Kampanye terkait pelepas pintu darurat ini mencakup kendaraan Tesla impor dan produksi China dari lini Model 3, Model Y, Model S, dan Model X. Rinciannya berdasarkan dokumen Tesla kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China atau SAMR adalah:
Totalnya mencapai 2.975.910 kendaraan. Kampanye ini dijadwalkan mulai pada 25 September 2026.
Gagang pintu luar Tesla yang rata dengan bodi dioperasikan secara elektronik. Setelah tabrakan parah, hilangnya daya listrik tegangan rendah dapat membuat mekanisme pembukaan elektronik biasa tidak berfungsi. Penumpang dan petugas penyelamat kemudian harus menggunakan pelepas mekanis darurat.
Masalahnya, regulator menilai mekanisme tersebut dapat menyatu dengan trim interior dan sulit dikenali atau dioperasikan dengan cepat.
Jadi, persoalannya bukan sekadar tampilan gagang pintu luar yang tersembunyi. Intinya adalah apakah penumpang—atau orang yang berusaha menolong dari luar—dapat segera menemukan jalur keluar atau akses yang efektif ketika sistem kelistrikan kendaraan tidak lagi bekerja.
Sejumlah laporan menyebut sedikitnya 15 kematian dalam 12 kecelakaan kebakaran Tesla yang melibatkan kemungkinan kesulitan membuka kendaraan oleh penumpang atau petugas penyelamat. Laporan tersebut tidak membuktikan bahwa desain pelepas pintu menjadi penyebab setiap kematian, tetapi menggambarkan risiko evakuasi darurat yang melatarbelakangi penarikan ini.
Solusi Tesla bertumpu pada dua langkah:
Perbaikan tersebut berfokus pada membuat sistem darurat yang sudah ada lebih mudah ditemukan sekaligus menambahkan opsi cadangan berbasis perangkat lunak. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan penggantian besar-besaran terhadap desain fisik gagang pintu dalam kampanye ini.
Tesla juga menarik kembali 2.740.642 Model 3 dan Model Y buatan China yang diproduksi antara Maret 2019 dan Desember 2025. Kampanye ini berkaitan dengan cara sistem bantuan berkendara Tesla menilai apakah pengemudi masih memperhatikan jalan.
Regulator menilai pemeriksaan torsi pada setir tidak cukup untuk menjadi indikator perhatian. Pengemudi dapat tetap memegang setir, atau sesekali memberikan tekanan, sambil memandang menjauh dari jalan.
Melalui pembaruan perangkat lunak, Tesla akan menggunakan kamera kabin untuk memantau mata pengemudi secara lebih langsung. Sistem kemudian dapat memberikan atau meningkatkan peringatan ketika mendeteksi pengemudi tidak memperhatikan jalan saat fitur bantuan berkendara digunakan.
Kedua kampanye ini memiliki satu kesamaan penting: keduanya mempertanyakan apakah asumsi perangkat lunak atau antarmuka sudah memadai dalam situasi berisiko tinggi. Kampanye pertama menyangkut akses ke kendaraan setelah listrik padam, sedangkan kampanye kedua menyangkut perhatian pengemudi ketika otomatisasi aktif. Keduanya tetap merupakan kampanye terpisah, dan sebagian kendaraan tercakup dalam kedua penarikan.
Tesla menjadi peserta terbesar dalam kampanye China yang lebih luas, yang mencakup sekitar 4,3 juta kendaraan dan disebut sebagai penarikan otomotif terbesar di negara tersebut hingga saat ini. Produsen lain yang terdampak antara lain Xiaomi, Xpeng, Leapmotor, Zeekr, dan Lynk & Co., bersama sejumlah produsen otomotif lainnya. Solusi dalam kampanye yang lebih luas itu mencakup label peringatan, pembaruan perangkat lunak, serta penandaan atau tindakan perbaikan lain.
