Dalam strategi di mana jumlah dana yang dikeluarkan sama persis setiap hari, jumlah saham yang berhasil dibeli akan berfluktuasi mengikuti harga pasar. Pada dua hari ini, meski total dana identik, rata-rata harga yang sedikit lebih tinggi pada 12 Juni membuat Tencent memperoleh 2.000 saham lebih sedikit.
Aksi pada 11–12 Juni bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri; transaksi ini adalah bagian dari jadwal pembelian kembali yang sangat terukur. Sejak akhir Mei 2026, Tencent telah menjalankan buyback "drip" yang nyaris setiap hari, dengan anggaran sekitar HK$500–501 juta untuk 1,09 hingga 1,17 juta saham per sesi. Beberapa hari perdagangan terakhir menunjukkan konsistensi ini:
Pendekatan yang sangat sistematis ini menandakan strategi alokasi modal untuk jangka panjang, alih-alih langkah reaktif sesaat untuk memanfaatkan waktu pasar atau memperbaiki anjloknya harga saham secara tiba-tiba.
Mandat buyback Tencent saat ini diberikan oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Tahunan perusahaan pada 28 April 2026, yang mengizinkan pembelian kembali hingga 10% dari total modal saham yang diterbitkan .
Menilik total kumulatif sejak izin tersebut:
Seluruh saham hasil buyback ini akan dihapuskan (cancellation). Langkah ini mengurangi jumlah saham beredar dan secara efektif meningkatkan porsi kepemilikan para pemegang saham yang tersisa.
Skala dan kedisiplinan program buyback Tencent saat ini dapat ditelusuri kembali ke sebuah guncangan eksternal pada awal 2025.
Pada 6 Januari 2025, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memasukkan Tencent ke dalam daftar entitas yang ditetapkan sebagai perusahaan militer Tiongkok. Tencent membantah keras tuduhan tersebut, menyebut penetapan ini sebagai sebuah "kekeliruan" . Meski begitu, berita ini memicu aksi jual besar-besaran pada saham Tencent.
Merespons hal itu, pada 7 Januari 2025, Tencent melakukan buyback harian terbesarnya sejak tahun 2006, menghabiskan sekitar HK$1,5 miliar (~US$193 juta) untuk membeli kembali 3,93 juta saham . Perusahaan melanjutkannya dengan membeli 4,05 juta saham lagi pada hari berikutnya.
Peristiwa itu menjadi titik balik permanen. Sebelumnya, buyback Tencent bersifat lebih oportunistik. Setelah kejadian daftar Pentagon, program ini bertransformasi menjadi operasi harian yang sistematis dengan nilai ~HK$500 juta, yang terus terpantau sepanjang 2025 dan 2026.
Tencent tidak sendirian dalam strategi ini. Pembelian kembali saham secara berkala telah menjadi tren di antara perusahaan-perusahaan besar yang tercatat di bursa Hong Kong. Nama-nama besar lain kerap muncul bersamaan dengan Tencent dalam ringkasan buyback harian HKEX .
Mereka termasuk WuXi Biologics, Xiaomi, HSBC Holdings, dan China Ruyi, serta beberapa lainnya. Aktivitas ini menunjukkan adanya pergeseran strategi korporasi yang lebih luas di pasar Hong Kong, yaitu mengembalikan modal kepada para pemegang saham.
Beriringan dengan aksi buyback Tencent sendiri, pemegang saham terbesarnya—Prosus N.V.—telah menjalankan program pembelian kembali saham terbuka secara terpisah. Program ini sebagian didanai oleh penjualan saham Tencent yang dimilikinya secara teratur .
Kedua program ini memiliki tujuan yang sama: mengembalikan modal kepada investor dengan cara mengurangi jumlah saham beredar. Sementara aksi Tencent secara langsung meningkatkan nilai per saham yang tersisa, Prosus menggunakan kepemilikan saham Tencent-nya sebagai sumber pendanaan untuk mesin buyback-nya sendiri. Ini menciptakan mekanisme pengembalian modal dua lapis bagi para investor di ekosistem Tencent secara lebih luas.
Comments
0 comments