Pemicu yang dilaporkan adalah guncangan energi. Sejumlah laporan perjalanan dan pasar mengaitkan tekanan avtur dengan konflik Iran serta gangguan di sekitar Selat Hormuz . Salah satu laporan perjalanan menggambarkan Selat Hormuz sebagai jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga gangguan di sana dapat cepat merambat ke pasar bahan bakar
.
Bagi maskapai, avtur bukan pos biaya kecil. Satu laporan industri perjalanan memperkirakan bahan bakar pesawat mencakup sekitar 30% biaya operasional maskapai . Ketika biaya sebesar itu naik cepat, maskapai biasanya menghadapi pilihan yang tidak nyaman: menaikkan tarif, menambah biaya tambahan, memangkas penerbangan, atau melakukan kombinasi semuanya.
MarketWatch melaporkan maskapai memangkas penerbangan karena kenaikan biaya bahan bakar menekan margin, meski permintaan perjalanan musim panas tetap kuat . AirHelp juga melaporkan maskapai memangkas jadwal, menambah biaya tambahan, dan merombak jaringan penerbangan menjelang puncak musim perjalanan
.
Angka yang beredar tidak selalu sama karena masing-masing mengukur periode dan potret jadwal yang berbeda. Cara paling aman membacanya: ini tanda kapasitas sedang ditekan, bukan angka final seluruh pembatalan musim panas.
Karena data jadwal terus berubah saat maskapai memperbarui jaringan, angka-angka ini bisa bergerak. Analisis Business Insider, misalnya, membandingkan dua potret jadwal yang berjarak 10 hari, sehingga menangkap penghapusan terbaru, bukan hasil akhir untuk seluruh musim panas .
Tidak semua rute menghasilkan margin yang sama. Ketika harga avtur naik, rute yang ekonominya lemah menjadi lebih sulit dipertahankan, terutama jika tarif tidak bisa dinaikkan cukup tinggi untuk menutup biaya baru. Beberapa laporan menyoroti penerbangan jarak pendek dan model low-cost sebagai yang lebih rentan karena margin perjalanan seperti ini cenderung lebih tipis .
Itulah sebabnya maskapai sering memulai dengan mengurangi frekuensi, menggabungkan rute, memindahkan pesawat ke rute lain, atau mencoret penerbangan tertentu. Euro Weekly News melaporkan sebagian penerbangan mulai menghilang dari jadwal dan beberapa rute dikonsolidasikan saat maskapai bersiap menghadapi kemungkinan gangguan bahan bakar lanjutan .
Efek paling langsung adalah jumlah kursi yang tersedia berkurang. Jika jutaan kursi dihapus dari jadwal Mei dan musim panas, penumpang punya pilihan lebih sedikit pada tanggal-tanggal ramai dan ruang gerak yang lebih sempit jika koneksi terputus atau penerbangan dibatalkan . Adept Traveler memperingatkan bahwa jadwal yang lebih tipis membuat penumpang memiliki lebih sedikit penerbangan cadangan saat terjadi delay, masalah koneksi, atau gangguan pada hari keberangkatan
.
Kenaikan biaya operasional pada akhirnya bisa muncul di harga tiket. MarketWatch melaporkan tarif musim panas yang lebih tinggi menjadi lebih mungkin saat biaya avtur melonjak . AirHelp juga melaporkan sebagian maskapai menambahkan biaya tambahan dan menyesuaikan jadwal sebagai respons terhadap kekurangan bahan bakar
.
Pemangkasan ini tidak terjadi sama rata di semua wilayah dan maskapai. MarketWatch melaporkan maskapai Eropa sudah memangkas penerbangan saat kekurangan avtur memengaruhi bisnis penerbangan . Analisis Cirium yang dilaporkan Business Insider menyebut sebagian besar penghapusan penerbangan musim panas dalam datanya berasal dari Spirit dan United Airlines
.
Namun, itu bukan berarti setiap rute di maskapai tersebut pasti terdampak. Bagi penumpang, yang paling penting adalah memeriksa jadwal spesifik, bukan hanya mengandalkan gambaran umum.
Guncangan bahan bakar juga bisa menyentuh wisatawan yang memutuskan tidak naik pesawat. Marketplace melaporkan analis memperkirakan sebagian pelancong dapat beralih dari terbang ke berkendara saat harga tiket naik, sehingga menambah tekanan pada permintaan bensin ketika pasokan sudah ketat .
Tidak perlu panik, tetapi rencanakan perjalanan dengan asumsi jadwal akan lebih padat dan lebih sedikit toleransi kesalahan.
Ini bukan hanya soal harga avtur, tetapi juga soal kapasitas. Maskapai memangkas jadwal karena biaya bahan bakar yang lebih tinggi dan ketidakpastian pasokan membuat sebagian penerbangan menjadi kurang ekonomis, bahkan ketika musim perjalanan sedang ramai .
Angka yang paling kuat saat ini menunjukkan sekitar 13.000 penerbangan Mei dan hampir 2 juta kursi sudah dihapus, sementara data jadwal musim panas terpisah menunjukkan lebih dari 75.000 penerbangan dicoret untuk periode Juni hingga September .
Jika pasokan bahan bakar stabil, laju pemangkasan bisa mereda. Jika gangguan terkait Iran berlanjut, sejumlah laporan memperingatkan lebih banyak penerbangan musim panas dapat berisiko . Bagi penumpang, langkah praktisnya jelas: pesan dengan lebih fleksibel, sisakan waktu lebih longgar, dan cek jadwal sesering mungkin.
Comments
0 comments