Apple Dikabarkan Menghentikan Penerus Vision Pro dan Fokus pada Dua Kacamata Pintar
Menurut analis Ming Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus menyetujui perombakan besar yang memangkas roadmap perangkat wearable kepala Apple menjadi dua produk kacamata pintar [5][8][10]. Produk yang tersisa adalah kacamata AI tanpa layar dengan kode nama N50, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2027, serta kac...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-ProGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Menurut analis Ming Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus menyetujui perombakan besar yang memangkas roadmap perangkat wearable kepala Apple menjadi dua produk kacamata pintar [5][8][10].
Produk yang tersisa adalah kacamata AI tanpa layar dengan kode nama N50, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2027, serta kacamata AR/XR dengan layar berbasis optical waveguide yang diperkirakan hadir pada 2029 atau s...
Langkah ini menggeser fokus Apple dari headset premium ke perangkat yang lebih ringan dan berpotensi menjangkau lebih banyak konsumen, sementara Meta sudah lebih dulu memimpin pasar lewat Ray Ban Meta [5][6][7].
What major changes has Apple's incoming CEO John Ternus made to the company's head-mounted wearable roadmap, including which products have bA conceptual illustration of Apple's strategic shift from Vision Pro headsets to smart glasses.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What major changes has Apple's incoming CEO John Ternus made to the company's head-mounted wearable roadmap, including which products have b. Article summary: ## Ternus Overhauls Apple's Wearable Roadmap: Kills Vision Pro Successors, Pivots to Two Smart Glasses Products. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Apple under Ternus: what comes next for the tech giant’s hardware strategy. As Apple races to stay competitive in AI while navigating tariffs and supply-chain uncertainty, the co" source context "Apple under Ternus: what comes next for the tech giant’s hardware strategy | TechCrunch" Reference image 2: visual subject "How will Apple change in September under its new CEO — former hardware chief John Ternus? But the blo
openai.com
Strategi wearable yang dipasang di kepala Apple dilaporkan mengalami penyederhanaan terbesar sejauh ini. Menurut analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus telah menyetujui "perombakan besar" yang menghapus rencana penerus Vision Pro dan memusatkan pengembangan pada dua produk kacamata pintar .
Jika laporan ini akurat, Apple akan mengurangi taruhan pada headset realitas campuran berukuran besar yang selama ini identik dengan ambisi era Tim Cook. Sebagai gantinya, perusahaan akan mengarahkan sumber daya ke perangkat berbentuk kacamata yang lebih praktis untuk digunakan sehari-hari dan berpotensi memiliki daya tarik pasar lebih luas .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Apple Dikabarkan Menghentikan Penerus Vision Pro dan Fokus pada Dua Kacamata Pintar"?
Menurut analis Ming Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus menyetujui perombakan besar yang memangkas roadmap perangkat wearable kepala Apple menjadi dua produk kacamata pintar [5][8][10].
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Menurut analis Ming Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus menyetujui perombakan besar yang memangkas roadmap perangkat wearable kepala Apple menjadi dua produk kacamata pintar [5][8][10]. Produk yang tersisa adalah kacamata AI tanpa layar dengan kode nama N50, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2027, serta kacamata AR/XR dengan layar berbasis optical waveguide yang diperkirakan hadir pada 2029 atau s...
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Langkah ini menggeser fokus Apple dari headset premium ke perangkat yang lebih ringan dan berpotensi menjangkau lebih banyak konsumen, sementara Meta sudah lebih dulu memimpin pasar lewat Ray Ban Meta [5][6][7].
Apple Dikabarkan Menghentikan Penerus Vision Pro dan Fokus pada Dua Kacamata Pintar
Menurut analis Ming Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus menyetujui perombakan besar yang memangkas roadmap perangkat wearable kepala Apple menjadi dua produk kacamata pintar [5][8][10]. Produk yang tersisa adalah kacamata AI tanpa layar dengan kode nama N50, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2027, serta kac...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-ProGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Menurut analis Ming Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus menyetujui perombakan besar yang memangkas roadmap perangkat wearable kepala Apple menjadi dua produk kacamata pintar [5][8][10].
