Pemilihan window rilis di awal Oktober ini cukup cerdas. Praktis, game ini bisa bernapas lega, tidak perlu berebut perhatian dengan badai judul-judul AAA yang biasa menghujani pasar di bulan November . Sayangnya, detail harga pre-order masih belum diumumkan, meski pemesanan sudah dibuka di semua platform.
Tidak ada strategi eksklusivitas yang njlimet. Pemilik tiga platform besar bisa memainkannya secara bersamaan :
Kamu akan berperan sebagai Cel, seorang teknisi tempur muda yang ditugaskan ke fasilitas bawah tanah raksasa yang telah ditinggalkan. Misi awalnya sederhana: menyelidiki sumber gangguan yang tidak diketahui . Namun, misi teknis ini dengan cepat berubah menjadi perjalanan mengerikan menelusuri dunia yang telah runtuh dan hancur
.
Cel bukanlah prajurit super. Kekuatan makhluk-makhluk parasit mengerikan yang menghuni reruntuhan fasilitas itu berada jauh di atasnya. Alih-alih tembak-menembak membabi buta, lebih sering kamu harus mengandalkan insting untuk bersembunyi dan berimprovisasi agar tetap hidup .
Ceritanya akan mengajakmu mengupas misteri kejatuhan fasilitas tersebut selangkah demi selangkah, sambil terus berjuang melawan rasa takut. Dalam trailer perdananya, sebuah suara halus berbisik dari kegelapan: “Untuk siapa pun yang mendengar pesan ini, kami menunggumu.” . Misterius, bukan?
Meskipun atmosfernya jelas-jelas mengingatkan pada Little Nightmares, DNA gameplay-nya mengambil pendekatan yang berbeda. Section 9 menggambarkan End of Abyss seperti campuran eksplorasi, tembak-menembak twin-stick, dan perkembangan ala Metroidvania .
Perjalanan End of Abyss ke hadapan publik terjadi dalam dua babak:
Bagi kamu yang mendambakan game horor metodis dengan rasa takut yang berasal dari kelemahan, bukan dari fantasi menjadi pahlawan super, End of Abyss tampaknya akan menjadi salah satu petualangan paling gelap di tahun 2026.
Comments
0 comments