Cakupan tersebut penting karena persoalan regulasinya tidak hanya menyangkut satu perusahaan. Pelepas darurat yang tersembunyi atau sulit dikenali telah berkembang menjadi isu desain dan keselamatan yang lebih luas, seiring kendaraan listrik semakin banyak menggunakan sistem pintu yang dioperasikan secara elektronik.
Standar keselamatan China yang diperbarui akan mewajibkan kendaraan memiliki mekanisme pelepas mekanis dan gagang yang mudah dikenali. Persyaratan baru itu mulai berlaku pada 2027. Gagang elektrik masih dapat menjadi fitur tambahan, tetapi aturan tersebut dirancang untuk memastikan pintu tetap dapat dibuka dan mekanisme daruratnya dapat ditemukan ketika aliran listrik terputus.
Kebijakan ini menggeser industri agar tidak lagi mengandalkan gagang tersembunyi atau gagang yang dapat masuk ke bodi sebagai antarmuka utama. Untuk kendaraan yang sudah beredar, penarikan kembali dan pembaruan perangkat lunak ditujukan untuk mengatasi risiko saat ini. Untuk kendaraan baru, standar tersebut mengarah pada akses mekanis yang lebih terlihat dan mudah digunakan.
Penarikan tersebut dipicu oleh kekurangan keselamatan yang diidentifikasi regulator, bukan oleh perang harga kendaraan listrik. Persaingan pasar yang ketat mungkin menjelaskan mengapa langkah ini mendapat perhatian besar, tetapi alasan yang terdokumentasi adalah akses pintu darurat dan pemantauan perhatian pengemudi.
Bagi pemilik Tesla di China, langkah praktisnya adalah:
Pelajaran yang lebih luas bagi industri kendaraan listrik cukup jelas: desain antarmuka yang minimalis dan perlindungan berbasis perangkat lunak tetap harus mudah digunakan ketika kecelakaan memutus aliran listrik atau ketika pengemudi tidak lagi memperhatikan jalan.
Kampanye terkait pelepas pintu darurat ini mencakup kendaraan Tesla impor dan produksi China dari lini Model 3, Model Y, Model S, dan Model X. Rinciannya berdasarkan dokumen Tesla kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China atau SAMR adalah:
Totalnya mencapai 2.975.910 kendaraan. Kampanye ini dijadwalkan mulai pada 25 September 2026.
Gagang pintu luar Tesla yang rata dengan bodi dioperasikan secara elektronik. Setelah tabrakan parah, hilangnya daya listrik tegangan rendah dapat membuat mekanisme pembukaan elektronik biasa tidak berfungsi. Penumpang dan petugas penyelamat kemudian harus menggunakan pelepas mekanis darurat.
Masalahnya, regulator menilai mekanisme tersebut dapat menyatu dengan trim interior dan sulit dikenali atau dioperasikan dengan cepat.
Jadi, persoalannya bukan sekadar tampilan gagang pintu luar yang tersembunyi. Intinya adalah apakah penumpang—atau orang yang berusaha menolong dari luar—dapat segera menemukan jalur keluar atau akses yang efektif ketika sistem kelistrikan kendaraan tidak lagi bekerja.
Sejumlah laporan menyebut sedikitnya 15 kematian dalam 12 kecelakaan kebakaran Tesla yang melibatkan kemungkinan kesulitan membuka kendaraan oleh penumpang atau petugas penyelamat. Laporan tersebut tidak membuktikan bahwa desain pelepas pintu menjadi penyebab setiap kematian, tetapi menggambarkan risiko evakuasi darurat yang melatarbelakangi penarikan ini.
Solusi Tesla bertumpu pada dua langkah:
Perbaikan tersebut berfokus pada membuat sistem darurat yang sudah ada lebih mudah ditemukan sekaligus menambahkan opsi cadangan berbasis perangkat lunak. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan penggantian besar-besaran terhadap desain fisik gagang pintu dalam kampanye ini.
