CVE 2026 42897 adalah kerentanan cross site scripting (XSS) pada Outlook on the web (OWA) yang sudah dieksploitasi secara liar, memengaruhi Exchange Server 2016, 2019, dan Subscription Edition; Microsoft baru merilis... Penyerang dapat mengeksploitasi celah ini dengan mengirim email berbahaya yang dirancang khusus u...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What should organizations running on-premises Microsoft Exchange Server know about the actively exploited CVE-2026-42897 zero-day, including. Article summary: Organizations running on-premises Exchange should treat CVE-2026-42897 as urgent because it is an actively exploited OWA cross-site scripting vulnerability affecting Exchange Server 2016, 2019, and Subscription Edition, . Topic tags: general, government, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Exploited in the Wild: Critical OWA Spoofing Flaw (CVE-2026-42897) Hits On-Premises Exchange Servers. Outlook Web Access Exploit CVE-2026-42897 Exchange Server. A newly disclosed" source context "Exploited in the Wild: Critical OWA Spoofing Flaw (CVE-2026-42897 ..." Reference image 2: visual subject "On May 14, 202
Microsoft secara resmi mengungkap kerentanan CVE-2026-42897 pada 14 Mei 2026, dan memberikan peringatan keras: celah ini sudah dieksploitasi secara aktif di alam liar untuk menyerang organisasi yang menggunakan Microsoft Exchange Server on-premise. Kerentanan ini ada pada komponen Outlook on the web (OWA) dan merupakan kelemahan cross-site scripting (XSS) yang memungkinkan penyerang melakukan spoofing serta menjalankan aksi berbahaya di sesi browser korban.
Untuk tim IT yang mengelola infrastruktur Exchange secara lokal, risikonya sangat mendesak karena eksploitasi sudah terjadi. Parahnya, hingga saat ini Microsoft baru menyediakan mitigasi sementara, bukan patch keamanan permanen.
CVE-2026-42897 disebabkan oleh kegagalan dalam menetralkan input saat pembuatan halaman web (improper neutralization of input), yang merupakan ciri khas dari celah XSS. Pada Exchange Server, kelemahan ini muncul di antarmuka Outlook Web Access (OWA), sehingga memungkinkan penyerang menyuntikkan konten yang akan dieksekusi di browser pengguna.
Microsoft mengklasifikasikan isu ini sebagai kerentanan spoofing, yang berarti penyerang bisa memanipulasi tampilan antarmuka atau konteks sesi OWA. Database pelacakan keamanan menilai celah ini memiliki tingkat keparahan tinggi (CVSS 8.1), karena bisa dieksploitasi dari jarak jauh dengan syarat minimal, hanya memerlukan interaksi pengguna (membuka email).
Rantai serangan ini mengandalkan rekayasa sosial dan konten email berbahaya.
Setelah tereksekusi, skrip berbahaya itu berjalan dalam konteks sesi OWA yang sudah terautentikasi. Tergantung pada skenarionya, penyerang dapat:
Advisory publik sengaja tidak mempublikasikan detail kode eksploitasi, tetapi laporan keamanan memastikan bahwa celah ini sudah digunakan dalam serangan nyata.
Laporan terbaru mengidentifikasi versi on-premise Exchange Server berikut sebagai pihak yang terdampak:
Ini adalah produk server yang di-deploy dan dikelola sendiri oleh organisasi, biasanya menyediakan akses OWA untuk pengguna internal maupun akses jarak jauh.
Semua advisory yang tersedia secara konsisten menyatakan bahwa kerentanan ini memengaruhi instalasi Exchange Server on-premise, bukan layanan cloud yang dikelola Microsoft.
Exchange Online berbeda dalam dua hal penting:
Karena lingkungannya terkelola, isu ini dilaporkan spesifik untuk server Exchange yang di-hosting sendiri beserta komponen OWA-nya, bukan platform cloud Microsoft 365.
Sambil menunggu patch permanen, Microsoft telah merilis proteksi sementara melalui Exchange Emergency Mitigation Service (EEMS).
EEMS dapat secara otomatis mengirimkan mitigasi ke server Exchange yang didukung. Untuk CVE-2026-42897, Microsoft meluncurkan mitigasi otomatis dengan ID di kisaran M2.1.x, yang seharusnya terpasang otomatis di server yang mengaktifkan layanan ini.
Organisasi yang memakai EEMS wajib memastikan bahwa mitigasi sudah berhasil diunduh dan diterapkan.
Tidak semua lingkungan memungkinkan atau menggunakan mitigasi otomatis, misalnya:
Untuk situasi tersebut, Microsoft menyediakan jalur mitigasi manual menggunakan Exchange On-premises Mitigation Tool dan prosedur terdokumentasi untuk menerapkan perlindungan yang sama tanpa layanan otomatis.
Admin harus segera menerapkan mitigasi ini jika penerapan otomatis tidak tersedia.
Mitigasi yang dikirim melalui EEMS ditujukan untuk build Exchange yang didukung. Server yang:
mungkin tidak menerima atau tidak dapat menerapkan mitigasi dengan andal.
Sistem seperti itu harus dianggap berpotensi terekspos sampai diperbarui, diisolasi, atau dilindungi dengan cara lain.
Pada saat advisory publik ini dirilis, Microsoft baru merilis mitigasi, bukan patch keamanan permanen untuk CVE-2026-42897. Organisasi harus terus memantau advisory keamanan resmi Microsoft dan panduan Exchange Team untuk ketersediaan patch.
Risiko terbesar dari pertahanan berbasis mitigasi adalah mengira proteksi sudah aktif, padahal belum.
Microsoft merekomendasikan penggunaan Exchange Health Checker script untuk memverifikasi status mitigasi di semua server. Script ini dapat dengan cepat melaporkan:
Menjalankan alat ini di setiap server Exchange membantu memastikan bahwa organisasi benar-benar terlindungi, bukan sekadar berasumsi.
Organisasi yang menjalankan Exchange on-premise harus memprioritaskan langkah berikut:
Karena kerentanan ini sudah dieksploitasi secara aktif, organisasi dengan endpoint OWA yang terekspos harus memperlakukan verifikasi mitigasi ini sebagai tugas operasional yang mendesak.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
CVE 2026 42897 adalah kerentanan cross site scripting (XSS) pada Outlook on the web (OWA) yang sudah dieksploitasi secara liar, memengaruhi Exchange Server 2016, 2019, dan Subscription Edition; Microsoft baru merilis...
CVE 2026 42897 adalah kerentanan cross site scripting (XSS) pada Outlook on the web (OWA) yang sudah dieksploitasi secara liar, memengaruhi Exchange Server 2016, 2019, dan Subscription Edition; Microsoft baru merilis... Penyerang dapat mengeksploitasi celah ini dengan mengirim email berbahaya yang dirancang khusus untuk menjalankan JavaScript di sesi browser korban saat dibuka melalui OWA, memungkinkan aksi spoofing atau pengambilali...
Exchange Online (cloud) tidak terpengaruh karena isu ini spesifik menyerang server Exchange on premise yang dikelola sendiri oleh pelanggan, bukan infrastruktur cloud milik Microsoft.