Produk yang tersisa adalah kacamata AI tanpa layar dengan kode nama N50, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2027, serta kacamata AR/XR dengan layar berbasis optical waveguide yang diperkirakan hadir pada 2029 atau s...
Langkah ini menggeser fokus Apple dari headset premium ke perangkat yang lebih ringan dan berpotensi menjangkau lebih banyak konsumen, sementara Meta sudah lebih dulu memimpin pasar lewat Ray Ban Meta [5][6][7].
What major changes has Apple's incoming CEO John Ternus made to the company's head-mounted wearable roadmap, including which products have bA conceptual illustration of Apple's strategic shift from Vision Pro headsets to smart glasses.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What major changes has Apple's incoming CEO John Ternus made to the company's head-mounted wearable roadmap, including which products have b. Article summary: ## Ternus Overhauls Apple's Wearable Roadmap: Kills Vision Pro Successors, Pivots to Two Smart Glasses Products. Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# Apple under Ternus: what comes next for the tech giant’s hardware strategy. As Apple races to stay competitive in AI while navigating tariffs and supply-chain uncertainty, the co" source context "Apple under Ternus: what comes next for the tech giant’s hardware strategy | TechCrunch" Reference image 2: visual subject "How will Apple change in September under its new CEO — former hardware chief John Ternus? But the blo
openai.com
Strategi wearable yang dipasang di kepala Apple dilaporkan mengalami penyederhanaan terbesar sejauh ini. Menurut analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus telah menyetujui "perombakan besar" yang menghapus rencana penerus Vision Pro dan memusatkan pengembangan pada dua produk kacamata pintar .
Jika laporan ini akurat, Apple akan mengurangi taruhan pada headset realitas campuran berukuran besar yang selama ini identik dengan ambisi era Tim Cook. Sebagai gantinya, perusahaan akan mengarahkan sumber daya ke perangkat berbentuk kacamata yang lebih praktis untuk digunakan sehari-hari dan berpotensi memiliki daya tarik pasar lebih luas .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Apple Dikabarkan Menghentikan Penerus Vision Pro dan Fokus pada Dua Kacamata Pintar"?
Menurut analis Ming Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus menyetujui perombakan besar yang memangkas roadmap perangkat wearable kepala Apple menjadi dua produk kacamata pintar [5][8][10].
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Menurut analis Ming Chi Kuo, CEO Apple berikutnya John Ternus menyetujui perombakan besar yang memangkas roadmap perangkat wearable kepala Apple menjadi dua produk kacamata pintar [5][8][10]. Produk yang tersisa adalah kacamata AI tanpa layar dengan kode nama N50, yang ditargetkan meluncur pada akhir 2027, serta kacamata AR/XR dengan layar berbasis optical waveguide yang diperkirakan hadir pada 2029 atau s...
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Langkah ini menggeser fokus Apple dari headset premium ke perangkat yang lebih ringan dan berpotensi menjangkau lebih banyak konsumen, sementara Meta sudah lebih dulu memimpin pasar lewat Ray Ban Meta [5][6][7].
Pembaruan pemeriksaan rantai pasok Kuo menyebut beberapa proyek tidak lagi berada dalam pengembangan aktif :
Vision Pro generasi kedua: Rencana headset kelas atas penerus Vision Pro disebut dibatalkan .
Vision Air: Headset realitas campuran yang lebih ringan dan lebih murah, yang awalnya diposisikan sebagai pilihan lebih mudah diakses, juga disebut dihentikan .
Tiga proyek perangkat wearable lain: Roadmap Kuo pada 2025 mencantumkan tujuh perangkat yang dipasang di kepala dalam berbagai tahap pengembangan. Salah satunya, penyegaran Vision Pro dengan chip M5, telah dikapalkan. Dari enam proyek lain, kini hanya dua yang disebut masih aktif, sehingga tiga proyek tambahan ikut tereliminasi .
