Pemerintah sejatinya telah mengerahkan kekuatan besar dengan 22.000 personel polisi di seluruh negeri untuk mengantisipasi potensi kerusuhan . Namun, langkah ini tidak cukup untuk meredam amarah dan tindakan destruktif sebagian oknum yang berkumpul. Sekitar 20.000 orang memadati Champs-Élysées di Paris, merayakan kemenangan lewat adu penalti yang dramatis.
Insiden paling tragis adalah tewasnya seorang pemuda dalam kecelakaan di jalan lingkar Paris, yang oleh otoritas setempat dikaitkan langsung dengan situasi kerusuhan yang terjadi .
Selain korban jiwa, total 219 orang mengalami luka-luka. Delapan di antaranya berada dalam kondisi serius . Aparat keamanan pun menjadi korban; sebanyak 57 petugas polisi terluka, meski sebagian besar hanya mengalami cedera ringan
.
Aksi brutal ini bukan sekadar selebrasi yang kebablasan. Di Paris, suporter menyalakan kembang api, membakar mobil, dan bahkan membakar sepeda listrik . Salah satu insiden paling serius adalah ketika sekelompok suporter berusaha menyerbu sebuah kantor polisi
.
Kerusuhan tidak hanya terjadi di ibu kota. Menteri Nuñez melaporkan bahwa insiden terjadi di sekitar 15 kota di Prancis, dengan aksi vandalisme terhadap "satu hingga dua" toko di masing-masing kota selain Paris . Aksi penjarahan dilaporkan terjadi di kota-kota seperti Rennes, Strasbourg, Clermont-Ferrand, Grenoble, dan Toulouse
. Pola ini mengulangi kerusuhan serupa yang terjadi pada 2025 saat PSG meraih gelar Liga Champions pertama mereka, menjadikan ini masalah keamanan publik yang berulang.
Sementara kekacauan terparah terjadi di Prancis usai pertandingan, sebuah bentrokan signifikan meletus di ibu kota Hungaria, Budapest, beberapa jam sebelum kick-off.
Sekitar pukul 00:20 dini hari waktu setempat, sebuah baku hantam massal pecah di Jalan Kiraly, distrik ke-7 Budapest . Sekitar 60 suporter, dengan 30 orang dari masing-masing kubu, terlibat adu jotos dan tendangan. Rekaman yang beredar di media sosial juga menunjukkan para suporter menyalakan
flare, membuat jalanan bermandikan cahaya merah .
Kepolisian Metropolitan Budapest (BRFK) segera merespons dan melakukan penangkapan awal di tempat kejadian. Departemen Kepolisian Distrik VII kemudian memulai proses pidana dengan pasal "hooliganisme kelompok" . Polisi juga mengumumkan akan mempelajari rekaman CCTV dan media sosial untuk mengidentifikasi dan menahan pelaku lainnya
.
Meskipun baku hantam ini merupakan gangguan serius, tidak ada laporan kematian atau cedera serius dari insiden di Budapest. Sebuah laporan terpisah dari kepolisian Hungaria secara keseluruhan mencatat bahwa mereka hanya perlu turun tangan dalam 13 insiden individu terkait pertandingan, dengan total enam orang ditangkap atau ditahan—sebuah angka yang dinilai rendah untuk acara sebesar final Liga Champions.
Comments
0 comments