Tesla juga menarik kembali 2.740.642 Model 3 dan Model Y buatan China yang diproduksi antara Maret 2019 dan Desember 2025. Kampanye ini berkaitan dengan cara sistem bantuan berkendara Tesla menilai apakah pengemudi masih memperhatikan jalan.
Regulator menilai pemeriksaan torsi pada setir tidak cukup untuk menjadi indikator perhatian. Pengemudi dapat tetap memegang setir, atau sesekali memberikan tekanan, sambil memandang menjauh dari jalan.
Melalui pembaruan perangkat lunak, Tesla akan menggunakan kamera kabin untuk memantau mata pengemudi secara lebih langsung. Sistem kemudian dapat memberikan atau meningkatkan peringatan ketika mendeteksi pengemudi tidak memperhatikan jalan saat fitur bantuan berkendara digunakan.
Kedua kampanye ini memiliki satu kesamaan penting: keduanya mempertanyakan apakah asumsi perangkat lunak atau antarmuka sudah memadai dalam situasi berisiko tinggi. Kampanye pertama menyangkut akses ke kendaraan setelah listrik padam, sedangkan kampanye kedua menyangkut perhatian pengemudi ketika otomatisasi aktif. Keduanya tetap merupakan kampanye terpisah, dan sebagian kendaraan tercakup dalam kedua penarikan.
Tesla menjadi peserta terbesar dalam kampanye China yang lebih luas, yang mencakup sekitar 4,3 juta kendaraan dan disebut sebagai penarikan otomotif terbesar di negara tersebut hingga saat ini. Produsen lain yang terdampak antara lain Xiaomi, Xpeng, Leapmotor, Zeekr, dan Lynk & Co., bersama sejumlah produsen otomotif lainnya. Solusi dalam kampanye yang lebih luas itu mencakup label peringatan, pembaruan perangkat lunak, serta penandaan atau tindakan perbaikan lain.
Cakupan tersebut penting karena persoalan regulasinya tidak hanya menyangkut satu perusahaan. Pelepas darurat yang tersembunyi atau sulit dikenali telah berkembang menjadi isu desain dan keselamatan yang lebih luas, seiring kendaraan listrik semakin banyak menggunakan sistem pintu yang dioperasikan secara elektronik.
Standar keselamatan China yang diperbarui akan mewajibkan kendaraan memiliki mekanisme pelepas mekanis dan gagang yang mudah dikenali. Persyaratan baru itu mulai berlaku pada 2027. Gagang elektrik masih dapat menjadi fitur tambahan, tetapi aturan tersebut dirancang untuk memastikan pintu tetap dapat dibuka dan mekanisme daruratnya dapat ditemukan ketika aliran listrik terputus.
Kebijakan ini menggeser industri agar tidak lagi mengandalkan gagang tersembunyi atau gagang yang dapat masuk ke bodi sebagai antarmuka utama. Untuk kendaraan yang sudah beredar, penarikan kembali dan pembaruan perangkat lunak ditujukan untuk mengatasi risiko saat ini. Untuk kendaraan baru, standar tersebut mengarah pada akses mekanis yang lebih terlihat dan mudah digunakan.
Penarikan tersebut dipicu oleh kekurangan keselamatan yang diidentifikasi regulator, bukan oleh perang harga kendaraan listrik. Persaingan pasar yang ketat mungkin menjelaskan mengapa langkah ini mendapat perhatian besar, tetapi alasan yang terdokumentasi adalah akses pintu darurat dan pemantauan perhatian pengemudi.
Bagi pemilik Tesla di China, langkah praktisnya adalah:
Pelajaran yang lebih luas bagi industri kendaraan listrik cukup jelas: desain antarmuka yang minimalis dan perlindungan berbasis perangkat lunak tetap harus mudah digunakan ketika kecelakaan memutus aliran listrik atau ketika pengemudi tidak lagi memperhatikan jalan.