Di IFA Berlin 2026, fokus perangkat wearable tampak bergeser dari pembaruan smartwatch yang serba bertahap. Produk-produk yang paling menonjol justru membagi pasar berdasarkan kegunaan: sistem bertenaga untuk membantu mobilitas, perangkat AI yang bisa berpindah dari meja ke tubuh, band kesehatan tanpa layar untuk pengumpulan data pasif, serta smartwatch premium yang mengutamakan konektivitas dan pelatihan kebugaran.
49
7
34
29
Ascentiz: eksoskeleton modular untuk membantu gerak
Peluncuran paling mencolok datang dari Ascentiz. Eksoskeleton modular peraih penghargaan Best of IFA ini dibangun di sekitar Exo-Belt, inti bertenaga yang dikenakan di pinggang dan dapat dipasangkan dengan beberapa modul.
Modul Ascentiz-H untuk pinggul dirancang membantu dorongan ke depan saat berlari dan mendaki. Sementara itu, Ascentiz-K untuk lutut ditujukan untuk mengurangi benturan dan membantu mengendalikan gerakan saat menuruni medan. Keduanya juga dapat digunakan bersama dalam konfigurasi H+K.
49
50
Nilai pentingnya bukan hanya pada perangkat keras. Ascentiz menyebut perangkat lunak BodyOS mengoordinasikan bantuan dari modul bermotor secara real-time. Perusahaan juga merencanakan pembukaan platform secara bertahap bagi pengembang pihak ketiga; akses SDK dan API dilaporkan direncanakan tersedia pada musim gugur.
49
52
Harganya jelas menempatkan sistem ini jauh di atas wearable kebugaran umum. Di Eropa, H Pro dibanderol mulai €1.599, sedangkan konfigurasi H+K Ultra mencapai €3.999. Saat pameran berlangsung, Ascentiz-H sudah tersedia, sementara jadwal ketersediaan modul K dan paket kombinasi masih akan diumumkan.
50
56
Artinya, Exo-Belt bukan pengganti smartwatch. Ia lebih tepat dibaca sebagai tanda munculnya kategori baru: robotika wearable untuk bantuan fisik yang disesuaikan dengan aktivitas.
iKairos: AI pribadi yang bisa berada di meja atau dipakai di leher
Lingverse menawarkan gagasan berbeda lewat iKairos. Pusat perangkat ini adalah Neural Core berbentuk bulat yang dapat dilepas: ia bisa ditempatkan dalam bodi robot desktop atau dipakai sebagai liontin. Lingverse mengatakan perangkat lunak LifeOS memanfaatkan informasi kontekstual yang dikumpulkan dari kedua situasi tersebut untuk menghadirkan saran dan pengalaman bergaya jurnal pribadi.
2
3
7
Bentuk perangkatnya menjadi inti pendekatan ini. Saat berada di meja, iKairos dirancang menangkap konteks dari posisi tetap. Ketika pengguna bepergian, inti yang sama dapat dibawa sebagai liontin. Pendekatan tersebut berupaya memberi sistem AI pribadi pemahaman yang lebih luas atas rutinitas pengguna dibandingkan ponsel atau jam tangan saja.
13
6
Namun, konsekuensinya adalah isu privasi menjadi sangat penting. Lingverse menyatakan sistemnya memiliki kontrol privasi fisik, tetapi bukti independen mengenai kinerja rancangan privasinya dalam penggunaan sehari-hari masih terbatas. Harga konsumen dan tanggal penjualan iKairos belum diumumkan saat IFA berlangsung.
1
7
Band tanpa layar mengandalkan pelacakan kesehatan di latar belakang
IFA juga menegaskan daya tarik fitness tracker tanpa layar. Alih-alih mendorong pengguna terus melihat layar lain di pergelangan tangan, perangkat ini berfokus pada sensor yang bekerja terus-menerus dan panduan melalui aplikasi.