Dua Produk yang Masih Bertahan
1. Kacamata AI tanpa layar — kode nama N50
Produk pertama dirancang sebagai penantang langsung Ray-Ban Meta. Versi awalnya tidak akan memiliki layar terintegrasi. Fokusnya adalah asisten AI, kamera untuk mengambil foto dan video, serta kendali melalui gestur tangan .
Bloomberg melalui Mark Gurman melaporkan bahwa Apple kini menargetkan peluncuran pada akhir 2027. Target tersebut mundur sekitar satu tahun dari jadwal pengiriman awal 2027 yang sebelumnya dikejar Apple. Rencana pengenalan produk yang sempat diarahkan ke akhir 2026 juga ikut bergeser .
Dengan kata lain, Apple belum langsung menawarkan pengalaman augmented reality melalui lensa pada generasi pertama. Perangkat ini lebih mendekati kacamata yang membawa fitur AI, kamera, audio, dan akses ke asisten digital tanpa harus mengeluarkan iPhone.
2. Kacamata AR/XR dengan layar
Produk kedua merupakan versi yang lebih ambisius: kacamata augmented reality atau extended reality dengan layar dan teknologi optical waveguide. Teknologi ini digunakan untuk menampilkan informasi digital di bidang pandang pengguna tanpa membuat perangkat sebesar headset realitas campuran.
Apple disebut memandang perangkat ini sebagai platform jangka panjang yang suatu hari dapat menggantikan peran iPhone . Namun, jadwalnya masih jauh. Pemeriksaan rantai pasok terbaru Kuo menempatkan peluncurannya pada 2029 atau setelahnya.
Apple Masuk ketika Meta Sudah Lebih Dulu Memimpin
Perubahan strategi Apple terjadi saat Meta telah membangun pijakan kuat di pasar kacamata pintar melalui kerja sama dengan EssilorLuxottica, pemilik merek Ray-Ban.
Meta diperkirakan menguasai sekitar 73–82 persen pangsa pasar pada akhir 2025 .
Penjualan Ray-Ban Meta dilaporkan meningkat tiga kali lipat secara tahunan pada 2025, sementara pesanan sejumlah komponen direvisi naik dua kali untuk mengejar permintaan .
Meta dan EssilorLuxottica dikabarkan membahas peningkatan kapasitas produksi tahunan menjadi 20 juta unit atau lebih pada akhir 2026 .
Pengiriman kacamata pintar global melonjak 110 persen secara tahunan pada awal 2025, menurut Counterpoint Research .
Apple, sebaliknya, baru diperkirakan mengirimkan kacamata pintar pertamanya pada akhir 2027. Artinya, perusahaan berpotensi memasuki pasar setidaknya dua musim liburan setelah Meta, yang sudah lebih dulu meningkatkan produksi dan membangun kebiasaan konsumen terhadap kacamata berfitur AI .
Perbedaan pendekatan keduanya cukup jelas. Vision Pro menempatkan komputasi imersif sebagai pusat pengalaman, tetapi bentuknya besar, mahal, dan tidak dirancang untuk dipakai seperti kacamata biasa. Kacamata pintar Meta mengutamakan fungsi yang lebih sederhana—kamera, audio, dan AI—dalam bentuk yang lebih familiar bagi pengguna.
Kuo dan Bloomberg Belum Sepakat soal Masa Depan Vision Pro
Meski sama-sama melihat Apple bergerak menuju kacamata pintar, laporan Ming-Chi Kuo dan Mark Gurman tidak sepenuhnya sejalan mengenai nasib Vision Pro.
Ming-Chi Kuo, 3 Juni 2026: Menyatakan lini Vision Pro telah dikeluarkan sepenuhnya dari rencana Apple saat ini. Menurutnya, tidak ada Vision Pro generasi kedua maupun Vision Air yang tersisa dalam pengembangan aktif .
Bloomberg/Mark Gurman, 1 Juni 2026: Melaporkan bahwa Apple Glasses dengan kode nama N50 ditunda hingga akhir 2027 dan kacamata AR diproyeksikan hadir dalam rentang 2028–2030 . Namun, Gurman tidak secara eksplisit menyatakan bahwa lini Vision Pro telah dihentikan secara permanen.
