Efek riak paling nyata dari IPO ini terasa 7.000 mil jauhnya di bursa saham Arab Saudi, yang dikenal dengan nama Tadawul.
Setelah debut Nasdaq, Kingdom Holding dalam pengajuan regulasinya mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki 42,4 juta saham biasa Kelas A SpaceX, yang mewakili 0,34% saham perusahaan . Berdasarkan harga penutupan $160,95, nilai wajar kepemilikan ini mencapai sekitar $6,83 miliar. Sebelumnya, dalam laporan keuangan 31 Maret 2026, nilai tercatat saham yang sama hanya $4,47 miliar. Selisihnya menghasilkan keuntungan tidak terealisasi sekitar $2,36 miliar (sekitar Rp38 triliun)
.
Kepemilikan Pangeran Alwaleed lebih dari sekadar investasi korporat. Bersama kantor pribadinya, total gabungan sahamnya di SpaceX mencapai 0,63% dari perusahaan . Sang pangeran secara pribadi memiliki 0,29%, yang dinilai sekitar $3,2 miliar berdasarkan valuasi $800 miliar sebelum IPO
.
Berita tentang kepemilikan gabungan ini mengirim saham Kingdom Holding sendiri ke reli singkat nan intens. Pada awal Juni 2026, saham melonjak hampir 10% di bursa Tadawul setelah pengungkapan awal . Dalam kurun dua hari perdagangan, saham meroket 21%, mendorong kapitalisasi pasar perusahaan ke level tertinggi 10 tahun di 53,44 miliar riyal Saudi (~Rp60 triliun) pada 11 Juni
.
Setelah pencatatan resmi di Nasdaq, saham Kingdom Holding naik hingga 5% lagi, mencapai kapitalisasi pasar sekitar 56 miliar riyal ($14,9 miliar) . Namun, euforia ini berumur pendek. Harga saham masih jauh di bawah harga IPO-nya di tahun 2007, dan beberapa analis menunjukkan bahwa likuiditas saham SpaceX—yang tunduk pada periode penguncian 180 hari—membatasi seberapa banyak nilai riil yang bisa diekstraksi dalam jangka pendek
.
Asal mula keuntungan ini dapat ditelusuri kembali ke tahun 2022 dan momen turbulensi korporat.
Pangeran Alwaleed dan Kingdom Holding adalah salah satu pemegang saham terbesar di Twitter ketika Elon Musk mengambil alih perusahaan media sosial itu secara privat. Sebagai bagian dari akuisisi senilai $44 miliar, alih-alih mencairkan sahamnya, Alwaleed setuju untuk menggulirkan (roll) saham Twitter-nya menjadi ekuitas di perusahaan-perusahaan swasta milik Musk .
Keputusan ini secara luas dilihat sebagai pertaruhan pada ambisi Musk yang lebih luas, di saat aset-aset itu sangat tidak likuid. Taruhan itu terbayar lunas dengan spektakuler setelah Musk menggabungkan xAI ke dalam SpaceX pada Februari 2026, mengonsolidasikan potensi kenaikan nilai Alwaleed menjelang penawaran umum .
IPO ini mengukuhkan pemulihan finansial pribadi yang luar biasa bagi sang pangeran, yang sebelumnya menghadapi tekanan besar pasca-operasi anti-korupsi Arab Saudi pada 2017.
Kekayaan bersihnya pasca-IPO melonjak ke sekitar $24,5 hingga $24,7 miliar, angka yang tidak terlihat dalam lebih dari satu dekade. Ini menempatkannya di posisi 93 dalam daftar miliarder Forbes . Meskipun keuntungan ini saat ini hanya di atas kertas dan rentan terhadap fluktuasi pasar serta pembatasan lock-up, peristiwa ini mewakili salah satu peristiwa penciptaan kekayaan tunggal paling luar biasa yang berasal dari ekosistem SpaceX di luar Elon Musk sendiri.