Kacamata AI GI0 (Rp4,5 juta) menjadi penantang langsung Meta Ray Ban dengan memakai Google Gemini, kamera 12MP, dan penyimpanan 32GB; sementara AR Vision GR0 (Rp7,5 juta) adalah layar kabel 172 inci yang bisa dipasang... GI0 nirkabel seberat 46 gram dibekali baterai 217 mAh dan tiga mikrofon, sedangkan GR0 seberat 6...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What were the key details of Acer's two new smart glasses unveiled in 2026 — the AR Vision GR0 and the GI0 — including their prices, feature. Article summary: On May 29, 2026, Acer unveiled two smart glasses — the **AR Vision GR0** (a wired AR display headset) and the **GI0** (a lightweight AI-powered camera-and-audio frame) — as it enters a smart-glasses market projected to e. Topic tags: general, news, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "With a lot of tech brands left and right now launching their own takes on smart eyewear, it’s unsurprising to see industry veterans get in on the action as well. With that in mind," source context "Acer Unveils its New Smart Eyewear Lineup - Phandroid" Reference image 2: visual subject "With a lot of tech b
Acer meluncurkan dua kacamata pintar yang sangat berbeda pada 29 Mei 2026, menegaskan ambisinya untuk bersaing di segmen kacamata berasisten AI sekaligus di kategori head-mounted display dalam waktu bersamaan. GI0 adalah bingkai nirkabel ringan berbekal kamera yang ditenagai oleh Google Gemini, sedangkan AR Vision GR0 merupakan headset layar kabel yang berfungsi sebagai monitor portabel untuk ponsel, laptop, atau tablet Anda. Keduanya dijadwalkan rilis secara bertahap di seluruh dunia hingga akhir 2026, menyasar konsumen di Amerika Utara, Eropa, dan Australia .
Kedua produk ini memenuhi kebutuhan yang sangat berbeda. GI0 bersaing di ranah ala Meta Ray-Ban: tanpa layar, tapi dibekali kamera, speaker, mikrofon, dan asisten AI yang bisa diajak bicara. Sementara itu, GR0 menantang ruang milik Xreal Air dan TCL RayNeo: bioskop pribadi yang Anda pakai di wajah, digerakkan oleh perangkat apa pun yang Anda colokkan.
GI0 adalah jawaban Acer terhadap Meta Ray-Ban. Bingkai nirkabel ini hanya seberat 46 gram, dilengkapi kamera 12 megapiksel, tiga mikrofon untuk menangkap suara, speaker internal, serta penyimpanan lokal 32 GB . Fitur paling menonjol adalah integrasi erat dengan Google Gemini: pengguna dapat melontarkan pertanyaan lewat suara, menerjemahkan bahasa secara langsung, menyaksikan teks buatan AI, dan menjalankan analisis gambar—semua melalui kacamata
.
GI0 terhubung ke ponsel Android atau iOS lewat Wi-Fi 5 atau Bluetooth 5.0 . Acer mengumumkan harga 299,99 dolar AS (sekitar Rp4,5 juta) di Amerika Utara, 399 euro (sekitar Rp6,5 juta) di EMEA, dan 599 dolar Australia (sekitar Rp6,1 juta) di Australia
. Ketersediaan dijadwalkan mulai Q3 2026 di Amerika Utara dan Australia, lalu Q4 2026 di EMEA
.
GR0 adalah jenis yang sama sekali berbeda. Ini adalah headset kabel yang memakai dua panel Micro OLED 1920×1080 (resolusi gabungan 3840×1080) pada 60 Hz dengan kecerahan 200 nits, cakupan warna 95% DCI-P3, dan rasio kontras 50.000:1 . Acer mengklaim pengalamannya menyimulasikan layar 172 inci yang dilihat dari jarak 6 meter
.
Perangkat ini mendukung konten 2D dan 3D, serta dilengkapi sensor 3DoF terintegrasi, akselerometer, sensor jarak, dan magnetometer . Jarak antarpupil tetap 64 mm dan tersedia sisipan lensa resep magnetik opsional membuatnya ramah bagi pengguna berkacamata
. Dengan bobot 69 gram, ia lebih ringan dari banyak layar AR pesaing
.
Karena tanpa prosesor internal, GR0 wajib tersambung via USB ke perangkat induk yang menjalankan Android, iOS, atau Windows . Ia pada dasarnya mengubah ponsel atau laptop apa pun menjadi pengalaman layar lebar pribadi. Harga mulai dari 499,99 dolar AS (sekitar Rp7,5 juta) di Amerika Utara, 599 euro (sekitar Rp9,8 juta) di EMEA, dan 999 dolar Australia (sekitar Rp10,3 juta) di Australia, dengan ketersediaan dimulai pada Q3 2026 di Amerika Utara dan Australia, lalu Q4 2026 di EMEA
.
