Menurut laporan yang mengutip sumber yang mengetahui pembicaraan, serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas sipil Arab Saudi telah melewati garis merah Riyadh dan memaksa kerajaan itu mengambil tindakan . Namun, respons tersebut dimaksudkan untuk mencegah serangan lanjutan—bukan membuka jalan menuju kampanye militer yang lebih besar.
Pangeran Khalid juga membawa pesan pribadi dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pesan itu berisi penilaian strategis Riyadh bahwa Iran berupaya membangun pengaruh dan daya tawar melalui kelompok-kelompok proksi di kawasan, sementara Arab Saudi ingin menghindari perang yang lebih luas .
Dengan kata lain, Riyadh berusaha membedakan antara menghukum provokasi tertentu dan memulai konfrontasi regional terbuka.
Salah satu poin penting dalam pembicaraan itu berkaitan dengan Israel. Pangeran Khalid secara eksplisit mengatakan kepada Vance bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendorong eskalasi dengan Iran, sedangkan Arab Saudi menginginkan deeskalasi .
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbedaan kepentingan yang cukup jelas. Riyadh memberi sinyal bahwa pihaknya tidak ingin terseret ke dalam konflik yang lebih besar akibat tekanan Israel untuk mengambil pendekatan militer yang lebih keras terhadap Iran .
Para pejabat Saudi menyampaikan penilaian bahwa Iran kemungkinan akan terus menggunakan kelompok proksi—termasuk Houthi di Yaman—sebagai alat untuk menekan lawan, terlepas dari adanya peluang diplomatik .
Meski demikian, strategi Arab Saudi tetap berfokus pada pengurangan ketegangan di kawasan, bukan memperluas operasi militer . Sikap ini mencerminkan upaya Riyadh untuk menjaga kemampuan membalas serangan sekaligus mencegah rangkaian aksi balasan berubah menjadi perang terbuka.
Kunjungan Pangeran Khalid ke Washington sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada pekan sebelumnya. Namun, agenda itu ditunda setelah terjadi peningkatan serangan oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan .
Pertemuan dengan Vance akhirnya berlangsung pada 29 Juli. Presiden AS Donald Trump kemudian turut bertemu dengan Pangeran Khalid pada hari yang sama .