Peringatan Michael Burry, Ray Dalio, dan Rohit Sipahimalani, kepala investasi Temasek, bertemu pada satu kekhawatiran: pembangunan infrastruktur AI semakin melibatkan utang. Ketergantungan ini dapat meningkatkan risiko jika pendapatan yang diharapkan tak kunjung datang atau pembiayaan menjadi lebih mahal dan sulit diperoleh. Namun, komentar mereka adalah peringatan soal risiko—bukan ramalan bersama bahwa pasar pasti ambruk pada 2027.
1
17
20
24
Apa yang diperingatkan masing-masing investor?
Michael Burry: pasar mungkin sedang menyangkal risiko
Burry membandingkan suasana pasar saat ini dengan periode menjelang keruntuhan gelembung dot-com pada 2000 dan krisis keuangan 2008. Ia menyebut kondisi pasar sebagai fase “penyangkalan” dan mengatakan bahwa dalam dua episode tersebut, fase itu berlangsung enam hingga sembilan bulan. Itu adalah perbandingan berdasarkan pengamatannya terhadap masa lalu, bukan hitung mundur yang memastikan krisis serupa akan terulang.
7
Kekhawatirannya tak hanya menyangkut harga saham. Burry juga menyoroti risiko investasi kredit swasta yang terkait dengan infrastruktur AI, serta aset yang dimiliki perusahaan asuransi milik perusahaan ekuitas swasta. Kredit swasta—pinjaman yang disalurkan di luar pasar obligasi publik—bisa lebih sulit dinilai dan dijual dengan cepat. Risiko yang ia gambarkan adalah masalah pembiayaan dapat merambat jika belanja atau pendapatan dari AI melemah.
13
Ray Dalio: utang dan suku bunga dapat menguji ledakan AI
Dalio menyebut AI sebagai “gelembung klasik” dan menunjuk pada besarnya pinjaman untuk membiayai investasi. Menurutnya, kenaikan suku bunga dan tekanan untuk mengubah aset menjadi uang tunai dapat membawa pasar semakin dekat ke titik rentan.
17
Secara terpisah, Dalio mengatakan ia melihat kemungkinan krisis utang AS dalam tiga tahun. Peringatan itu berkaitan dengan utang nasional AS, dan berbeda dari kekhawatirannya mengenai pembiayaan AI.
18
Temasek: pembalikan tren AI adalah risiko, bukan ancaman yang sudah dekat
Rohit Sipahimalani dari Temasek mengatakan pembalikan narasi investasi AI merupakan risiko terbesar bagi pasar. Pemicu yang mungkin, menurutnya, antara lain kekhawatiran soal keselamatan AI, regulasi, atau pengguna akhir yang tidak melihat hasil investasi yang memadai seiring berjalannya 2027.
20
Namun, Sipahimalani juga mengatakan Temasek tidak melihat pembalikan itu akan segera terjadi, meski pasar mungkin menghadapi gejolak pada 2027. Pernyataannya menunjukkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan arah, bukan kepastian bahwa hal tersebut akan terjadi.
24
Mengapa angka pinjaman perlu diperhatikan—dan apa yang tidak dibuktikannya
AFP melaporkan pinjaman sektor teknologi, yang nyaris tak ada pada 2024, mencapai sekitar US$500 miliar dalam sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan teknologi besar menggunakan utang untuk membiayai chip, server, dan pusat data yang menopang AI. AFP juga mengaitkan Goldman Sachs dengan perkiraan sebesar US$1,2 triliun untuk 2027.
32
Namun, angka yang lebih besar itu perlu dijelaskan dengan hati-hati. AFP menyebutnya sebagai perkiraan pinjaman, sementara laporan lain menggambarkan US$1,2 triliun sebagai proyeksi investasi infrastruktur AI. Karena definisinya tidak konsisten, angka tersebut tidak tepat disajikan sebagai perkiraan pasti penerbitan utang baru.
32
37
Inti kekhawatirannya bersyarat: ketika pembangunan infrastruktur makin bergantung pada pinjaman, suku bunga yang lebih tinggi atau pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan dapat membuat proyek lebih sulit dibiayai dan hasil investasinya lebih sulit dibenarkan. Dalio menekankan utang dan suku bunga; Burry menyoroti risiko keterkaitan antar-pembiayaan; sementara Sipahimalani mempertanyakan apakah pengguna pada akhirnya akan memperoleh nilai yang cukup dari AI.
1
13
17
20
Hal yang patut dicermati pada 2027
Ujian utamanya adalah apakah pendapatan dan hasil investasi terkait AI dapat mengimbangi biaya pembangunan infrastrukturnya. Sipahimalani secara khusus menyebut hasil yang tidak memadai bagi pengguna akhir sebagai salah satu alasan narasi AI bisa melemah. Karena itu, laporan perusahaan mengenai belanja, pembiayaan, dan hasil yang benar-benar diperoleh layak dicermati—tetapi bukan bukti bahwa penurunan pasar secara luas pasti akan terjadi.
20
Jika dibaca bersama, ketiga peringatan itu menggambarkan jalur berbeda menuju kemungkinan guncangan pasar: Burry menyoroti rasa aman berlebihan dan kerentanan pasar kredit; Dalio berfokus pada utang dan suku bunga; sedangkan Temasek mengingatkan bahwa optimisme bisa surut jika manfaat bisnis AI mengecewakan. Mereka menunjukkan titik-titik rentan, bukan memastikan kapan—atau apakah—pasar akan ambruk.