GR0 menyasar pengguna yang menginginkan monitor AR “bawa-komputasi-sendiri” untuk hiburan dan produktivitas—bukan asisten AI atau kamera.
GI0 adalah serangan langsung ke segmen yang sekarang dikuasai Meta. Meta Ray-Ban menguasai sekitar 72,2% kategori kacamata pintar AI menurut data IDC kuartal pertama 2026 . EssilorLuxottica mengirimkan sekitar 7 juta kacamata pintar pada 2025 dan menargetkan kapasitas produksi tahunan 10 juta unit pada akhir 2026
. Pembeda Acer ada pada ekosistem asisten Google Gemini ketimbang Meta AI, plus penyimpanan internal yang tidak dimiliki kacamata Meta Ray-Ban.
Baik GI0 maupun kacamata cerdas Google yang dirumorkan akan dirilis langsung (diperkirakan musim gugur 2026) sama-sama menggunakan Gemini . Ini menciptakan dinamika yang tidak biasa, di mana pabrikan pihak ketiga meluncurkan perangkat bertenaga Gemini bahkan mungkin sebelum kacamata bermerek Google sendiri. Masih harus dilihat apakah perangkat keras Google nantinya akan memecah ekosistem Gemini atau justru memperkuatnya.
GR0 menempati ceruk persaingan yang berbeda. Ia bersaing dengan perangkat seperti Xreal Air dan TCL RayNeo—headset layar kabel yang berfungsi sebagai monitor portabel—tetapi dengan bobot lebih ringan (69 gram) dan harga bersaing 500 dolar AS . Belum ada monitor AR konsumen langsung yang menandingi kombinasi layar Micro OLED ganda Full HD, dukungan 3D, dan kompatibilitas lintas platform pada bobot dan harga sekaligus.
Masuknya Acer terjadi pada momen krusial bagi industri kacamata pintar. Estimasi pasar untuk tahun 2026 berkisar 7,5 miliar hingga 12,5 miliar dolar AS, dengan proyeksi pertumbuhan yang menunjukkan CAGR 24,2% hingga 2033 . Pengiriman diperkirakan melampaui 10 juta unit pada tahun 2026, didorong oleh integrasi AI dan pematangan teknologi optik waveguide
.
Kategori ini tumbuh 210% dari tahun ke tahun pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh 60% per tahun hingga 2029 menurut Counterpoint Research . Pada 2025, pengiriman perangkat XR mencapai 14,5 juta secara global—naik 41,6%—dengan kacamata pintar menyumbang hampir semua pertumbuhan tersebut
. Untuk pertama kalinya, kacamata pintar mewakili kira-kira setengah dari seluruh pengiriman XR di seluruh dunia
.
Meta tetap menjadi pemain dominan, tetapi lanskap terdiversifikasi dengan cepat. Samsung mengonfirmasi di MWC bahwa mereka menargetkan peluncuran kacamata pintar bertenaga AI pada 2026, dan kacamata cerdas Google diharapkan hadir pada musim gugur . Beberapa merek nontradisional—termasuk Amazfit dan XGIMI—juga masuk ke arena ini di CES 2026
.
Konvergensi asisten AI multimodal dan optik waveguide ringan menandai peralihan kategori kacamata pintar dari eksperimen khusus menjadi perangkat keras konsumen arus utama . Pendekatan dua arah Acer—mencakup bingkai AI sekaligus kacamata layar—menempatkannya di dua subkategori dengan pertumbuhan terpesat, meskipun ia memasuki arena di mana keunggulan awal dan skala Meta akan sulit ditandingi dengan cepat.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Kacamata AI GI0 (Rp4,5 juta) menjadi penantang langsung Meta Ray Ban dengan memakai Google Gemini, kamera 12MP, dan penyimpanan 32GB; sementara AR Vision GR0 (Rp7,5 juta) adalah layar kabel 172 inci yang bisa dipasang...
Kacamata AI GI0 (Rp4,5 juta) menjadi penantang langsung Meta Ray Ban dengan memakai Google Gemini, kamera 12MP, dan penyimpanan 32GB; sementara AR Vision GR0 (Rp7,5 juta) adalah layar kabel 172 inci yang bisa dipasang... GI0 nirkabel seberat 46 gram dibekali baterai 217 mAh dan tiga mikrofon, sedangkan GR0 seberat 69 gram harus tersambung lewat USB ke perangkat Android, iOS, atau Windows tanpa prosesor mandiri.
Meta kini menguasai sekitar 72% pasar kacamata AI, tetapi manuver Acer, Google, dan Samsung pada 2026 berpotensi memperkaya ekosistem Gemini sekaligus mengubah pola adopsi konsumen.