Pola ini sudah menjadi rutinitas. Sejak 2022, pasca kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi, ke Taiwan, Beijing secara dramatis meningkatkan operasi lintas garis median. Garis median — sebuah batas tidak resmi yang diakui secara diam-diam yang berfungsi sebagai zona penyangga de facto antara China daratan dan Taiwan sejak tahun 1950-an — kini tidak lagi diindahkan oleh pasukan China secara berarti .
Pada Kamis, 28 Mei, Kementerian Pertahanan China mengeluarkan pernyataan yang sangat langsung. Juru bicara pertahanan, Jiang Bin, menyatakan bahwa Taiwan seharusnya tidak "ikut campur" dalam misi angkatan udara China di sekitar pulau, sambil menegaskan bahwa operasi tersebut berlangsung "di dalam wilayah udara China" .
"Taiwan adalah bagian dari China," kata Jiang, seraya menambahkan bahwa angkatan bersenjata Taiwan sebaiknya "menahan diri dari campur tangan dan provokasi." Bahasa ini mencerminkan postur retorika Beijing yang lebih keras pada tahun 2026, yang semakin menguat sejak terpilihnya Presiden Taiwan William Lai Ching-te. Laporan kerja tahunan pemerintah China tahun ini berubah dari "menentang kemerdekaan Taiwan" menjadi "menindak kemerdekaan Taiwan," menandakan sikap resmi yang lebih agresif .
Manuver militer ini terjadi dengan latar belakang ketidakpastian diplomatik yang memuncak setelah KTT Trump-Xi di Beijing pada 13–15 Mei.
Presiden Trump sebagian besar berpegang pada postur tradisional Washington tentang ambiguitas strategis di Taiwan, tetapi ia menyimpang dari praktik pendahulunya, Joe Biden, yang secara proaktif menekankan kepentingan AS dalam stabilitas Selat Taiwan . Komentar Trump pasca-KTT justru berfokus pada status paket senjata $14 miliar yang diusulkan untuk Taiwan, termasuk rudal dan sistem pertahanan udara yang telah tertunda selama berbulan-bulan. Ia menyatakan belum memutuskan apakah akan melanjutkan penjualan tersebut dan menyebutnya sebagai "alat tawar yang sangat bagus"
.
Trump juga mengakui saat sesi konferensi pers bahwa ia membahas penjualan senjata "dengan sangat rinci" bersama Xi Jinping, dan tampak mengabaikan Six Assurances — janji kebijakan AS 1982 bahwa Washington tidak akan berkonsultasi dengan Beijing tentang penjualan senjata ke Taiwan — dengan berkomentar, "1982 itu sudah sangat lama... jarak yang sangat jauh" .
Implikasinya sangat signifikan. Para pendukung Taiwan di Capitol Hill sebelumnya mendesak Trump untuk melanjutkan paket yang tertunda ini sebelum KTT, dan para senator AS sejak itu terus menekan agar segera disetujui . Bagi Taipei, ketidakpastian ini menyangkut inti dari perencanaan pertahanannya. Pemerintah Taiwan merespons dengan tegas, menyatakan bahwa pasokan senjata AS "berdasarkan hukum AS" di bawah Taiwan Relations Act dan berfungsi sebagai penangkal bersama terhadap ancaman regional
.
Para pejabat Taiwan secara terbuka menegaskan bahwa kebijakan AS tetap tidak berubah secara substansi, meskipun nada pemerintahan Trump bergeser. Namun, secara praktis, penjualan senjata terbesar yang pernah diotorisasi untuk Taiwan — paket senjata $11 miliar yang disetujui Desember 2025 — belum juga terkirim, dan paket senjata lanjutan $14 miliar yang diusulkan tetap menggantung .
Para analis mencatat bahwa ujian sesungguhnya bagi hubungan pertahanan AS-Taiwan akan datang saat Trump membuat keputusan final tentang paket senjata itu. Pilihan itu akan mengungkap apakah ambiguitas strategis Washington masih mencakup dukungan militer berarti untuk Taipei — dan apakah Beijing siap memberlakukan sanksi atas setiap penyimpangan dari tuntutannya .
Selama puluhan tahun, garis median di Selat Taiwan berfungsi sebagai batas praktis, meski tidak legal secara formal. Tak satu pihak pun secara resmi mengakuinya dalam perjanjian, tetapi kedua militer mengindahkannya sebagai langkah untuk menghindari konflik.
Itu semua berubah pada 2022. Beijing kini mengklaim kedaulatan atas seluruh wilayah udara dan perairan di sekitar Taiwan dan secara terbuka telah mengabaikan garis tersebut. Pesawat dan kapal PLA melintasinya sebagai masalah kebijakan rutin, bukan isyarat khusus . Laporan Jumat kemarin — 10 dari 10 pesawat melintas — menggambarkan realitas operasional baru. Garis median, sebagai pembatas yang bermakna, sudah tak lagi ada bagi para perencana militer China.
Comments
0 comments