Qatar meraih poin pertama mereka di putaran final Piala Dunia berkat gol penyama kedudukan dramatis dari sang kapten, Boualem Khoukhi, pada menit ke 94. Swiss unggul lebih dulu melalui gol penalti Breel Embolo di babak pertama, namun gagal total mengkonversi dominasi statistik menjadi gol kedua.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What was the outcome and key details of the 2026 FIFA World Cup Group B match between Qatar and Switzerland, including the final score, goal. Article summary: ## Match Outcome. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "San Francisco, June 14 (QNA) - The Qatari team drew 1-1 with Switzerland in the match held Saturday at San Francisco Bay Arena, in the opening round of Group B in the 2026 FIFA Wo" source context "Qatar news agency" Reference image 2: visual subject "| 7/6/26 | vsSLV | D0-0 | International Friendly |. | 29/5/26 | @IRL | L1-0 | International Friendly |. | 14/10/25 | vsUAE | W2-1 | 2026 World Cup Qualifying - AFC, Fourth Round |." source context "Qatar vs. Switzerland (14 Jun, 2026) Live Score - ESPN (IN)" Style: p
Piala Dunia FIFA 2026 menyajikan kisah klasik tentang peluang yang terbuang dan drama di menit-menit akhir. Bertanding di Levi's Stadium, Santa Clara, California, pada 13 Juni, Qatar secara mengejutkan menahan imbang Swiss, yang merupakan unggulan Grup B, dengan skor 1-1. Selama 94 menit, pertandingan berjalan sesuai prediksi—Swiss mengontrol penuh permainan, Qatar bertahan dengan gigih—hingga sang kapten, Boualem Khoukhi, menulis ulang akhir cerita dengan sundulan pada injury time yang mengamankan poin perdana bagi negaranya di putaran final Piala Dunia .
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Swiss, yang mendominasi hampir semua ukuran statistik namun gagal mengonversi keunggulan mereka menjadi kemenangan. Dengan keempat tim Grup B kini sama-sama mengoleksi satu poin setelah matchday pertama, jalan menuju babak gugur tiba-tiba menjadi jauh lebih rumit dari yang diperkirakan siapa pun .
Laga dimulai dengan peluang emas bagi Qatar. Sebuah blunder dari bek Swiss, Manuel Akanji, membuat Edmilson Junior bebas di depan gawang pada menit-menit awal, namun sang penyerang gagal memanfaatkan kesempatan itu . Kegagalan ini menjadi pertanda akan apa yang kemudian terjadi.
Setelah insiden itu, Swiss mengambil alih kendali. Gol pembuka mereka tercipta pada menit ke-17. Kiper Qatar, Mahmoud Abunada, bertabrakan dengan gelandang Swiss Remo Freuler di area penalti. Setelah peninjauan VAR mengonfirmasi pelanggaran, wasit Saíd Martínez menunjuk titik putih. Abunada diganjar kartu kuning, dan Breel Embolo dengan tenang mengeksekusi penalti, yang menjadi penalti pertama di turnamen 2026, untuk membawa Swiss unggul 1-0 .
Selama 77 menit berikutnya, Swiss mendikte jalannya laga. Mereka unggul penguasaan bola hingga 68%, mencatatkan 522 operan akurat berbanding 275 milik Qatar, dan memasuki sepertiga akhir lapangan sebanyak 79 kali dibandingkan Qatar yang hanya 38 kali . Jumlah tembakan menunjukkan cerita yang lebih kontras: Swiss melepaskan 26 percobaan dengan nilai 3,24 expected goals (xG), sementara Qatar hanya mencatatkan segelintir peluang sebelum menit-menit akhir
.
Namun, Swiss tak kunjung mampu mencetak gol kedua. Pertahanan Qatar yang diorganisir oleh pelatih Julen Lopetegui mampu menyerap gelombang serangan demi gelombang serangan. Abunada melakukan beberapa penyelamatan krusial, dan sapuan di garis gawang dari Ayoub Al-Oui menjaga defisit tetap satu gol . Semakin lama skor 1-0 bertahan, rasa gugup mulai terlihat dalam permainan Swiss.
