Oyster Story Rolex di Shanghai: Merayakan 100 Tahun Inovasi Jam Tangan Tahan Air
Pameran “Oyster Story” di Shanghai menampilkan lebih dari 100 arloji sekaligus memperingati satu abad Oyster, jam tangan tahan air pertama Rolex yang dipatenkan pada 1926 [2][7][11]. Sorotan pameran mencakup Oyster yang dikenakan Mercedes Gleitze saat menyeberangi Selat Inggris pada 1927, edisi khusus Oyster Perpetu...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-ProGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Pameran “Oyster Story” di Shanghai menampilkan lebih dari 100 arloji sekaligus memperingati satu abad Oyster, jam tangan tahan air pertama Rolex yang dipatenkan pada 1926 [2][7][11].
Sorotan pameran mencakup Oyster yang dikenakan Mercedes Gleitze saat menyeberangi Selat Inggris pada 1927, edisi khusus Oyster Perpetual, serta komponen mesin presisi yang untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada pu...
Shanghai menjadi pembuka rangkaian perayaan global selama setahun, dengan visi pendiri Rolex, Hans Wilsdorf, sebagai benang merah utama kisah Oyster [6][10][13].
What were the key features, historical milestones, and notable figures highlighted at Rolex's 2026 "Oyster Story" exhibition in Shanghai, ceThe "Oyster Story" exhibition at Shanghai's West Bund Dome Art Center traces 100 years of the waterproof Oyster wristwatch through over 100 timepieces and immersive installations.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What were the key features, historical milestones, and notable figures highlighted at Rolex's 2026 "Oyster Story" exhibition in Shanghai, ce. Article summary: Rolex's **"Oyster Story"** exhibition opened on June 10, 2026, at Shanghai's West Bund Dome Art Center, running through June 28, 2026, as the global debut event celebrating the 100th anniversary of the Oyster — the world. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Rolex Oyster 100 Years Exhibition in Shanghai. Making its debut in Shanghai, ***Oyster Story*** is an all-encompassing, immersive exhibition to mark the centenary of the Rolex Oy" source context "Rolex Oyster 100 Years Exhibition in Shanghai - SJX Watches" Reference image 2: visual subject "# Rolex Oyster 100 Y
openai.com
Rolex membawa kisah satu abad inovasi jam tangan tahan air ke Shanghai melalui pameran imersif “Oyster Story”. Digelar di West Bund Dome Art Center pada 10–28 Juni 2026, pameran ini menjadi pembuka global rangkaian perayaan 100 tahun Oyster—jam tangan Rolex yang dipatenkan Hans Wilsdorf pada 1926 dan disebut sebagai jam tangan pertama yang benar-benar tahan air serta debu .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Oyster Story Rolex di Shanghai: Merayakan 100 Tahun Inovasi Jam Tangan Tahan Air"?
Pameran “Oyster Story” di Shanghai menampilkan lebih dari 100 arloji sekaligus memperingati satu abad Oyster, jam tangan tahan air pertama Rolex yang dipatenkan pada 1926 [2][7][11].
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Pameran “Oyster Story” di Shanghai menampilkan lebih dari 100 arloji sekaligus memperingati satu abad Oyster, jam tangan tahan air pertama Rolex yang dipatenkan pada 1926 [2][7][11]. Sorotan pameran mencakup Oyster yang dikenakan Mercedes Gleitze saat menyeberangi Selat Inggris pada 1927, edisi khusus Oyster Perpetual, serta komponen mesin presisi yang untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada pu...
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Shanghai menjadi pembuka rangkaian perayaan global selama setahun, dengan visi pendiri Rolex, Hans Wilsdorf, sebagai benang merah utama kisah Oyster [6][10][13].
Oyster Story Rolex di Shanghai: Merayakan 100 Tahun Inovasi Jam Tangan Tahan Air
Pameran “Oyster Story” di Shanghai menampilkan lebih dari 100 arloji sekaligus memperingati satu abad Oyster, jam tangan tahan air pertama Rolex yang dipatenkan pada 1926 [2][7][11]. Sorotan pameran mencakup Oyster yang dikenakan Mercedes Gleitze saat menyeberangi Selat Inggris pada 1927, edisi khusus Oyster Perpetu...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-ProGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Pameran “Oyster Story” di Shanghai menampilkan lebih dari 100 arloji sekaligus memperingati satu abad Oyster, jam tangan tahan air pertama Rolex yang dipatenkan pada 1926 [2][7][11].
