Situs pihak ketiga bernama UK Visa Portal membiarkan server Amazon S3 nya tanpa pengaman, membeberkan lebih dari 100.000 pindaian paspor dan swafoto pemohon visa Inggris akibat celah di sistem belakang (backend) yang... Saat celah keamanan ini dilaporkan oleh TechCrunch pada Mei 2026, operatornya, Active Leadgen LLC...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What security lapse exposed thousands of U.K. visa applicants' passports and selfies on the UK Visa Portal website, and how did the company. Article summary: A website called **UK Visa Portal** — a third-party service unaffiliated with the official UK government — left an **Amazon S3 bucket containing more than 100,000 passport photos and applicant selfies publicly exposed an. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "A website called UK Visa Portal is publicly exposing the passports and selfie photos of applicants who signed up and paid the site to obtain a U.K immigration visa, TechCrunch has" source context "UK Visa Portal spilled thousands of applicants' passports and selfies ..." Reference image 2: visual subject "A websit
Pada akhir Mei 2026, sebuah kelalaian keamanan di layanan aplikasi visa pihak ketiga membuat dokumen identitas yang sangat sensitif milik lebih dari 100.000 orang terekspos dan bisa ditemukan siapa saja. Situs web yang beroperasi dengan nama UK Visa Portal ini tidak terhubung ke infrastruktur resmi pemerintah Inggris, tetapi menampilkan dirinya sebagai kanal berbayar untuk bantuan visa . Banyak pemohon, dengan anggapan keliru bahwa mereka menggunakan layanan resmi, mengunggah paspor, foto biometrik, dan detail pribadi mereka
. Namun, respons perusahaan saat kebocoran ini ditemukan mungkin lebih mengkhawatirkan daripada kebocorannya itu sendiri.
Menurut laporan TechCrunch, kebocoran ini disebabkan oleh konfigurasi yang salah pada server penyimpanan Amazon S3 (Simple Storage Service), sebuah layanan awan untuk menyimpan berkas digital, yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen yang diunggah . Seorang peneliti keamanan anonim menemukan bahwa sebuah cacat pada sistem belakang situs UK Visa Portal memungkinkan direktori penuh dari berkas-berkas yang tersimpan di server itu untuk didata secara publik. Artinya, daftar isinya saja sudah bisa diakses oleh siapa pun
. Tidak diperlukan kata sandi atau autentikasi apa pun untuk mengakses berkas-berkas ini, yang berisi pindaian paspor, swafoto identitas, dan data aplikasi lainnya
.
TechCrunch berhasil memverifikasi keaslian kebocoran ini dengan menghubungi beberapa individu yang data pribadinya ditemukan di antara catatan yang terbuka, dan memastikan bahwa dokumen-dokumen itu cocok dengan aplikasi yang sebenarnya . Skala insiden ini sangat besar: setidaknya 100.000 dokumen sensitif diyakini rentan
.
Situs web ini beroperasi sebagai layanan komersial yang sepenuhnya independen dan tidak memiliki afiliasi apa pun dengan Home Office (Kementerian Dalam Negeri Inggris) atau situs resmi pemerintah di GOV.UK .
Platform ini dilaporkan dioperasikan oleh Active Leadgen LLC, sebuah perusahaan yang terdaftar di Uni Emirat Arab (UEA) . Situs ini memungut biaya untuk membantu pengguna mengurus Electronic Travel Authorisation (ETA) Inggris dan aplikasi terkait imigrasi lainnya—proses yang sebenarnya sering kali dapat diselesaikan langsung oleh pengguna di GOV.UK secara gratis atau dengan biaya yang jauh lebih murah
.
Situs ini juga tidak memiliki fitur krusial bagi platform apa pun yang menangani informasi sesensitif ini: titik kontak atau mekanisme pelaporan masalah keamanan (bug-reporting) yang layak . Ketiadaan ini kemungkinan memperpanjang waktu data tetap terekspos, karena tidak ada cara mudah bagi peneliti atau pengguna untuk melaporkan masalah.
Aspek paling kontroversial dari insiden ini adalah bagaimana perusahaan memilih untuk bertindak—atau lebih tepatnya, tidak bertindak—setelah masalah ini terungkap. Saat TechCrunch menghubungi perusahaan untuk memberi tahu dan bersiap menerbitkan temuannya, laporan menunjukkan bahwa UK Visa Portal belum memperbaiki celah keamanan itu pada saat publikasi .
Alih-alih segera mengamankan server yang terbuka, mengeluarkan pernyataan publik, atau memberi tahu pengguna, operator mengambil langkah yang berbeda. Laporan mengonfirmasi bahwa Active Leadgen LLC mengirimkan kuasa hukum dalam upaya nyata untuk mengancam TechCrunch terkait publikasi berita ini . Server penyimpanan itu baru diamankan semalaman, beberapa jam setelah berita TechCrunch tayang—bukan sebelum publikasi, dan bukan sebagai tanggapan atas pengungkapan etis tersebut
.
Kumpulan data yang terekspos ini menciptakan risiko serius pencurian identitas dan penipuan. Dengan menggabungkan pindaian paspor resolusi tinggi dengan swafoto verifikasi dan kemungkinan metadata GPS, pelaku kejahatan dapat menggunakan data tersebut untuk melakukan penipuan finansial, membuka rekening, atau melancarkan serangan rekayasa sosial (social engineering) .
Karena banyak korban tidak punya alasan kuat untuk menduga bahwa mereka menggunakan layanan non-pemerintah, kebocoran ini tentu mengejutkan. Kanal resmi pemerintah Inggris untuk aplikasi visa tetaplah GOV.UK, dan insiden ini menjadi pengingat keras untuk selalu memeriksa dengan saksama layanan pihak ketiga yang meminta dokumen identitas yang sangat sensitif.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Situs pihak ketiga bernama UK Visa Portal membiarkan server Amazon S3 nya tanpa pengaman, membeberkan lebih dari 100.000 pindaian paspor dan swafoto pemohon visa Inggris akibat celah di sistem belakang (backend) yang...
Situs pihak ketiga bernama UK Visa Portal membiarkan server Amazon S3 nya tanpa pengaman, membeberkan lebih dari 100.000 pindaian paspor dan swafoto pemohon visa Inggris akibat celah di sistem belakang (backend) yang... Saat celah keamanan ini dilaporkan oleh TechCrunch pada Mei 2026, operatornya, Active Leadgen LLC, tidak segera memperbaiki, melainkan justru mengirim kuasa hukum untuk mengancam publikasi berita tersebut [1][9].
Platform ini tidak memiliki hubungan resmi dengan GOV.UK, memungut biaya untuk "bantuan" yang tidak perlu, dan tidak menyediakan kanal pelaporan keamanan yang bertanggung jawab [9][12].