Perbedaan utama kedua laporan itu terletak pada tingkat kepastian. Kuo menganggap headset Vision Pro sudah berakhir dalam perencanaan Apple saat ini. Sementara itu, laporan Gurman lebih menggambarkan penundaan dan perubahan prioritas, sehingga masih menyisakan celah bagi kemungkinan headset baru di masa depan.
Untuk jadwal kacamata pintar, keduanya relatif sejalan. Kacamata AI pertama diperkirakan hadir pada akhir 2027, sedangkan kacamata AR dengan layar masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi .
Pergeseran Besar di Bawah John Ternus
Yang paling jelas dari laporan-laporan tersebut adalah perubahan arah strategis Apple. Di bawah Tim Cook, Vision Pro menjadi simbol ambisi Apple di dunia komputasi spasial dan realitas campuran. Di bawah kepemimpinan John Ternus, fokus itu disebut bergeser ke perangkat yang lebih ringan, lebih dekat dengan bentuk kacamata sehari-hari, dan berpotensi digunakan oleh lebih banyak orang .
Namun, keputusan tersebut juga membawa risiko. Apple mungkin mendapatkan produk yang lebih mudah diterima konsumen, tetapi harus mengejar Meta yang sudah memiliki produk, mitra industri, dan skala produksi. Pertarungan berikutnya bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan siapa yang mampu membuat kacamata pintar terasa cukup berguna untuk dipakai setiap hari.
Pembaruan pemeriksaan rantai pasok Kuo menyebut beberapa proyek tidak lagi berada dalam pengembangan aktif :
Vision Pro generasi kedua: Rencana headset kelas atas penerus Vision Pro disebut dibatalkan .
Vision Air: Headset realitas campuran yang lebih ringan dan lebih murah, yang awalnya diposisikan sebagai pilihan lebih mudah diakses, juga disebut dihentikan .
Tiga proyek perangkat wearable lain: Roadmap Kuo pada 2025 mencantumkan tujuh perangkat yang dipasang di kepala dalam berbagai tahap pengembangan. Salah satunya, penyegaran Vision Pro dengan chip M5, telah dikapalkan. Dari enam proyek lain, kini hanya dua yang disebut masih aktif, sehingga tiga proyek tambahan ikut tereliminasi .
Dua Produk yang Masih Bertahan
1. Kacamata AI tanpa layar — kode nama N50
Produk pertama dirancang sebagai penantang langsung Ray-Ban Meta. Versi awalnya tidak akan memiliki layar terintegrasi. Fokusnya adalah asisten AI, kamera untuk mengambil foto dan video, serta kendali melalui gestur tangan .
Bloomberg melalui Mark Gurman melaporkan bahwa Apple kini menargetkan peluncuran pada akhir 2027. Target tersebut mundur sekitar satu tahun dari jadwal pengiriman awal 2027 yang sebelumnya dikejar Apple. Rencana pengenalan produk yang sempat diarahkan ke akhir 2026 juga ikut bergeser .
Dengan kata lain, Apple belum langsung menawarkan pengalaman augmented reality melalui lensa pada generasi pertama. Perangkat ini lebih mendekati kacamata yang membawa fitur AI, kamera, audio, dan akses ke asisten digital tanpa harus mengeluarkan iPhone.
2. Kacamata AR/XR dengan layar
Produk kedua merupakan versi yang lebih ambisius: kacamata augmented reality atau extended reality dengan layar dan teknologi optical waveguide. Teknologi ini digunakan untuk menampilkan informasi digital di bidang pandang pengguna tanpa membuat perangkat sebesar headset realitas campuran.
Apple disebut memandang perangkat ini sebagai platform jangka panjang yang suatu hari dapat menggantikan peran iPhone . Namun, jadwalnya masih jauh. Pemeriksaan rantai pasok terbaru Kuo menempatkan peluncurannya pada 2029 atau setelahnya.
