Tiga jalur WorldArena 2.0 dimenangi model berbeda: WorldIncept untuk prediksi video, MW2 untuk pembelajaran penguatan daring, dan ViTacX untuk manipulasi robot nyata. Tolok ukur yang dipimpin tim Universitas Tsinghua ini memperluas pengujian dari visi ke masukan visual taktil, dari evaluasi luring ke pembelajaran pe...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What were the final results of the WorldArena 2.0 Challenge held with IROS 2026, including its Tsinghua-led benchmark origins and expansion. Article summary: The reported winners of the WorldArena 2.0 Challenge at IROS 2026 were Visincept’s WorldIncept in Track 1, Zhongguancun Academy’s MW2 in Track 2, and Xiaomi MiRobot’s ViTacX in Track 3; these were separate track titles, . Topic tags: general, general web, user generated, academic. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, chart
WorldArena 2.0 menguji model dunia untuk robot dalam tiga jenis tugas: memprediksi video, menjadi lingkungan bagi pembelajaran penguatan daring, dan membantu robot melakukan tugas di dunia nyata. Pemenangnya berbeda di setiap jalur, jadi hasilnya lebih tepat dibaca sebagai tiga gelar terpisah—bukan satu gelar juara umum.2
19
| Jalur | Fokus penilaian | Pemenang yang dilaporkan |
|---|---|---|
| Track 1 | Prediksi video | WorldIncept dari Visincept |
| Track 2 | Model dunia sebagai lingkungan pembelajaran penguatan daring | MW2 dari Zhongguancun Academy |
| Track 3 | Manipulasi menggunakan robot sungguhan | ViTacX dari Xiaomi Robotics |
Ketiga jalur diberi peringkat secara terpisah. Total hadiah yang dilaporkan adalah US$7.000, dan hasil akhir diumumkan pada 16 September 2026.18
19
WorldArena bermula sebagai tolok ukur yang dikembangkan tim Universitas Tsinghua bersama sejumlah perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Tujuannya adalah menilai mutu persepsi sekaligus kegunaan fungsional model dunia untuk robot—model yang berupaya memahami dan memprediksi keadaan lingkungan agar robot dapat bertindak.19
27
Versi 2.0 memperluas pengujian dalam tiga hal: dari masukan visual saja ke masukan visual-taktil, dari evaluasi tugas luring ke pembelajaran penguatan daring, serta dari simulasi ke pengoperasian robot sungguhan. Perluasan itu tercermin dalam tiga jalur kompetisi: prediksi video, penggunaan model dunia sebagai lingkungan belajar, dan manipulasi dengan robot nyata.2
19
Track 1 menilai prediksi video menggunakan 15 metrik dalam 70 tugas. Tugasnya mencakup 50 adegan meja putih dan 20 adegan dengan meja berwarna atau bertekstur. Sebanyak 81 model tercatat dalam pemeringkatan.16
19
WorldIncept dari Visincept meraih 72,33 poin, disusul BWM-Turbo dari Universitas Tongji dengan 71,49 poin—selisih 0,84 poin.16
19 Menurut laporan, WorldIncept unggul dalam kesesuaian dengan hukum fisika, akurasi 3D, dan keselarasan semantik. BWM-Turbo menonjol pada konsistensi latar dan kemiripan representasi.
17
Keduanya juga memakai pendekatan berbeda. WorldIncept mengikuti jalur JEPA yang menekankan pembelajaran representasi di ruang laten. Sementara itu, BWM-Turbo menggunakan arsitektur diffusion transformer yang dipadukan dengan memori dinamis.2
17
Track 2 menguji kemampuan model dunia untuk berfungsi sebagai lingkungan latihan bagi pembelajaran penguatan daring. Ini merupakan salah satu arah evaluasi baru di WorldArena 2.0.2
19
MW2 dari Zhongguancun Academy meraih 72,93 poin dan menempati posisi pertama. TTWM berada di urutan kedua dengan 72,40 poin, atau terpaut 0,53 poin.17
Laporan kompetisi menggambarkan TTWM sebagai model dunia kausal berkondisi tujuan dari perusahaan Chenhunxian Keji, yang dikaitkan dengan pendekatan JEPA.2
17 Hasil ini menunjukkan peringkat model dalam evaluasi jalur tersebut; skor itu sendiri tidak membuktikan bahwa model tertentu lebih unggul dalam semua tugas pembelajaran robot.