Sorotan pameran mencakup Oyster yang dikenakan Mercedes Gleitze saat menyeberangi Selat Inggris pada 1927, edisi khusus Oyster Perpetual, serta komponen mesin presisi yang untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada pu...
Shanghai menjadi pembuka rangkaian perayaan global selama setahun, dengan visi pendiri Rolex, Hans Wilsdorf, sebagai benang merah utama kisah Oyster [6][10][13].
What were the key features, historical milestones, and notable figures highlighted at Rolex's 2026 "Oyster Story" exhibition in Shanghai, ceThe "Oyster Story" exhibition at Shanghai's West Bund Dome Art Center traces 100 years of the waterproof Oyster wristwatch through over 100 timepieces and immersive installations.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What were the key features, historical milestones, and notable figures highlighted at Rolex's 2026 "Oyster Story" exhibition in Shanghai, ce. Article summary: Rolex's **"Oyster Story"** exhibition opened on June 10, 2026, at Shanghai's West Bund Dome Art Center, running through June 28, 2026, as the global debut event celebrating the 100th anniversary of the Oyster — the world. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Rolex Oyster 100 Years Exhibition in Shanghai. Making its debut in Shanghai, ***Oyster Story*** is an all-encompassing, immersive exhibition to mark the centenary of the Rolex Oy" source context "Rolex Oyster 100 Years Exhibition in Shanghai - SJX Watches" Reference image 2: visual subject "# Rolex Oyster 100 Y
openai.com
Rolex membawa kisah satu abad inovasi jam tangan tahan air ke Shanghai melalui pameran imersif “Oyster Story”. Digelar di West Bund Dome Art Center pada 10–28 Juni 2026, pameran ini menjadi pembuka global rangkaian perayaan 100 tahun Oyster—jam tangan Rolex yang dipatenkan Hans Wilsdorf pada 1926 dan disebut sebagai jam tangan pertama yang benar-benar tahan air serta debu .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Oyster Story Rolex di Shanghai: Merayakan 100 Tahun Inovasi Jam Tangan Tahan Air"?
Pameran “Oyster Story” di Shanghai menampilkan lebih dari 100 arloji sekaligus memperingati satu abad Oyster, jam tangan tahan air pertama Rolex yang dipatenkan pada 1926 [2][7][11].
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Pameran “Oyster Story” di Shanghai menampilkan lebih dari 100 arloji sekaligus memperingati satu abad Oyster, jam tangan tahan air pertama Rolex yang dipatenkan pada 1926 [2][7][11]. Sorotan pameran mencakup Oyster yang dikenakan Mercedes Gleitze saat menyeberangi Selat Inggris pada 1927, edisi khusus Oyster Perpetual, serta komponen mesin presisi yang untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada pu...
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Shanghai menjadi pembuka rangkaian perayaan global selama setahun, dengan visi pendiri Rolex, Hans Wilsdorf, sebagai benang merah utama kisah Oyster [6][10][13].
Namun, “Oyster Story” bukan sekadar kilas balik sejarah. Pameran ini menempatkan Oyster sebagai fondasi teknis sekaligus gagasan utama di balik perkembangan Rolex hingga sekarang. Pengunjung diajak mengikuti perjalanan multi-ruang yang dimulai dari visi Wilsdorf, lalu berlanjut ke kiprah Oyster dalam dunia eksplorasi, olahraga, dan lingkungan ekstrem .
Apa saja yang ditampilkan?
Skala pameran mencerminkan pentingnya Oyster dalam sejarah Rolex. Lebih dari 100 arloji dipamerkan, mulai dari model langka dalam arsip merek dan koleksi pribadi hingga Oyster Perpetual kontemporer. Sebagian di antaranya belum pernah ditampilkan kepada publik sebelumnya .