Apple Masuk ketika Meta Sudah Lebih Dulu Memimpin
Perubahan strategi Apple terjadi saat Meta telah membangun pijakan kuat di pasar kacamata pintar melalui kerja sama dengan EssilorLuxottica, pemilik merek Ray-Ban.
Meta diperkirakan menguasai sekitar 73–82 persen pangsa pasar pada akhir 2025 .
Penjualan Ray-Ban Meta dilaporkan meningkat tiga kali lipat secara tahunan pada 2025, sementara pesanan sejumlah komponen direvisi naik dua kali untuk mengejar permintaan .
Meta dan EssilorLuxottica dikabarkan membahas peningkatan kapasitas produksi tahunan menjadi 20 juta unit atau lebih pada akhir 2026 .
Pengiriman kacamata pintar global melonjak 110 persen secara tahunan pada awal 2025, menurut Counterpoint Research .
Apple, sebaliknya, baru diperkirakan mengirimkan kacamata pintar pertamanya pada akhir 2027. Artinya, perusahaan berpotensi memasuki pasar setidaknya dua musim liburan setelah Meta, yang sudah lebih dulu meningkatkan produksi dan membangun kebiasaan konsumen terhadap kacamata berfitur AI .
Perbedaan pendekatan keduanya cukup jelas. Vision Pro menempatkan komputasi imersif sebagai pusat pengalaman, tetapi bentuknya besar, mahal, dan tidak dirancang untuk dipakai seperti kacamata biasa. Kacamata pintar Meta mengutamakan fungsi yang lebih sederhana—kamera, audio, dan AI—dalam bentuk yang lebih familiar bagi pengguna.
Kuo dan Bloomberg Belum Sepakat soal Masa Depan Vision Pro
Meski sama-sama melihat Apple bergerak menuju kacamata pintar, laporan Ming-Chi Kuo dan Mark Gurman tidak sepenuhnya sejalan mengenai nasib Vision Pro.
Ming-Chi Kuo, 3 Juni 2026: Menyatakan lini Vision Pro telah dikeluarkan sepenuhnya dari rencana Apple saat ini. Menurutnya, tidak ada Vision Pro generasi kedua maupun Vision Air yang tersisa dalam pengembangan aktif .
Bloomberg/Mark Gurman, 1 Juni 2026: Melaporkan bahwa Apple Glasses dengan kode nama N50 ditunda hingga akhir 2027 dan kacamata AR diproyeksikan hadir dalam rentang 2028–2030 . Namun, Gurman tidak secara eksplisit menyatakan bahwa lini Vision Pro telah dihentikan secara permanen.
Perbedaan utama kedua laporan itu terletak pada tingkat kepastian. Kuo menganggap headset Vision Pro sudah berakhir dalam perencanaan Apple saat ini. Sementara itu, laporan Gurman lebih menggambarkan penundaan dan perubahan prioritas, sehingga masih menyisakan celah bagi kemungkinan headset baru di masa depan.
Untuk jadwal kacamata pintar, keduanya relatif sejalan. Kacamata AI pertama diperkirakan hadir pada akhir 2027, sedangkan kacamata AR dengan layar masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi .
Pergeseran Besar di Bawah John Ternus
Yang paling jelas dari laporan-laporan tersebut adalah perubahan arah strategis Apple. Di bawah Tim Cook, Vision Pro menjadi simbol ambisi Apple di dunia komputasi spasial dan realitas campuran. Di bawah kepemimpinan John Ternus, fokus itu disebut bergeser ke perangkat yang lebih ringan, lebih dekat dengan bentuk kacamata sehari-hari, dan berpotensi digunakan oleh lebih banyak orang .
Namun, keputusan tersebut juga membawa risiko. Apple mungkin mendapatkan produk yang lebih mudah diterima konsumen, tetapi harus mengejar Meta yang sudah memiliki produk, mitra industri, dan skala produksi. Pertarungan berikutnya bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan siapa yang mampu membuat kacamata pintar terasa cukup berguna untuk dipakai setiap hari.