Sony dan Blackstone tidak mengungkapkan syarat finansialnya. Reuters melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui transaksi, nilainya sekitar US$4 miliar . RTE juga melaporkan angka sekitar US$4 miliar, mengutip Financial Times dan seseorang yang mengetahui perkara tersebut
.
Portofolio Recognition dilaporkan berisi lebih dari 45.000 lagu . Reuters menyebut Beyoncé, Fleetwood Mac, dan Rihanna sebagai contoh repertoar dalam katalog itu, sementara laporan lain menyebut karya yang terkait dengan Leonard Cohen, Justin Bieber, dan Neil Young
.
Perlu digarisbawahi: yang dibeli Sony adalah portofolio atau katalog hak musik. Ini bukan berarti Sony “membeli” para artis, dan laporan yang tersedia juga tidak otomatis berarti setiap hak atas semua karya artis-artis tersebut masuk ke transaksi .
Jika angka sekitar US$4 miliar benar, Recognition akan berada di jajaran transaksi hak musik terbesar. The Brussels Times melaporkan kesepakatan ini dianggap oleh sebagian sumber sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah musik, sementara ITiger menulis bahwa jika tuntas, transaksi ini akan masuk jajaran akuisisi hak musik terbesar dalam sejarah .
Namun, kata kuncinya tetap “dilaporkan”: perusahaan tidak membuka harga resmi, sehingga angka US$4 miliar sebaiknya dibaca sebagai laporan media, bukan angka final yang dikonfirmasi .
Ini juga memperlihatkan strategi lebih besar Sony-GIC. Pada Januari 2026, Sony Music Group dan GIC dilaporkan membentuk joint venture untuk membeli hak cipta musik, dengan rencana investasi US$2 miliar hingga US$3 miliar . Dalam pengumuman Recognition, GIC menyebut transaksi ini merupakan bagian dari venture tersebut, yang berfokus pada akuisisi dan pengembangan aset katalog musik berkualitas tinggi lintas genre dan pasar internasional
.
Bagi pasar, itu penting karena pembelian katalog bukan cuma urusan label atau publisher. Ia juga menjadi keputusan alokasi modal oleh perusahaan hiburan besar dan investor keuangan besar .
Laporan soal venture Sony-GIC menyebut divisi musik Sony akan mengelola katalog yang dibeli, termasuk distribusi ke layanan streaming dan lisensi lagu lama untuk film serta iklan . Dengan portofolio lebih dari 45.000 lagu, pemilik hak punya lebih banyak materi untuk dikelola, dilisensikan, dan ditempatkan di berbagai format—alasan mengapa nilai strategis katalog besar tidak hanya bergantung pada satu lagu hit
.
Sejumlah pelacak pasar menggambarkan 2026 sebagai masa pembukaan kembali merger dan akuisisi (M&A) katalog musik setelah perlambatan 2023–2024 yang terkait kenaikan suku bunga . Transaksi Sony yang dilaporkan bernilai US$4 miliar mendukung narasi itu, meski satu transaksi saja belum cukup untuk membuktikan valuasi seluruh pasar sudah pulih
.
Pertama, transaksi ini belum selesai. Pengumuman GIC menyebut akuisisi masih tunduk pada syarat penutupan transaksi yang lazim .
Kedua, harga tetap belum resmi. Sony Music Publishing dan dana kelolaan Blackstone tidak membuka syarat finansial, sementara angka US$4 miliar berasal dari laporan yang mengutip orang-orang yang mengetahui transaksi .
Ketiga, campuran haknya perlu dilihat. Laporan yang tersedia menyebut portofolio lebih dari 45.000 lagu, tetapi belum merinci setiap kepemilikan atau hak administrasi per lagu .
Kesepakatan Sony untuk Recognition Music Group penting karena menggabungkan katalog sangat besar, dukungan modal internasional, dan nilai laporan yang cukup besar untuk mengguncang percakapan pasar hak musik. Jika rampung, transaksi ini akan memperdalam skala Sony di bisnis hak musik lewat strategi investasi yang didukung GIC, sekaligus menegaskan bahwa katalog lagu tetap diperlakukan sebagai aset bernilai miliaran dolar AS oleh perusahaan hiburan dan investor institusional global .
Comments
0 comments