ViTacX dari Xiaomi Robotics menjadi pemenang Track 3, yang menguji manipulasi menggunakan robot sungguhan. Secara lebih luas, WorldArena 2.0 juga memperluas cakupan tolok ukurnya agar mencakup kemampuan visual-taktil.18
19
27
Jalur ini mengukur hal yang berbeda dari prediksi video atau pembelajaran penguatan. Kemenangan ViTacX berarti model tersebut memimpin dalam evaluasi manipulasi robot nyata ini—bukan bahwa ia juga memenangi dua jalur lainnya.2
19
Ketiga jalur menilai kemampuan yang berbeda: prediksi video, penggunaan model sebagai lingkungan belajar, dan manipulasi dengan robot nyata. Karena itu, tiga pemenang yang berbeda bukan hasil yang bertentangan. Kesimpulan yang paling tepat adalah bahwa model-model tersebut unggul pada dimensi evaluasi yang berbeda; hasil kompetisi ini tidak menetapkan satu juara umum untuk ketiganya.2
19
Saat membaca papan peringkat, perhatikan dulu jalur dan jenis tugasnya sebelum membandingkan skor. Kemenangan di satu jalur tidak dengan sendirinya membuktikan keunggulan pada jalur lain atau pada tugas yang tidak diuji.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Tiga jalur WorldArena 2.0 dimenangi model berbeda: WorldIncept untuk prediksi video, MW2 untuk pembelajaran penguatan daring, dan ViTacX untuk manipulasi robot nyata.
Tiga jalur WorldArena 2.0 dimenangi model berbeda: WorldIncept untuk prediksi video, MW2 untuk pembelajaran penguatan daring, dan ViTacX untuk manipulasi robot nyata. Tolok ukur yang dipimpin tim Universitas Tsinghua ini memperluas pengujian dari visi ke masukan visual taktil, dari evaluasi luring ke pembelajaran penguatan daring, dan dari simulasi ke robot sungguhan.[2][19]
Tiga jalur WorldArena 2.0 dimenangi model berbeda: WorldIncept untuk prediksi video, MW2 untuk pembelajaran penguatan daring, dan ViTacX untuk manipulasi robot nyata. Tolok ukur yang dipimpin tim Universitas Tsinghua ini memperluas pengujian dari visi ke masukan visual taktil, dari evaluasi luring ke pembelajaran pe...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What were the final results of the WorldArena 2.0 Challenge held with IROS 2026, including its Tsinghua-led benchmark origins and expansion. Article summary: The reported winners of the WorldArena 2.0 Challenge at IROS 2026 were Visincept’s WorldIncept in Track 1, Zhongguancun Academy’s MW2 in Track 2, and Xiaomi MiRobot’s ViTacX in Track 3; these were separate track titles, . Topic tags: general, general web, user generated, academic. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, chart
WorldArena 2.0 menguji model dunia untuk robot dalam tiga jenis tugas: memprediksi video, menjadi lingkungan bagi pembelajaran penguatan daring, dan membantu robot melakukan tugas di dunia nyata. Pemenangnya berbeda di setiap jalur, jadi hasilnya lebih tepat dibaca sebagai tiga gelar terpisah—bukan satu gelar juara umum.2
19
| Jalur | Fokus penilaian | Pemenang yang dilaporkan |
|---|---|---|
| Track 1 | Prediksi video | WorldIncept dari Visincept |
| Track 2 | Model dunia sebagai lingkungan pembelajaran penguatan daring | MW2 dari Zhongguancun Academy |
| Track 3 | Manipulasi menggunakan robot sungguhan | ViTacX dari Xiaomi Robotics |
Ketiga jalur diberi peringkat secara terpisah. Total hadiah yang dilaporkan adalah US$7.000, dan hasil akhir diumumkan pada 16 September 2026.18
19
WorldArena bermula sebagai tolok ukur yang dikembangkan tim Universitas Tsinghua bersama sejumlah perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Tujuannya adalah menilai mutu persepsi sekaligus kegunaan fungsional model dunia untuk robot—model yang berupaya memahami dan memprediksi keadaan lingkungan agar robot dapat bertindak.19
27
Versi 2.0 memperluas pengujian dalam tiga hal: dari masukan visual saja ke masukan visual-taktil, dari evaluasi tugas luring ke pembelajaran penguatan daring, serta dari simulasi ke pengoperasian robot sungguhan. Perluasan itu tercermin dalam tiga jalur kompetisi: prediksi video, penggunaan model dunia sebagai lingkungan belajar, dan manipulasi dengan robot nyata.2
19
Track 1 menilai prediksi video menggunakan 15 metrik dalam 70 tugas. Tugasnya mencakup 50 adegan meja putih dan 20 adegan dengan meja berwarna atau bertekstur. Sebanyak 81 model tercatat dalam pemeringkatan.16
19
WorldIncept dari Visincept meraih 72,33 poin, disusul BWM-Turbo dari Universitas Tongji dengan 71,49 poin—selisih 0,84 poin.16
19 Menurut laporan, WorldIncept unggul dalam kesesuaian dengan hukum fisika, akurasi 3D, dan keselarasan semantik. BWM-Turbo menonjol pada konsistensi latar dan kemiripan representasi.
