Pada 29 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 10 pesawat tempur China, 8 kapal perang, dan 4 kapal resmi beroperasi di sekitar pulau. Aksi militer ini menyusul KTT Trump Xi pada 13–15 Mei, di mana Trump menyatakan belum memutuskan kelanjutan paket senjata $14 miliar dan menyebutnya sebagai 'alat tawar y...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What was the nature and scale of Chinese military activity around Taiwan on Friday, including the number of aircraft and vessels detected, t. Article summary: Here is a summary of Chinese military activity around Taiwan on Friday, May 29, 2026, and the broader context.. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Tracking China’s Increased Military Activities in the Indo-Pacific in 2025. **Overall:**In 2025, China’s military activity increased in the Taiwan Strait, South China Sea, near J" source context "Tracking China's Increased Military Activities in the Indo-Pacific in ..." Reference image 2: visual subject "# Taiwan tracks 12 Chinese military aircraft, 8 ships. Taiwan sends aircraft and naval ships, deploys missile system
Tekanan militer China ke Taiwan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Data terbaru Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan mengonfirmasi bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) terus menormalisasi penerobosan lintas selat, di tengah ketidakpastian diplomatik seputar komitmen Washington terhadap pertahanan Taiwan.
Pada Jumat, 29 Mei 2026, Taiwan mencatat 10 pesawat tempur, 8 kapal perang Angkatan Laut PLA, dan 4 kapal resmi beroperasi di perairan dan wilayah udara sekitar pulau selama 24 jam terakhir. Secara kritis, ke-10 pesawat tersebut melintasi garis median Selat Taiwan dan memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan bagian utara, tengah, barat daya, dan timur . Rasio pelintasan 10-dari-10 ini adalah sinyal paling jelas bahwa Beijing menganggap zona penyangga tidak resmi itu sudah sepenuhnya mati.
Data Jumat ini tidak terjadi secara terisolasi. Sepanjang Mei 2026, MND Taiwan terus melacak aktivitas PLA yang rutin, yang oleh para analis diklasifikasikan sebagai taktik zona abu-abu (grey-zone tactics) — operasi yang dirancang untuk memberikan tekanan militer konstan tanpa memicu konflik terbuka .
Di awal minggu yang sama, pada Senin hingga Selasa 25–26 Mei, Taiwan mendeteksi 29 pesawat tempur PLA, 7 kapal perang, dan 1 kapal resmi, dengan 24 di antaranya melintasi garis median menuju beberapa sektor ADIZ . Pada 7–8 Mei, MND mencatat 12 pesawat dan 8 kapal, dengan 10 pesawat melakukan penerobosan melewati garis tersebut
.
Pola ini sudah menjadi rutinitas. Sejak 2022, pasca kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taiwan, Beijing secara dramatis meningkatkan operasi lintas garis median. Garis median — sebuah batas tidak resmi yang diakui secara diam-diam yang berfungsi sebagai zona penyangga de facto antara China daratan dan Taiwan sejak tahun 1950-an — kini tidak lagi diindahkan oleh pasukan China secara berarti .
Pada Kamis, 28 Mei, Kementerian Pertahanan China mengeluarkan pernyataan yang sangat langsung. Juru bicara pertahanan, Jiang Bin, menyatakan bahwa Taiwan seharusnya tidak "ikut campur" dalam misi angkatan udara China di sekitar pulau, sambil menegaskan bahwa operasi tersebut berlangsung "di dalam wilayah udara China" .
"Taiwan adalah bagian dari China," kata Jiang, seraya menambahkan bahwa angkatan bersenjata Taiwan sebaiknya "menahan diri dari campur tangan dan provokasi." Bahasa ini mencerminkan postur retorika Beijing yang lebih keras pada tahun 2026, yang semakin menguat sejak terpilihnya Presiden Taiwan William Lai Ching-te. Laporan kerja tahunan pemerintah China tahun ini berubah dari "menentang kemerdekaan Taiwan" menjadi "menindak kemerdekaan Taiwan," menandakan sikap resmi yang lebih agresif .
Manuver militer ini terjadi dengan latar belakang ketidakpastian diplomatik yang memuncak setelah KTT Trump-Xi di Beijing pada 13–15 Mei.
