Dampaknya bukan sekadar stok ritel yang menipis. Ini adalah masalah alokasi kapasitas. Kapasitas yang sebelumnya bisa dipakai untuk DDR5 biasa, LPDDR, SSD klien, PC, atau ponsel kini lebih banyak ditarik ke produk AI dan server, tempat permintaan lebih kuat dan margin lebih tinggi . IDC juga menggambarkan kelangkaan ini sebagai dampak dari pengalihan kapasitas produksi dari elektronik konsumen ke solusi memori bermargin lebih tinggi untuk AI, dengan efek berantai ke pembuat perangkat dan pengguna akhir
.
HBM bukan dunia yang terpisah dari DRAM. Ia dibangun dari DRAM yang ditumpuk dan membutuhkan proses manufaktur serta packaging khusus . Ketika produsen memori mengalokasikan lebih banyak kapasitas ke HBM, bagian dari basis produksi yang sama menjadi lebih sedikit tersedia untuk DRAM tradisional yang dipakai sistem lain
.
Sejumlah laporan industri juga menyebut SK hynix, Samsung, dan Micron menggeser produksi wafer ke HBM untuk akselerator AI . Secara bisnis, langkah itu masuk akal: memori untuk AI dan server mendapat prioritas, sementara memori komoditas untuk perangkat konsumen menjadi lebih rentan terhadap batas alokasi dan kenaikan harga
.
SSD terdampak karena bergantung pada NAND flash, dan NAND juga sedang ditarik ke kebutuhan pusat data. TrendForce menyebut permintaan NAND flash makin terpolarisasi antara aplikasi konsumen dan AI, dengan SSD enterprise menjadi segmen terbesar; dalam prospek kuartal I 2026 yang sama, harga SSD klien diperkirakan naik lebih dari 40% .
Pemasok storage juga memperingatkan adanya kendala alokasi yang dipicu pembangunan pusat data, hyperscaler, dan server AI, dengan harga DRAM serta NAND naik dan waktu tunggu pengiriman diperkirakan memanjang . Dengan kata lain, masalah SSD bukan cuma orang ramai-ramai membeli upgrade laptop. Pembeli SSD konsumen dan klien kini harus bersaing dengan pesanan storage enterprise yang terkait cloud dan infrastruktur AI
.
Penyedia layanan cloud skala besar, sering disebut hyperscaler, punya anggaran dan urgensi untuk memesan pasokan memori lebih dulu daripada banyak pembeli lain. TrendForce menyebut penyedia layanan cloud berbasis di AS yang mengunci kapasitas ikut memperlebar jurang pasokan-permintaan DRAM dan memaksa pembeli lain menerima harga lebih tinggi . TechwireAsia melaporkan permintaan AI dan kapasitas yang terbatas diperkirakan menjaga harga memori tetap tinggi dan pengiriman tetap lemah setidaknya hingga 2027
.
Ini menjelaskan mengapa kelangkaan bisa bertahan meski total output naik. Pasokan baru memang bisa masuk, tetapi klaim pertama atas kapasitas itu sering jatuh ke server AI, HBM, DRAM server, dan kontrak SSD enterprise, bukan ke kanal PC konsumen, ponsel, atau SSD klien .
Kapasitas produksi memori tidak bisa ditambah secepat menerbitkan purchase order. TechwireAsia melaporkan bahwa untuk memenuhi permintaan, produksi memori perlu tumbuh sekitar 12% per tahun hingga 2027, sementara pertumbuhan saat ini sekitar 7,5%; laporan yang sama menggambarkan celah sekitar 40% dan output yang hanya akan memenuhi sekitar 60% permintaan pada 2027 .
Ringkasan Gigazine atas laporan terkait menyebut sebagian besar fasilitas tambahan diperkirakan belum beroperasi sampai 2027 atau, paling lambat, 2028 . Jadwal pabrik inilah yang membuat 2028 sering muncul dalam prediksi kelangkaan: ekspansi fab yang disetujui hari ini tidak langsung menghasilkan pasokan DRAM atau NAND yang sudah memenuhi standar kualitas dan yield tinggi
.
Kelangkaan ini sulit diakali karena tidak hanya terjadi pada satu jenis produk. Laporan industri menggambarkan tekanan berat pada HDD, DRAM, HBM, dan NAND pada 2026 . Ketika beberapa kategori yang berdekatan sama-sama ketat, pembeli tidak punya banyak pilihan substitusi yang mudah.
Bagi perusahaan, ini bisa berarti siklus pengadaan server dan storage yang lebih panjang. Bagi pasar PC, ponsel, dan SSD klien, tekanan muncul lewat biaya komponen yang lebih tinggi ketika infrastruktur AI menyerap porsi pasokan yang lebih besar .
Tidak. Angka 2028 adalah proyeksi risiko, bukan tanggal pasti. Tekanan bisa mereda lebih cepat jika belanja infrastruktur AI melambat, jika pesanan jangka panjang mulai terserap, atau jika kapasitas baru beroperasi lebih cepat dari perkiraan. Sebaliknya, kelangkaan bisa bertahan lebih lama jika pelanggan cloud dan AI terus mengunci pasokan HBM, DRAM server, NAND, dan SSD enterprise lebih cepat daripada produsen menambah output .
Untuk pembeli, kesimpulan praktisnya adalah merencanakan harga yang tetap tinggi dan waktu tunggu yang lebih panjang, bukan berasumsi RAM dan SSD murah akan segera kembali. TrendForce memperkirakan kenaikan harga kuartalan yang tajam untuk DRAM server dan SSD klien pada prospek kuartal I 2026, sementara TechwireAsia melaporkan tekanan biaya memori dapat berlanjut setidaknya hingga 2027 . Jadi, 2028 sebaiknya dibaca sebagai jendela risiko yang masuk akal berdasarkan permintaan AI dan keterbatasan kapasitas saat ini, bukan sebagai kepastian mutlak.
Comments
0 comments