Untuk pertama kalinya, pengunjung juga dapat melihat mesin yang dibongkar serta berbagai komponen cangkang jam. Peragaan ini menjelaskan bagaimana desain Oyster menciptakan segel kedap melalui bezel, penutup belakang, dan crown yang dikencangkan dengan sistem ulir .
Instalasi imersif dan proyeksi sinematik membawa pengunjung menyusuri narasi pameran. Di zona khusus “Superlative”, Rolex memaparkan standar sertifikasi yang diperbarui pada 2026, termasuk pengujian terhadap magnetisme, keandalan, dan keberlanjutan .
Dalam rangka peringatan satu abad tersebut, Rolex juga memperkenalkan edisi khusus Oyster Perpetual . Tiket pameran tersedia secara gratis, tetapi pengunjung wajib melakukan reservasi terlebih dahulu. Jam buka pada hari kerja adalah pukul 10.00–19.30, sedangkan akhir pekan berlangsung hingga pukul 22.00 .
Tonggak sejarah Oyster
Pameran ini menyusun perjalanan Oyster melalui sejumlah momen penting yang ikut mengubah dunia horologi:
1926: Hans Wilsdorf mematenkan cangkang Oyster. Dengan menggabungkan crown, bezel, dan penutup belakang yang dikencangkan menggunakan ulir, desain ini menghasilkan jam tangan yang tahan air dan debu secara andal .
1927: Perenang asal Inggris, Mercedes Gleitze, mengenakan Oyster saat menempuh penyeberangan Selat Inggris selama 10 jam. Jam tersebut tetap berfungsi setelah perjalanan itu, menjadi pembuktian nyata yang sangat penting bagi teknologi sekaligus promosi awal Rolex .
1931: Rolex memperkenalkan rotor Perpetual, mekanisme pemuntir otomatis yang kemudian melahirkan nama Oyster Perpetual .
1945: Datejust diperkenalkan sebagai jam tangan pemuntir otomatis pertama dengan jendela tanggal, menggunakan cangkang Oyster.
1953: Submariner hadir sebagai jam tangan penyelam pertama Rolex yang tahan air hingga kedalaman 100 meter. Model ini semakin mengukuhkan peran Oyster sebagai fondasi jam tangan profesional.
Sejak pertengahan abad ke-20: Cangkang Oyster menjadi dasar bagi Explorer, GMT-Master, Day-Date, Sea-Dweller, dan berbagai model profesional berikutnya, yang terus mendorong batas ketahanan, presisi, dan kemampuan beroperasi di kedalaman ekstrem .
Hans Wilsdorf dan Mercedes Gleitze
Dua tokoh menjadi pusat cerita pameran ini.
Hans Wilsdorf digambarkan sebagai penggagas utama di balik Oyster. Ia meyakini bahwa jam tangan dapat tetap presisi sekaligus terlindungi dari air dan debu—sebuah ambisi yang terdengar sulit diwujudkan pada awal abad ke-20, tetapi kemudian mengubah arah industri pembuatan jam .
Sementara itu, Mercedes Gleitze ditampilkan bukan hanya sebagai atlet penguji, melainkan juga sebagai simbol daya tahan manusia. Oyster asli yang digunakannya saat menyeberangi Selat Inggris pada 1927 menjadi salah satu objek utama pameran, menghubungkan pencapaian teknis dengan kisah keberanian dan ketekunan .
Shanghai dipilih sebagai pemberhentian pertama tur perayaan global satu abad Oyster. Selain pameran, rangkaian ini mencakup film sinematik baru dan aktivasi internasional lainnya, menjadikan “Oyster Story” sebagai pembuka kampanye Rolex selama setahun .
thehourmarkers.com
100 Years Down, And The Rolex Oyster Perpetual Is Just Getti
Namun, “Oyster Story” bukan sekadar kilas balik sejarah. Pameran ini menempatkan Oyster sebagai fondasi teknis sekaligus gagasan utama di balik perkembangan Rolex hingga sekarang. Pengunjung diajak mengikuti perjalanan multi-ruang yang dimulai dari visi Wilsdorf, lalu berlanjut ke kiprah Oyster dalam dunia eksplorasi, olahraga, dan lingkungan ekstrem .