Presiden Trump sebagian besar berpegang pada postur tradisional Washington tentang ambiguitas strategis di Taiwan, tetapi ia menyimpang dari praktik pendahulunya, Joe Biden, yang secara proaktif menekankan kepentingan AS dalam stabilitas Selat Taiwan . Komentar Trump pasca-KTT justru berfokus pada status paket senjata $14 miliar yang diusulkan untuk Taiwan, termasuk rudal dan sistem pertahanan udara yang telah tertunda selama berbulan-bulan. Ia menyatakan belum memutuskan apakah akan melanjutkan penjualan tersebut dan menyebutnya sebagai "alat tawar yang sangat bagus"
.
Trump juga mengakui saat sesi konferensi pers bahwa ia membahas penjualan senjata "dengan sangat rinci" bersama Xi Jinping, dan tampak mengabaikan Six Assurances — janji kebijakan AS 1982 bahwa Washington tidak akan berkonsultasi dengan Beijing tentang penjualan senjata ke Taiwan — dengan berkomentar, "1982 itu sudah sangat lama... jarak yang sangat jauh" .
Implikasinya sangat signifikan. Para pendukung Taiwan di Capitol Hill sebelumnya mendesak Trump untuk melanjutkan paket yang tertunda ini sebelum KTT, dan para senator AS sejak itu terus menekan agar segera disetujui . Bagi Taipei, ketidakpastian ini menyangkut inti dari perencanaan pertahanannya. Pemerintah Taiwan merespons dengan tegas, menyatakan bahwa pasokan senjata AS "berdasarkan hukum AS" di bawah Taiwan Relations Act dan berfungsi sebagai penangkal bersama terhadap ancaman regional
.
Para pejabat Taiwan secara terbuka menegaskan bahwa kebijakan AS tetap tidak berubah secara substansi, meskipun nada pemerintahan Trump bergeser. Namun, secara praktis, penjualan senjata terbesar yang pernah diotorisasi untuk Taiwan — paket senjata $11 miliar yang disetujui Desember 2025 — belum juga terkirim, dan paket senjata lanjutan $14 miliar yang diusulkan tetap menggantung .
Para analis mencatat bahwa ujian sesungguhnya bagi hubungan pertahanan AS-Taiwan akan datang saat Trump membuat keputusan final tentang paket senjata itu. Pilihan itu akan mengungkap apakah ambiguitas strategis Washington masih mencakup dukungan militer berarti untuk Taipei — dan apakah Beijing siap memberlakukan sanksi atas setiap penyimpangan dari tuntutannya .
Selama puluhan tahun, garis median di Selat Taiwan berfungsi sebagai batas praktis, meski tidak legal secara formal. Tak satu pihak pun secara resmi mengakuinya dalam perjanjian, tetapi kedua militer mengindahkannya sebagai langkah untuk menghindari konflik.
Itu semua berubah pada 2022. Beijing kini mengklaim kedaulatan atas seluruh wilayah udara dan perairan di sekitar Taiwan dan secara terbuka telah mengabaikan garis tersebut. Pesawat dan kapal PLA melintasinya sebagai masalah kebijakan rutin, bukan isyarat khusus . Laporan Jumat kemarin — 10 dari 10 pesawat melintas — menggambarkan realitas operasional baru. Garis median, sebagai pembatas yang bermakna, sudah tak lagi ada bagi para perencana militer China.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Pada 29 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 10 pesawat tempur China, 8 kapal perang, dan 4 kapal resmi beroperasi di sekitar pulau.
Pada 29 Mei 2026, Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 10 pesawat tempur China, 8 kapal perang, dan 4 kapal resmi beroperasi di sekitar pulau. Aksi militer ini menyusul KTT Trump Xi pada 13–15 Mei, di mana Trump menyatakan belum memutuskan kelanjutan paket senjata $14 miliar dan menyebutnya sebagai 'alat tawar yang sangat bagus', memicu spekulasi tentang kom...
Beijing pada 28 Mei memperingatkan Taiwan agar tidak 'ikut campur' dalam misi angkatan udara China, menegaskan operasi tersebut terjadi di dalam wilayah udara China.