Actxa Spark Band menggabungkan wawasan tentang tidur, pemulihan, kesehatan jantung, aktivitas, dan kebugaran dengan estimasi glukosa berbasis AI yang dihasilkan dalam satu menit. Actxa menyebut band ini memiliki daya tahan baterai hingga 14 hari dan tidak memerlukan langganan. Fitur glukosanya secara tegas hanya berupa estimasi untuk kebugaran umum—bukan pemantauan glukosa kontinu dan bukan alat untuk mendiagnosis atau mengelola diabetes.
34
40
Luna Band mulai dikirimkan secara global saat pameran. Pelacak tanpa layar ini menitikberatkan pada data tidur, pemulihan, variabilitas detak jantung atau heart-rate variability (HRV), serta suhu kulit. Panduan harian diberikan melalui aplikasi, tanpa kewajiban langganan berkelanjutan.
36
38
Speediance juga muncul dalam liputan gelombang band tanpa layar melalui Speediance Strap, yang menunjukkan bahwa segmen ini mulai meluas melampaui band penghitung langkah tradisional.
41
47
Pesan bersama dari kategori ini sederhana: pemantauan kesehatan seharusnya tidak mengganggu, sementara interpretasi data oleh perangkat perlu semakin berguna. Sebaliknya, pembeli tetap perlu menilai mutu pengukuran dan rekomendasi yang diberikan, karena tidak ada antarmuka langsung di pergelangan tangan untuk dilihat setiap saat.
Moto Watch Ultra mempertahankan smartwatch yang selalu terhubung
Di sisi lain, Moto Watch Ultra dari Motorola menjadi lawan pendekatan band tanpa layar. Jam ini menjalankan Wear OS 6 dan menggabungkan LTE/eSIM, GPS dual-band, layar OLED 1,5 inci, serta akses ke ekosistem aplikasi wearable Google. Motorola menyebutnya sebagai Moto Watch pertama dengan kemampuan LTE.
17
29
Pembeda utamanya banyak datang dari perangkat lunak. Polar menyumbang fitur tidur, pemulihan, pernapasan, dan latihan, termasuk Nightly Recharge, Sleep Plus Stages, latihan pernapasan Serene, serta Running Coach. Lapisan AI pribadi Qira milik Motorola juga tersedia di jam ini, berdampingan dengan ekosistem Google.
17
25
Arah ini berbeda dari tracker minimalis tanpa layar. Moto Watch Ultra memprioritaskan panggilan dan pesan tanpa harus selalu dekat dengan ponsel, navigasi, pembayaran, aplikasi, serta panduan kebugaran—bukan meminimalkan interaksi.
29
23
Apa arti tren wearable di IFA 2026?
IFA Berlin 2026 memperlihatkan bahwa istilah “wearable” tak lagi merujuk pada satu kategori produk saja. Pasar mulai terpecah menjadi empat tawaran yang jelas:
- Bantuan mobilitas: eksoskeleton modular seperti sistem Ascentiz berupaya membantu gerakan, bukan hanya mengukurnya.
49
50
- AI pribadi berbasis konteks: perangkat seperti iKairos ingin memahami lingkungan pengguna sekaligus data dari tubuhnya, meski pertanyaan soal privasi dan ketersediaan produk masih terbuka.
7
13
- Kebugaran pasif: Spark Band dan Luna Band mengutamakan sensor tanpa layar serta akses wawasan kesehatan tanpa biaya langganan rutin.
34
36
- Komputasi yang selalu terhubung: Moto Watch Ultra mempertahankan model smartwatch populer, dengan penekanan lebih besar pada kemandirian seluler, akses aplikasi, dan pelatihan berbasis algoritme.
29
17
Bagi calon pembeli, titik awalnya adalah kebutuhan utama. Band tanpa layar dapat cocok untuk orang yang ingin data pemulihan dikumpulkan di latar belakang. Smartwatch LTE cocok bagi mereka yang ingin tetap terhubung tanpa membawa ponsel. Sementara itu, eksoskeleton adalah produk bantuan mobilitas yang dibuat untuk tujuan tertentu dan berbiaya tinggi.
Justru perangkat yang paling visioner di IFA 2026 adalah yang tidak berusaha menjadi satu perangkat untuk semua orang.