krisis berat, di tengah apa yang DNB sebut sebagai meningkatnya gejolak geopolitik. Total cadangan emas Belanda tetap 612,4 ton.
33
34
Yang berubah hanya lokasi, bukan jumlah emas
Pada Maret hingga Agustus 2026, DNB memindahkan 86 ton dari simpanannya di New York, Amerika Serikat, dan Ottawa, Kanada, ke London. Jumlah itu lebih dari seperempat dari sekitar 313 ton emas yang sebelumnya tersimpan di dua lokasi Amerika Utara tersebut.
36
39
Ini adalah perubahan lokasi penyimpanan dan akses pasar, bukan penjualan emas negara. Pada akhir 2025, total emas DNB bernilai €72,2 miliar. Operasi tersebut mengubah tempat emas disimpan, bukan jumlah yang dimiliki Belanda.
35
40
Tidak semua emas dikirim menyeberangi Atlantik
DNB memakai dua cara untuk melakukan relokasi:
- Sekitar 59 ton dijual di New York, lalu digantikan dengan emas setara yang dibeli di London.
- Lebih dari 27 ton dipindahkan secara fisik ke Britania Raya; laporan menyebut sebagian prosesnya melalui pusat kas DNB di Zeist.
37
39
42
Metode jual lalu beli kembali memungkinkan DNB memindahkan nilai cadangannya ke ekosistem emas London tanpa perlu mengangkut seluruh batang emas secara fisik. Sebagian tetap diangkut, tetapi pendekatan pasar mengurangi kebutuhan perpindahan fisik dalam skala penuh.
33
42
Mengapa memilih London?
Menurut DNB, emas yang tersimpan di London lebih mudah diperdagangkan ketika terjadi krisis. Sistem penyimpanan emas Bank of England berada di pusat pasar emas fisik grosir dunia. Menyimpan emas di sana dapat mempermudah akses ke pembeli dan infrastruktur pasar bila cadangan perlu segera dijual, ditukar, atau digunakan sebagai jaminan.
33
43
Intinya, nilai cadangan emas bukan hanya terletak pada jumlahnya. Dalam situasi tertekan, bank sentral juga mempertimbangkan seberapa cepat aset itu dapat dimobilisasi. DNB membingkai keputusan ini sebagai penguatan kesiapan menghadapi krisis besar.
33
34
Langkah tersebut bukan repatriasi penuh ke dalam negeri. London tetap merupakan lokasi penyimpanan di luar Belanda. Namun, DNB mengurangi konsentrasi simpanan di Amerika Utara sambil mempertahankan akses ke salah satu pusat perdagangan emas terbesar dunia.
London kini menjadi lokasi terbesar emas Belanda
Relokasi ini mengubah komposisi geografis cadangan emas Belanda secara signifikan:
| Lokasi penyimpanan |
Sebelum pemindahan |
Setelah pemindahan |
| London |
18,1% |
32,1% |
| New York |
31,3% |
18,5% |
| Ottawa |
19,7% |
18,5% |
| Zeist, Belanda |
— |
30,8% |
Porsi London naik 14 poin persentase dan menjadikannya lokasi penyimpanan tunggal terbesar bagi emas Belanda. New York dan Ottawa masing-masing tersisa 18,5%, sementara hampir sepertiga cadangan tetap berada di Zeist, Belanda.
34
36
40
Prancis melakukan transaksi serupa, tetapi dengan alasan berbeda
Prancis juga tidak sekadar mengirim batang emas yang sama dari New York ke Eropa. Antara Juli 2025 dan Januari 2026, Banque de France menjual 129 ton emas yang tersimpan di Federal Reserve New York dan membeli emas dalam jumlah setara di Eropa. Volume itu sekitar 5% dari cadangan emas Prancis.
19
49
Pelaporan mengenai langkah Prancis menunjukkan alasan praktis tambahan: mengganti batang emas berformat lama dengan emas batangan yang memenuhi spesifikasi pasar modern yang lebih disukai. Karena itu, operasi Prancis merupakan kombinasi relokasi penyimpanan dan standardisasi kualitas atau format emas.
50
54
Perbandingan ini penting, tetapi alasan resminya tidak sama. DNB secara eksplisit menekankan kesiapan krisis dan kemudahan perdagangan di London. Gubernur Banque de France, di sisi lain, mengatakan transaksi Prancis tidak bermotif politik.
33
49
Mengapa Jerman dan Italia belum mengumumkan langkah baru serupa?
Jerman dan Italia menghadapi dorongan domestik agar lebih banyak emas dipulangkan dari Amerika Serikat. Namun, keduanya belum mengumumkan strategi repatriasi baru dalam skala penuh. Jerman masih menyimpan sekitar 1.236 ton, atau sekitar 37% cadangan emasnya, di Federal Reserve Bank of New York. Pemerintah Jerman menyatakan penarikan emas itu saat ini tidak sedang dipertimbangkan.
25
29
Catatan publik tidak cukup untuk menetapkan satu alasan pasti atas belum adanya langkah baru. Menyimpan sebagian cadangan di New York dapat mempertahankan diversifikasi geografis serta akses ke infrastruktur kustodi dan pasar yang telah mapan. Pemindahan emas dalam jumlah sangat besar juga memerlukan logistik dan perencanaan operasional yang rumit. Jerman sendiri telah menjalankan transfer besar sebelumnya, termasuk memindahkan 300 ton dari New York ke Frankfurt pada 2017.
20
29
Jadi, kesimpulan yang lebih tepat bukan bahwa Jerman atau Italia menolak memindahkan emas untuk selamanya. Hingga kini, pengelola cadangan mereka hanya belum mengumumkan program baru yang sebanding dengan realokasi DNB pada 2026.
Apa makna tren ini bagi emas dan dolar?
Keputusan DNB selaras dengan perubahan lebih luas dalam cara bank sentral memandang ketahanan cadangan. Dalam survei World Gold Council 2026, 89% pengelola cadangan memperkirakan kepemilikan emas resmi global akan naik dalam 12 bulan berikutnya. Sebanyak 84% memperkirakan emas akan mengambil porsi lebih besar dalam cadangan dalam lima tahun mendatang.
4
7
Emas menarik bagi bank sentral karena tidak memiliki risiko kredit penerbit dan dapat membantu diversifikasi. Namun, emas bukan aset tanpa risiko. IMF menyebut emas sebagai aset cadangan berisiko tinggi karena volatilitas harganya, dan menilai pengelolaannya perlu memakai kerangka berbasis risiko serta likuiditas.
2
Karena itu, tren ini lebih tepat dibaca sebagai diversifikasi dan perencanaan menghadapi krisis, bukan pengabaian total terhadap dolar AS. Responden World Gold Council memang semakin banyak yang memperkirakan porsi dolar dalam cadangan global akan turun. Namun, dolar masih mencakup sekitar 57% cadangan devisa global pada akhir 2025, menurut analisis yang mengutip data IMF.
4
12
Bagi Belanda, pesannya sederhana: dalam pengelolaan cadangan modern, yang penting bukan hanya berapa banyak emas yang dimiliki bank sentral, tetapi juga di mana emas itu disimpan, apakah batangnya sesuai standar pasar, dan seberapa cepat emas tersebut dapat digunakan saat tekanan meningkat.