Apple juga mencatat rekor pendapatan kuartal Juni untuk tiga lini bisnis utama:
Dengan kata lain, masalah utama Apple pada kuartal ini bukan kurangnya permintaan. Penjualan produk dan layanan tetap kuat, tetapi kemampuan perusahaan memenuhi permintaan mulai terhambat oleh sisi pasokan.
Untuk kuartal fiskal keempat 2026—yang berakhir pada September—Apple memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hanya 9% hingga 11% secara tahunan. Titik tengah kisaran itu setara dengan pendapatan sekitar US$113 miliar, lebih rendah daripada konsensus analis sekitar US$114,9 miliar .
Perlambatan ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan pertumbuhan 16% yang dicatat Apple pada Q3. Chief Financial Officer Kevan Parekh mengatakan pergerakan nilai tukar saja diperkirakan menjadi hambatan sekitar 2,5 poin persentase terhadap pertumbuhan .
Pendapatan Apple dari wilayah Greater China mencapai US$18,8 miliar. Angka ini berada di bawah perkiraan analis sebesar US$19,6 miliar . Perlambatan di wilayah tersebut menambah kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan Apple di salah satu pasar pentingnya.
Tim Cook menyebut hambatan pada produksi chip dengan teknologi canggih sebagai kendala pasokan utama. Apple memperingatkan bahwa tekanan pasokan akan “meningkat secara signifikan” pada kuartal September .
Keterbatasan tersebut berpotensi memengaruhi produk-produk utama, khususnya iPhone dan Mac. Kelangkaan MacBook Neo juga masih berlangsung dan disebut dapat membatasi potensi kenaikan penjualan .
Cook turut memperingatkan bahwa harga komponen memori yang meningkat akan membebani margin Apple ke depan . Untuk kuartal September, perusahaan memperkirakan margin kotor berada di kisaran 47% hingga 48%, termasuk sekitar 1 poin persentase manfaat dari pengembalian tarif .
Berikut poin penting dari panduan manajemen untuk Q4 fiskal 2026:
Prospek inilah yang menjadi pemicu utama aksi jual. Investor saham biasanya tidak hanya menilai kinerja yang baru saja selesai, tetapi juga seberapa kuat perusahaan dapat mempertahankan pertumbuhan pada kuartal berikutnya.
Saham Apple ditutup pada US$335,36, turun 1,41% dalam perdagangan reguler . Setelah laporan keuangan dirilis, saham turun sekitar 4% hingga 7% dalam perdagangan setelah jam bursa, tergantung sumber pelaporan . TradingKey melaporkan penurunan lebih dari 4% menjadi US$319,09 .
Penurunan tersebut terutama mencerminkan kekhawatiran terhadap panduan Q4 yang lebih lemah, tekanan pasokan yang membesar, kenaikan biaya memori, dan perlambatan penjualan di China—bukan kekecewaan terhadap hasil Q3 itu sendiri .
Laporan ini juga memiliki arti penting bagi sejarah kepemimpinan Apple. Ini merupakan panggilan kinerja terakhir Tim Cook sebagai CEO perusahaan.
Apple mengonfirmasi bahwa John Ternus, Senior Vice President of Hardware Engineering, akan menjadi CEO mulai 1 September 2026. Cook akan beralih ke posisi Executive Chairman di dewan direksi Apple .
Dalam kesempatan tersebut, Cook merefleksikan 28 tahun pengabdiannya di Apple, termasuk 15 tahun sebagai CEO, dan menyatakan keyakinan penuh terhadap kemampuan Ternus untuk memimpin perusahaan ke depan . Apple sebelumnya mengumumkan transisi ini pada April 2026 dan menyebutnya sebagai bagian dari proses suksesi jangka panjang yang disetujui secara bulat oleh dewan .
Hasil Q3 2026 menunjukkan dua sisi Apple yang berbeda. Di satu sisi, perusahaan masih mampu menghasilkan rekor pendapatan, laba per saham, serta penjualan iPhone, Mac, dan Services. Di sisi lain, pertumbuhan jangka pendek mulai dibatasi oleh faktor-faktor yang berada di luar kendali langsung perusahaan.
Kelangkaan chip canggih dan kenaikan biaya memori merupakan tekanan industri yang lebih luas, bukan semata-mata kegagalan operasional Apple. Pertanyaan penting bagi investor adalah apakah kuatnya permintaan yang terlihat pada Q3 dapat menopang bisnis selama pasokan semakin ketat, atau apakah keterbatasan komponen akan mulai membatasi pertumbuhan pendapatan dan margin secara signifikan.
Pergantian CEO menambah lapisan ketidakpastian lain, meskipun Apple telah menggambarkannya sebagai transisi yang terencana dan tertib. Dengan Tim Cook memasuki peran baru dan Ternus mengambil alih kendali operasional, Apple akan memasuki babak kepemimpinan baru tepat ketika rantai pasok menghadapi tekanan besar.
Q3 fiskal 2026 Apple merupakan kuartal yang kuat: pendapatan mencapai US$109,4 miliar, EPS US$2,02, dan tiga lini bisnis utama mencetak rekor kuartal Juni. Akan tetapi, pasar langsung beralih fokus pada panduan September yang hanya memperkirakan pertumbuhan 9%–11%.
Kendala produksi chip, biaya memori, tekanan nilai tukar, serta penjualan Greater China yang lebih rendah dari perkiraan membuat investor mengambil sikap hati-hati. Panggilan kinerja terakhir Tim Cook sebagai CEO semakin menegaskan bahwa Apple tidak hanya menghadapi tantangan pasokan, tetapi juga sedang bersiap memasuki era kepemimpinan baru.