Pada menit keempat masa injury time, saat Swiss tampaknya akan melenggang meraih tiga poin, Qatar melancarkan serangan terakhir. Sebuah umpan silang melambung dari sisi kiri yang dilepaskan oleh Homam Ahmed disambut oleh Boualem Khoukhi yang melompat paling tinggi untuk menyundul bola melewati kiper Swiss . Gol itu memicu perayaan liar di bangku cadangan Qatar dan di tribun penonton, di mana 67.966 pasang mata menjadi saksi terciptanya sejarah
.
Gol Khoukhi adalah gol penyeimbang keempat paling telat yang terjadi di waktu normal dalam sejarah Piala Dunia . Bagi tim yang kalah dalam tiga pertandingan sebagai tuan rumah pada 2022, ini adalah momen penebusan yang akhirnya memungkinkan Qatar untuk move on dari "Piala Dunia kandang yang menyakitkan"
.
Performa Swiss digambarkan oleh Sky Sports sebagai "performa yang malas" , dan statistik mendukung kritik tersebut. Sebuah tim yang menghasilkan 3,24 xG dari 26 percobaan, tetapi hanya mencetak satu gol, secara fundamental telah gagal menuntaskan pertandingan yang mereka dominasi. Swiss "gagal menambah keunggulan itu," seperti yang dicatat oleh salah satu laporan, dan membiarkan pintu terbuka bagi lawan yang sepanjang malam tidak menunjukkan ancaman serangan berarti
.
Bagi tim yang mencapai perempat final Kejuaraan Eropa terakhir dan memasuki turnamen sebagai unggulan Grup B, kehilangan dua poin melawan tim dengan peringkat terendah di grup merupakan kemunduran besar. Para pemain Swiss "sangat terpukul" karena tahu kemenangan rutin telah lepas dari genggaman mereka .
Hasil imbang dramatis ini, digabung dengan hasil imbang yang terjadi bersamaan di laga lain dalam grup yang sama, membuat keempat tim di Grup B kini sama-sama mengoleksi satu poin setelah matchday pertama . Grup yang diprediksi banyak orang akan menjadi jalan mudah bagi Swiss kini sepenuhnya terbuka, dengan Qatar dan para anggota grup lainnya memiliki harapan realistis untuk melaju ke babak sistem gugur.
Bagi Qatar, satu poin ini jauh lebih bernilai dari sekadar nilai numeriknya. Setelah kalah di semua pertandingan pada 2022—satu-satunya tuan rumah yang tersingkir di fase grup tanpa satu poin pun—hasil ini menjadi bukti nyata adanya kemajuan. Ini juga memberikan momentum sejati bagi skuad asuhan Julen Lopetegui jelang pertandingan tersisa, di mana hasil positif lainnya dapat melihat mereka melancarkan tantangan serius untuk meraih tiket bersejarah ke babak gugur.
Pertandingan ini akan selalu dikenang bukan karena dominasi Swiss, melainkan karena keengganan Qatar untuk menyerah dan sundulan sang kapten yang memberi satu negara momen yang telah lama mereka tunggu-tunggu untuk dirayakan.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Qatar meraih poin pertama mereka di putaran final Piala Dunia berkat gol penyama kedudukan dramatis dari sang kapten, Boualem Khoukhi, pada menit ke 94.
Qatar meraih poin pertama mereka di putaran final Piala Dunia berkat gol penyama kedudukan dramatis dari sang kapten, Boualem Khoukhi, pada menit ke 94. Swiss unggul lebih dulu melalui gol penalti Breel Embolo di babak pertama, namun gagal total mengkonversi dominasi statistik menjadi gol kedua.
Hasil imbang ini, ditambah dengan hasil serupa di laga lain Grup B, membuat keempat tim di grup tersebut kini sama sama mengoleksi satu poin.