Kekacauan di Fermi dimulai pada 20 April 2026, ketika pendiri sekaligus CEO Toby Neugebauer dan CFO Miles Everson secara tiba-tiba meninggalkan posisi eksekutif mereka . Kabar ini langsung membuat saham perusahaan anjlok 22% . Direktur independen utama, Marius Haas, kemudian ditunjuk sebagai ketua interim untuk memimpin 'reset' versi 2.0 perusahaan . Dewan komisaris pun memulai pencarian CEO permanen, dan selama lebih dari tiga bulan, Fermi beroperasi tanpa pimpinan puncak .
Pada 12 Agustus 2026, Fermi mengumumkan bahwa Lee McIntire resmi menjabat sebagai CEO, efektif per 11 Agustus . McIntire sebelumnya adalah anggota dewan komisaris independen Fermi sejak September 2025 . Sebelum bergabung dengan dewan Fermi, ia menjabat sebagai CEO CH2M Hill, perusahaan teknik dan konstruksi global, serta TerraPower, perusahaan reaktor nuklir canggih yang didirikan oleh Bill Gates .
Pemilihan McIntire — seorang veteran infrastruktur dan nuklir, bukan pendiri startup teknologi — menandakan bahwa fase berikutnya Fermi adalah tentang eksekusi konstruksi fisik skala besar, bukan sekadar penggalangan dana atau sensasi .
Di sisi bisnis, Fermi menandatangani sewa senilai US$6,5 miliar dengan penyedia cloud AI TensorWave untuk sebagian dari kampus pusat data raksasanya di Carson County, Texas, dekat Amarillo . Sewa 15 tahun ini mencakup pusat data yang akan dipasok oleh 222 megawatt listrik dari Proyek Matador . TensorWave menjadi pelanggan tetap pertama yang terikat kontrak dengan Fermi .
Proyek Matador secara keseluruhan digambarkan sebagai salah satu ekosistem pusat data AI dan energi canggih terbesar di dunia, yang menargetkan kapasitas total hingga 17 GW .
Pada 11 Agustus 2026, Fermi mengeksekusi perjanjian kerangka kerja dengan Hillcore Energy Capital untuk membiayai, membangun, memiliki, dan mengoperasikan kompleks listrik 2,6 GW yang ditopang gas alam di Proyek Matador . Kompleks yang disebut Hillcore Power Center ini akan dibangun dengan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) . Fasilitas ini akan menggabungkan sekitar 2,5 GW pembangkit listrik tenaga gas alam dengan sekitar 100 megawatt pembangkit tenaga surya dan penyimpanan baterai . Blok listrik pertama sekitar 350 megawatt ditargetkan dapat mengalirkan listrik dalam waktu 24 bulan setelah perjanjian definitif ditandatangani .
Kesepakatan ini melipatgandakan kapasitas listrik Fermi yang siap dipasarkan menjadi total 4,8 GW dalam waktu sekitar 30 bulan ke depan . Ini menyediakan listrik jangka pendek yang diperlukan untuk menghidupkan kampus, sementara Fermi terus mengejar ambisi nuklir jangka panjangnya.
Dalam hasil kuartal kedua 2026 yang diumumkan pada 13 Agustus 2026, Fermi mengumumkan bahwa mereka telah sepenuhnya melaksanakan kelima target 90 hari yang ditetapkan pada Mei 2026, termasuk menandatangani sewa dengan TensorWave, menjalin aliansi dengan Hillcore, dan memajukan pengembangan lokasi . Ketua Dewan Komisaris Marius Haas menyatakan: "Sekitar 90 hari yang lalu, kami memberi diri kami tenggat waktu dengan serangkaian target agresif yang jelas, dan tim berhasil mewujudkan semuanya" .
Kekacauan di Fermi dimulai pada 20 April 2026, ketika pendiri sekaligus CEO Toby Neugebauer dan CFO Miles Everson secara tiba-tiba meninggalkan posisi eksekutif mereka . Kabar ini langsung membuat saham perusahaan anjlok 22% . Direktur independen utama, Marius Haas, kemudian ditunjuk sebagai ketua interim untuk memimpin 'reset' versi 2.0 perusahaan . Dewan komisaris pun memulai pencarian CEO permanen, dan selama lebih dari tiga bulan, Fermi beroperasi tanpa pimpinan puncak .
Pada 12 Agustus 2026, Fermi mengumumkan bahwa Lee McIntire resmi menjabat sebagai CEO, efektif per 11 Agustus . McIntire sebelumnya adalah anggota dewan komisaris independen Fermi sejak September 2025 . Sebelum bergabung dengan dewan Fermi, ia menjabat sebagai CEO CH2M Hill, perusahaan teknik dan konstruksi global, serta TerraPower, perusahaan reaktor nuklir canggih yang didirikan oleh Bill Gates .
Pemilihan McIntire — seorang veteran infrastruktur dan nuklir, bukan pendiri startup teknologi — menandakan bahwa fase berikutnya Fermi adalah tentang eksekusi konstruksi fisik skala besar, bukan sekadar penggalangan dana atau sensasi .
Di sisi bisnis, Fermi menandatangani sewa senilai US$6,5 miliar dengan penyedia cloud AI TensorWave untuk sebagian dari kampus pusat data raksasanya di Carson County, Texas, dekat Amarillo . Sewa 15 tahun ini mencakup pusat data yang akan dipasok oleh 222 megawatt listrik dari Proyek Matador . TensorWave menjadi pelanggan tetap pertama yang terikat kontrak dengan Fermi .
Proyek Matador secara keseluruhan digambarkan sebagai salah satu ekosistem pusat data AI dan energi canggih terbesar di dunia, yang menargetkan kapasitas total hingga 17 GW .
Pada 11 Agustus 2026, Fermi mengeksekusi perjanjian kerangka kerja dengan Hillcore Energy Capital untuk membiayai, membangun, memiliki, dan mengoperasikan kompleks listrik 2,6 GW yang ditopang gas alam di Proyek Matador . Kompleks yang disebut Hillcore Power Center ini akan dibangun dengan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) . Fasilitas ini akan menggabungkan sekitar 2,5 GW pembangkit listrik tenaga gas alam dengan sekitar 100 megawatt pembangkit tenaga surya dan penyimpanan baterai . Blok listrik pertama sekitar 350 megawatt ditargetkan dapat mengalirkan listrik dalam waktu 24 bulan setelah perjanjian definitif ditandatangani .
Kesepakatan ini melipatgandakan kapasitas listrik Fermi yang siap dipasarkan menjadi total 4,8 GW dalam waktu sekitar 30 bulan ke depan . Ini menyediakan listrik jangka pendek yang diperlukan untuk menghidupkan kampus, sementara Fermi terus mengejar ambisi nuklir jangka panjangnya.
Dalam hasil kuartal kedua 2026 yang diumumkan pada 13 Agustus 2026, Fermi mengumumkan bahwa mereka telah sepenuhnya melaksanakan kelima target 90 hari yang ditetapkan pada Mei 2026, termasuk menandatangani sewa dengan TensorWave, menjalin aliansi dengan Hillcore, dan memajukan pengembangan lokasi . Ketua Dewan Komisaris Marius Haas menyatakan: "Sekitar 90 hari yang lalu, kami memberi diri kami tenggat waktu dengan serangkaian target agresif yang jelas, dan tim berhasil mewujudkan semuanya" .