Bitcoin turun sekitar 36% dari rekor tertinggi Oktober 2025 di sekitar $126.198 ke kisaran rendah $80.000 pada Mei 2026, setelah sempat jatuh lebih dari 50% ke sekitar $60.000 pada Februari. Penurunan dipicu kombinasi melemahnya permintaan, likuidasi besar di pasar derivatif kripto pada awal 2026, serta tekanan jual...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What’s happening with Bitcoin’s recent drop below $80,000, how far has it fallen since its October 2025 all‑time high of about $126,198, wha. Article summary: Bitcoin’s move below $80,000 looks like part of the broader post-October 2025 correction, not a single isolated event. Based on the sources available, BTC fell from about $126,198 at the October 6, 2025 peak to the low $. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "April 27, 2026: The State of Play Bitcoin is trading near $77,000–$78,000, approximately 38% below its October 2025 all-time high of $126,198 and approximately" source context "Page 37 | Fundamental Analysis — Trading Ideas on TradingView" Reference image 2: visual subject "April 27, 2026: The State of Play Bitcoin is trading ne
Penurunan Bitcoin di bawah $80.000 pada 2026 bukanlah peristiwa tunggal, melainkan bagian dari koreksi pasar yang dimulai setelah mata uang kripto terbesar ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sekitar $126.198 pada 6 Oktober 2025. Sejak puncak tersebut, harga BTC mengalami beberapa gelombang penurunan tajam dan volatilitas tinggi yang membuat pasar terbelah antara optimisme dan kekhawatiran akan fase bearish yang lebih panjang.
Dari puncak sekitar $126.198 pada Oktober 2025, harga Bitcoin turun ke kisaran rendah $80.000 pada awal Mei 2026. Itu berarti penurunan sekitar $46.000 atau kira‑kira 36% dari level tertinggi tersebut.
Namun koreksi sebenarnya sempat lebih dalam. Pada awal Februari 2026, pasar kripto mengalami aksi jual tajam yang mendorong BTC turun hingga sekitar $60.001, atau lebih dari 52% di bawah puncaknya sebelum akhirnya pulih sebagian pada musim semi.
Volatilitas ini juga diperparah oleh likuidasi besar-besaran di pasar derivatif kripto, dengan miliaran dolar posisi leverage terhapus selama kuartal pertama 2026.
Beberapa faktor utama sering disebut analis untuk menjelaskan pelemahan ini:
• Permintaan melemah dan momentum on‑chain menurun. Aliran modal yang melambat dan aktivitas jaringan yang tidak sekuat sebelumnya dianggap mengurangi tekanan beli.
• Likuidasi akibat leverage. Gejolak pasar pada awal 2026 memicu likuidasi paksa dalam jumlah besar, yang mempercepat penurunan harga.
• Tekanan jual dari investor lama. Banyak investor membeli BTC saat reli akhir 2025 di kisaran $80.000–$100.000. Ketika harga mencoba naik kembali, sebagian dari mereka mungkin menjual untuk impas, menciptakan resistensi kuat.
Kombinasi faktor ini membuat Bitcoin bergerak dalam rentang terbatas selama beberapa bulan, meskipun sesekali muncul reli pemulihan.
Dalam analisis teknikal, beberapa zona harga dianggap krusial untuk menentukan arah berikutnya.
Support jangka pendek:
Zona support utama:
Area resistance:
Jika harga menembus support utama, pasar bisa menghadapi gelombang penjualan baru. Sebaliknya, jika BTC mampu menembus resistance tersebut, momentum bullish dapat kembali muncul.
Sebagian analis percaya fase lemah Bitcoin bisa berlangsung cukup lama, berdasarkan pola siklus historis pasar kripto.
Beberapa model siklus menunjukkan bahwa harga Bitcoin sering mencapai titik terendah sekitar 12–13 bulan setelah puncak besar, yang dalam kasus ini akan mengarah ke Oktober–November 2026 setelah puncak Oktober 2025.
Selain itu, indikator teknikal dan pola siklus pasar juga menunjukkan kemungkinan bahwa fase penurunan bisa berlanjut hingga akhir tahun.
Dalam skenario yang lebih pesimistis, beberapa perkiraan menempatkan dasar harga antara $56.000 dan $60.000, yang kira‑kira sejalan dengan rata‑rata biaya kepemilikan investor (dikenal sebagai realized price).
Namun tidak semua analis sepakat. Sebagian menilai penurunan ini lebih mirip koreksi tajam dalam tren naik yang lebih besar, bukan awal dari pasar bearish multi‑tahun seperti siklus kripto sebelumnya.
Pada Mei 2026, banyak laporan menempatkan harga Bitcoin di sekitar $81.000–$82.000 setelah pulih dari titik terendah sebelumnya.
Dalam jangka pendek, analis biasanya melihat dua skenario utama:
• Stabil di atas $80.000, lalu mencoba kembali menembus $90.000 dan $100.000, yang dapat memulihkan sentimen bullish.
• Turun menembus support penting, yang bisa membawa harga kembali ke kisaran tinggi $60.000 hingga pertengahan $70.000.
Untuk saat ini, wilayah sekitar $80.000 menjadi medan pertempuran utama antara pembeli dan penjual. Jika area ini bertahan, Bitcoin bisa membangun fondasi untuk kenaikan berikutnya. Namun jika gagal, perhatian pasar kemungkinan akan kembali tertuju pada zona support $65.000–$70.000 sebagai garis pertahanan berikutnya.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Bitcoin turun sekitar 36% dari rekor tertinggi Oktober 2025 di sekitar $126.198 ke kisaran rendah $80.000 pada Mei 2026, setelah sempat jatuh lebih dari 50% ke sekitar $60.000 pada Februari.
Bitcoin turun sekitar 36% dari rekor tertinggi Oktober 2025 di sekitar $126.198 ke kisaran rendah $80.000 pada Mei 2026, setelah sempat jatuh lebih dari 50% ke sekitar $60.000 pada Februari. Penurunan dipicu kombinasi melemahnya permintaan, likuidasi besar di pasar derivatif kripto pada awal 2026, serta tekanan jual dari investor yang membeli BTC di kisaran $80K–$100K.
Analis memantau zona support utama di $65.000–$70.000 dan area $82.000–$83.000 sebagai dukungan jangka pendek, sementara resistensi kuat berada antara $80.000 hingga $100.000.