Dampaknya sangat serius: seorang pengguna biasa (non-admin) dapat menaikkan hak aksesnya menjadi NT AUTHORITY\SYSTEM di Windows atau root di macOS dan Linux. Ini artinya, penyerang bisa menjalankan perintah apa pun dengan hak administratif penuh .
Skor CVSS:
Perangkat yang Terpengaruh dan Patch:
| Platform | Versi Terpengaruh | Versi yang Sudah Diperbaiki | Status |
|---|---|---|---|
| Windows (6.3) | < 6.3.3-h14 (6.3.3-1121) | >= 6.3.3-h14 (6.3.3-1121) | Tersedia sekarang |
| Windows (6.2) | < 6.2.8-h13 (6.2.8-1045) | >= 6.2.8-h13 (6.2.8-1045) | Tersedia sekarang |
| Windows (6.0) | < 6.0.15 | >= 6.0.15 | Estimasi 31 Agustus |
| macOS (6.3) | < 6.3.3-h14 (6.3.3-1121) | >= 6.3.3-h14 (6.3.3-1121) | Tersedia sekarang |
| macOS (6.2) | < 6.2.8-h13 (6.2.8-1045) | >= 6.2.8-h13 (6.2.8-1045) | Tersedia sekarang |
| macOS (6.0) | < 6.0.15 | >= 6.0.15 | Estimasi 31 Agustus |
| Linux (6.3) | < 6.3.3-h15 | >= 6.3.3-h15 | Estimasi 28 Agustus |
| Linux (6.2) | Semua versi terpengaruh | Tidak ada perbaikan untuk Linux 6.2 | Tidak ada patch |
| Linux (6.0) | < 6.0.15 | >= 6.0.15 | Estimasi 31 Agustus |
| iOS / Android / Chrome OS | Tidak terpengaruh | — | Tidak perlu tindakan |
Selain CVE-2026-0299, ada satu kerentanan lagi di GlobalProtect App, yaitu CVE-2026-0298. Celah ini adalah improper input validation pada komponen Windows Pre-Logon Access Provider (PLAP) .
Dampaknya: seorang penyerang yang melakukan serangan man-in-the-middle (MitM) dapat mengeksekusi kode berbahaya dengan hak SYSTEM di perangkat Windows . Perbaikannya sudah termasuk dalam versi GlobalProtect yang sama dengan CVE-2026-0299
.
Prisma Access Agent, yang sering digunakan oleh perusahaan untuk koneksi SASE (Secure Access Service Edge), juga memiliki empat celah keamanan:
Palo Alto Networks menyatakan tidak ada serangan yang memanfaatkan celah-celah ini yang terdeteksi. Namun, sifat kerentanan CVE-2026-0299 yang memberikan akses SYSTEM/root membuatnya sangat berbahaya jika ditemukan oleh peretas .
Buletin keamanan Agustus 2026 dari Palo Alto Networks mengingatkan kita bahwa perangkat lunak VPN dan akses jarak jauh tetap menjadi target utama para peretas. Dengan 11 kerentanan yang diumumkan, terutama CVE-2026-0299, para administrator di Indonesia harus segera bertindak. Jangan menunggu hingga ada serangan—patch sekarang juga.