17
Keduanya juga memakai pendekatan berbeda. WorldIncept mengikuti jalur JEPA yang menekankan pembelajaran representasi di ruang laten. Sementara itu, BWM-Turbo menggunakan arsitektur diffusion transformer yang dipadukan dengan memori dinamis.2
17
Track 2 menguji kemampuan model dunia untuk berfungsi sebagai lingkungan latihan bagi pembelajaran penguatan daring. Ini merupakan salah satu arah evaluasi baru di WorldArena 2.0.2
19
MW2 dari Zhongguancun Academy meraih 72,93 poin dan menempati posisi pertama. TTWM berada di urutan kedua dengan 72,40 poin, atau terpaut 0,53 poin.17
Laporan kompetisi menggambarkan TTWM sebagai model dunia kausal berkondisi tujuan dari perusahaan Chenhunxian Keji, yang dikaitkan dengan pendekatan JEPA.2
17 Hasil ini menunjukkan peringkat model dalam evaluasi jalur tersebut; skor itu sendiri tidak membuktikan bahwa model tertentu lebih unggul dalam semua tugas pembelajaran robot.
ViTacX dari Xiaomi Robotics menjadi pemenang Track 3, yang menguji manipulasi menggunakan robot sungguhan. Secara lebih luas, WorldArena 2.0 juga memperluas cakupan tolok ukurnya agar mencakup kemampuan visual-taktil.18
19
27
Jalur ini mengukur hal yang berbeda dari prediksi video atau pembelajaran penguatan. Kemenangan ViTacX berarti model tersebut memimpin dalam evaluasi manipulasi robot nyata ini—bukan bahwa ia juga memenangi dua jalur lainnya.2
19
Ketiga jalur menilai kemampuan yang berbeda: prediksi video, penggunaan model sebagai lingkungan belajar, dan manipulasi dengan robot nyata. Karena itu, tiga pemenang yang berbeda bukan hasil yang bertentangan. Kesimpulan yang paling tepat adalah bahwa model-model tersebut unggul pada dimensi evaluasi yang berbeda; hasil kompetisi ini tidak menetapkan satu juara umum untuk ketiganya.2
19
Saat membaca papan peringkat, perhatikan dulu jalur dan jenis tugasnya sebelum membandingkan skor. Kemenangan di satu jalur tidak dengan sendirinya membuktikan keunggulan pada jalur lain atau pada tugas yang tidak diuji.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Tiga jalur WorldArena 2.0 dimenangi model berbeda: WorldIncept untuk prediksi video, MW2 untuk pembelajaran penguatan daring, dan ViTacX untuk manipulasi robot nyata.
Tiga jalur WorldArena 2.0 dimenangi model berbeda: WorldIncept untuk prediksi video, MW2 untuk pembelajaran penguatan daring, dan ViTacX untuk manipulasi robot nyata. Tolok ukur yang dipimpin tim Universitas Tsinghua ini memperluas pengujian dari visi ke masukan visual taktil, dari evaluasi luring ke pembelajaran penguatan daring, dan dari simulasi ke robot sungguhan.[2][19]