Menurut Calacanis, kedua jaringan tersebut "benar-benar menghadirkan produk baru—bukan sekadar proyek dan janji" . Pandangan ini menunjukkan bahwa ia kini lebih tertarik pada proyek yang dianggap menghasilkan penggunaan nyata dibandingkan aset yang menurutnya semakin bergantung pada narasi spekulatif.
Dalam unggahannya, Calacanis mengatakan bahwa jika saudaranya memiliki Bitcoin, ia akan menyarankan untuk menjual separuhnya dan memasukkan dana tersebut ke "proyek-proyek produktif seperti TAO dan SOL" . Ia menilai Solana dan Bittensor sedang mengembangkan serta meluncurkan produk baru, sementara Bitcoin relatif stagnan sebagai aset yang didorong oleh narasi investasi .
Namun, Calacanis bukan pengamat yang sepenuhnya netral. Ia mengklaim telah menginvestasikan sekitar 500 juta dolar AS secara pribadi di TAO, sehingga kepentingan finansialnya ikut menjadi sorotan para pengkritik . Dalam sebuah episode This Week in Startups pada Maret 2026, ia juga memprediksi TAO berpotensi menghasilkan imbal hasil 200 kali lipat dalam lima hingga 10 tahun, dengan target kapitalisasi pasar 500 miliar dolar AS .
Calacanis menyebut pembelian TAO miliknya dilakukan di kisaran 150–160 dolar AS. Pada berbagai titik sepanjang 2026, TAO diperdagangkan di sekitar 258–330 dolar AS .
Dukungan Calacanis terhadap Solana pada 2026 merupakan perubahan sikap yang cukup tajam. Pada akhir Desember 2023, ia menyebut Solana "sangat kemahalan" ketika kapitalisasi pasarnya berada di kisaran 46 miliar dolar AS. Ia membandingkan valuasi tersebut dengan perusahaan seperti DoorDash, Palantir, dan Spotify, serta mempertanyakan apakah ada bisnis atau aplikasi konsumen nyata yang dapat membenarkan harga itu .
Sikap skeptis tersebut masih ia pertahankan hingga awal 2025. Dalam beberapa kesempatan, Calacanis mengatakan bahwa ia "tidak pernah memiliki SOL" dan belum ada yang mampu menjelaskan penggunaan penting Solana selain spekulasi .
Kini, ia justru menyebut SOL sebagai "proyek produktif" yang layak dibeli. Pernyataan itu muncul ketika SOL sedang menguji zona dukungan penting di sekitar 74 dolar AS, sementara para trader menantikan sinyal penembusan harga atau breakout . Perubahan pandangannya mengindikasikan bahwa ia menilai perkembangan ekosistem Solana—termasuk aplikasi dunia nyata, arus dana ETF, serta peningkatan jaringan seperti Firedancer—mulai membenarkan valuasinya .
Selain mengubah pandangannya terhadap Solana, Calacanis kembali memperuncing kritik terhadap Strategy, perusahaan yang sebelumnya bernama MicroStrategy, dan pendirinya, Michael Saylor. Kritik tersebut berfokus pada beberapa hal:
Risiko sentralisasi: Calacanis berpendapat bahwa tantangan terbesar Bitcoin kini adalah "satu orang yang menyebabkan kekacauan"—merujuk pada pengaruh besar Saylor melalui akumulasi Bitcoin Strategy . Dalam sebuah podcast pada September 2025, ia memperingatkan bahwa kepemilikan Bitcoin yang semakin terkonsentrasi dapat menjauhkan aset tersebut dari visi awalnya yang lebih terdesentralisasi .
Potensi distorsi harga: Ia mempertanyakan apakah harga Bitcoin saat ini benar-benar ditopang oleh permintaan organik atau sebagian terdorong oleh pembelian agresif Saylor. Pada April 2026, Calacanis bertanya kepada bot AI Grok berapa harga BTC jika Saylor tidak menggelontorkan lebih dari 61 miliar dolar AS ke pasar sejak 2020. Analisis AI tersebut menyiratkan harga yang jauh lebih rendah .
"Pembungkus rumit" untuk Bitcoin: Calacanis berulang kali menyebut Strategy sebagai perantara yang tidak perlu—sebuah "pembungkus rumit" di sekitar Bitcoin. Menurutnya, struktur perusahaan itu menambah risiko utang, potensi likuidasi, dan kompleksitas tanpa keunggulan yang jelas dibandingkan memegang Bitcoin secara langsung . Ia juga menyoroti bahwa pemegang saham biasa berada di posisi paling bawah dalam hierarki likuidasi dan dapat menghadapi kerugian total jika aset perusahaan dijual .
Tidak ada dana talangan: Calacanis mengatakan ia "tidak akan pernah menyentuh" saham Strategy, bahkan jika harganya jatuh. Ia juga berpendapat bahwa tidak seharusnya ada dana talangan Bitcoin apabila perusahaan tersebut akhirnya mengalami masalah keuangan serius .
Seruan Calacanis disampaikan pada momen teknikal tertentu di pasar kripto:
Calacanis sendiri mengakui besarnya risiko bagi investor yang datang belakangan. Dalam unggahan terpisah pada Juli 2026, ia menyuruh pengikutnya membeli satu token TAO—sebelum langsung menyebutnya sebagai "nasihat keuangan yang buruk"—dan bercanda bahwa pembeli mungkin akan kehilangan seluruh 200 dolar AS mereka .
Pada akhirnya, pernyataan ini menarik perhatian bukan hanya karena isinya, tetapi juga karena siapa yang menyampaikannya. Seorang investor yang dikenal berani mengambil posisi awal di Uber dan Robinhood kini tampak menempatkan keyakinan terbesarnya pada infrastruktur kecerdasan buatan terdesentralisasi dan jaringan yang membangun produk, bukan pada Bitcoin semata. Meski demikian, rekomendasi tersebut tetap merupakan pandangan pribadi Calacanis, bukan jaminan kinerja aset kripto yang sangat volatil.