Operasi ini digambarkan oleh otoritas Beijing sebagai "tindakan balasan yang efektif untuk menghadapi segala bentuk pelanggaran kedaulatan dan tindakan provokatif" . Patroli ini adalah bagian dari pola yang lebih besar. Data dari Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) menunjukkan China melipatgandakan jumlah hari operasi kapal penjaga pantainya di Scarborough Shoal pada tahun 2025 dibandingkan 2024
. Patroli tercatat dilakukan pada 352 hari dalam setahun, yang oleh para analis digambarkan sebagai "pergeseran besar" fokus Beijing ke wilayah tersebut
.
Patroli China ini terjadi hanya satu hari setelah Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro Jr., menyampaikan penilaian blak-blakan di Dialog Shangri-La. Berbicara kepada Reuters pada 30 Mei di sela-sela forum keamanan tersebut, Teodoro menegaskan bahwa Filipina tetap berada di bawah "ancaman serius" dari China . Yang krusial, ia menekankan bahwa penilaian ini tidak berubah meskipun terjadi pelunakan ketegangan antara AS dan China baru-baru ini setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping
.
Teodoro mengakui wajar jika negara adidaya seperti AS dan China berupaya meredakan ketegangan. "Ketika mereka setara dalam hal pertahanan, maka ada rasa hormat dan kemampuan untuk menyesuaikan diri karena kedalaman yang dimiliki kedua negara," ujarnya kepada Reuters . Namun bagi Manila, kenyataan di lapangan di Laut China Selatan tidak kunjung membaik. Kebuntuan operasional di sekitar Scarborough Shoal, yang secara de facto dikuasai China sejak 2012, terus menghasilkan gesekan lewat konfrontasi meriam air, pemasangan penghalang apung, dan patroli penjaga pantai yang nyaris setiap hari
.
Menteri Perang AS, Pete Hegseth, berpidato di forum yang sama pada hari yang sama dengan peringatan Teodoro. Dalam pidatonya, ia menyerukan penyeimbangan kembali beban keamanan di Indo-Pasifik secara fundamental . Hegseth mendesak para sekutu Asia untuk meningkatkan belanja militer mereka guna menangkal kekuatan China yang berkembang, serta memperingatkan adanya "kekhawatiran yang beralasan" atas penumpukan militer Beijing yang begitu cepat
.
Ia merinci ekspektasi pemerintahan Trump agar para sekutu dan mitra mengalokasikan 3,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka untuk belanja pertahanan . AS sendiri, katanya, akan menginvestasikan 1,5 triliun dolar AS untuk militernya dan berharap mitra-mitra kaya untuk "memeluk tanggung jawab sebagai mitra sejati" alih-alih bergantung tanpa batas pada kekuatan militer Amerika
. Hegseth menyebut ini sebagai strategi inti "pembagian beban" demi mengamankan Pasifik yang bebas dari hegemoni dominan
.
Pernyataannya menandakan bahwa meskipun Washington tetap berkomitmen pada jaringan aliansinya, era "kruk yang tidak berkelanjutan" bagi para sekutu---di mana keamanan bertumpu secara tidak proporsional pada pembayar pajak Amerika---harus segera berakhir .
Peristiwa di Dialog Shangri-La adalah bagian dari kontestasi selama puluhan tahun atas Scarborough Shoal. Terletak di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina, Beijing mengklaimnya sebagai bagian dari teritorinya . Sejak kebuntuan tahun 2012, fitur maritim itu berada di bawah kendali de facto China, dengan kehadiran Penjaga Pantai China yang terus-menerus mengatur akses
.
Sengketa kedaulatan ini terbukti kebal terhadap terobosan diplomatik. Putusan Mahkamah Arbitrase Permanen tahun 2016 yang memenangkan Filipina dan menolak klaim 'sembilan garis putus-putus' China, tetap tidak diakui Beijing. Sementara itu, negosiasi Kode Etik (Code of Conduct) yang mengikat antara ASEAN dan China masih menemui jalan buntu.
Dialog Shangri-La 2026 dengan sempurna mengilustrasikan jurang antara bahasa diplomatik de-eskalasi dan realitas operasional di lapangan. Deklarasi publik Teodoro bahwa China masih merupakan "ancaman serius", bahkan setelah pertemuan Trump-Xi, mencerminkan penilaian Manila bahwa rekonsiliasi negara adidaya tidak otomatis mengurangi tekanan bagi negara penggugat yang lebih kecil. Seperti yang ditunjukkan oleh patroli pasca-Dialog, kebuntuan di Scarborough Shoal bukan masalah yang menuju resolusi, melainkan titik api kronis yang terus membentuk persepsi ancaman, postur militer, dan tuntutan aliansi di salah satu perairan paling kontroversial di dunia.
Comments
0 comments