Apa saja yang ditampilkan?
Skala pameran mencerminkan pentingnya Oyster dalam sejarah Rolex. Lebih dari 100 arloji dipamerkan, mulai dari model langka dalam arsip merek dan koleksi pribadi hingga Oyster Perpetual kontemporer. Sebagian di antaranya belum pernah ditampilkan kepada publik sebelumnya .
Untuk pertama kalinya, pengunjung juga dapat melihat mesin yang dibongkar serta berbagai komponen cangkang jam. Peragaan ini menjelaskan bagaimana desain Oyster menciptakan segel kedap melalui bezel, penutup belakang, dan crown yang dikencangkan dengan sistem ulir .
Instalasi imersif dan proyeksi sinematik membawa pengunjung menyusuri narasi pameran. Di zona khusus “Superlative”, Rolex memaparkan standar sertifikasi yang diperbarui pada 2026, termasuk pengujian terhadap magnetisme, keandalan, dan keberlanjutan .
Dalam rangka peringatan satu abad tersebut, Rolex juga memperkenalkan edisi khusus Oyster Perpetual . Tiket pameran tersedia secara gratis, tetapi pengunjung wajib melakukan reservasi terlebih dahulu. Jam buka pada hari kerja adalah pukul 10.00–19.30, sedangkan akhir pekan berlangsung hingga pukul 22.00 .
Tonggak sejarah Oyster
Pameran ini menyusun perjalanan Oyster melalui sejumlah momen penting yang ikut mengubah dunia horologi:
1926: Hans Wilsdorf mematenkan cangkang Oyster. Dengan menggabungkan crown, bezel, dan penutup belakang yang dikencangkan menggunakan ulir, desain ini menghasilkan jam tangan yang tahan air dan debu secara andal .
1927: Perenang asal Inggris, Mercedes Gleitze, mengenakan Oyster saat menempuh penyeberangan Selat Inggris selama 10 jam. Jam tersebut tetap berfungsi setelah perjalanan itu, menjadi pembuktian nyata yang sangat penting bagi teknologi sekaligus promosi awal Rolex .
1931: Rolex memperkenalkan rotor Perpetual, mekanisme pemuntir otomatis yang kemudian melahirkan nama Oyster Perpetual .
1945: Datejust diperkenalkan sebagai jam tangan pemuntir otomatis pertama dengan jendela tanggal, menggunakan cangkang Oyster.
1953: Submariner hadir sebagai jam tangan penyelam pertama Rolex yang tahan air hingga kedalaman 100 meter. Model ini semakin mengukuhkan peran Oyster sebagai fondasi jam tangan profesional.
Sejak pertengahan abad ke-20: Cangkang Oyster menjadi dasar bagi Explorer, GMT-Master, Day-Date, Sea-Dweller, dan berbagai model profesional berikutnya, yang terus mendorong batas ketahanan, presisi, dan kemampuan beroperasi di kedalaman ekstrem .
Hans Wilsdorf dan Mercedes Gleitze
Dua tokoh menjadi pusat cerita pameran ini.
Hans Wilsdorf digambarkan sebagai penggagas utama di balik Oyster. Ia meyakini bahwa jam tangan dapat tetap presisi sekaligus terlindungi dari air dan debu—sebuah ambisi yang terdengar sulit diwujudkan pada awal abad ke-20, tetapi kemudian mengubah arah industri pembuatan jam .
Sementara itu, Mercedes Gleitze ditampilkan bukan hanya sebagai atlet penguji, melainkan juga sebagai simbol daya tahan manusia. Oyster asli yang digunakannya saat menyeberangi Selat Inggris pada 1927 menjadi salah satu objek utama pameran, menghubungkan pencapaian teknis dengan kisah keberanian dan ketekunan .
Shanghai dipilih sebagai pemberhentian pertama tur perayaan global satu abad Oyster. Selain pameran, rangkaian ini mencakup film sinematik baru dan aktivasi internasional lainnya, menjadikan “Oyster Story” sebagai pembuka kampanye Rolex selama setahun .
thehourmarkers.com
100 Years Down, And The Rolex Oyster Perpetual Is Just Getti