Metrik kuncinya disebut slop. Sumber-sumber menjelaskan slop sebagai jumlah piksel ketika Slonk hasil generasi AI berbeda dari Punk sumbernya. Karena kanvasnya berisi 576 piksel, skor slop bisa berada di rentang 0 sampai 576 .
Artinya, pembaca bisa memahami logikanya dengan cepat: makin mirip dengan gambar sumber, makin rendah slop-nya; makin banyak AI salah meniru, makin tinggi slop-nya.
Di banyak proyek seni AI, hasil yang rapi biasanya menjadi tujuan. Di Slonks, logikanya dibalik: kesalahan dibuat terukur, bisa diperdagangkan, dan punya fungsi strategis.
Ada beberapa faktor yang bertumpuk dalam minggu pertama.
SLOP terkait dengan nilai slop sebuah Slonk ketika NFT itu dikirim ke void, sehingga tiap NFT membawa nilai koleksi sekaligus kemungkinan konversi token Kombinasi ini membuat Slonks terasa bukan seperti mint NFT biasa, melainkan seperti game strategi on-chain: beli rekonstruksi AI bergaya Punk dengan harga awal murah, putuskan apakah lebih baik disimpan, digabung, atau dikirim ke void, lalu lihat suplai berubah secara publik.
Ekonomi Slonks berputar pada dua aksi destruktif: merge dan voiding. Keduanya sama-sama dapat mengeluarkan NFT dari sirkulasi, tetapi dampaknya berbeda.
Phemex menggambarkan merge sebagai mekanisme ketika pemilik dapat menggabungkan Slonks dengan cara menghancurkan satu NFT secara permanen untuk meningkatkan NFT lain . Beberapa laporan menyebut merge dapat meningkatkan nilai slop Slonk yang bertahan, dan ini bisa penting jika Slonk tersebut nantinya di-void untuk
SLOP .
Dengan kata lain, merge bukan hanya cara mengurangi suplai. Ia juga bisa mengubah profil output token dari NFT yang tersisa, dengan biaya kehilangan satu Slonk selamanya.
Beberapa laporan bahkan memberi contoh kasus strategi: dua Slonk yang jika di-void terpisah hanya menghasilkan 18 SLOP, setelah proses merge dapat meninggalkan satu Slonk yang berpotensi menghasilkan 161 SLOP; konsekuensinya, Slonk lain hilang permanen .
SLOPMekanisme void dijelaskan sebagai pengiriman Slonk ke kontrak void yang mencetak SLOP secara proporsional terhadap nilai slop NFT tersebut . PANews memberi contoh sederhana: Slonk dengan slop 15 akan mencetak 15
SLOP, sedangkan Slonk dengan slop 400 akan mencetak 400 SLOP .
Batas maksimum token yang dilaporkan adalah 5.760.000 SLOP, dihitung dari 10.000 Slonks dikali skor slop maksimum 576 . Namun, sumber-sumber juga menyebut skema token
SLOP masih dalam pengembangan, sehingga nilai yang terkait token sebaiknya diperlakukan sebagai sesuatu yang bergantung pada eksekusi dan permintaan di masa depan, bukan jaminan .
Beberapa laporan juga menyebut mekanisme Revival, yaitu penggunaan SLOP untuk membawa NFT kembali dari void. Ini menambah loop baru antara NFT dan token, sehingga modelnya tidak sesederhana burn satu arah .
Mekanisme burn bisa memengaruhi nilai Slonks lewat tiga jalur utama. Tetapi penting dicatat: burn tidak otomatis membuat floor price naik. Suplai yang lebih kecil hanya membantu harga jika permintaan tetap ada.
Ketika Slonk di-merge atau di-void, NFT tersebut keluar dari pasar sirkulasi normal. Laporan awal sepakat bahwa burn terjadi cepat, meski angka persisnya berbeda menurut waktu dan sumber.
Phemex melaporkan lebih dari 500 Slonks dibakar dalam lima hari pertama, mengurangi suplai menjadi 9.505 dari 10.012 . TechFlow melaporkan 1.348 Slonks sudah dibakar permanen sekitar hari keenam, menyisakan 8.642 dalam sirkulasi
.
Penghancuran cepat seperti ini memperkuat narasi kelangkaan. Namun, kelangkaan sendiri bukan mesin harga yang berdiri sendiri. NFT yang tersisa bisa terlihat lebih langka, tetapi pembeli tetap harus mau membayar lebih tinggi.
Karena voiding disebut mencetak SLOP sesuai nilai slop, Slonk dengan slop tinggi dapat dipandang sebagai klaim token potensial . Ini mengubah cara pasar menilai koleksi.
Slonk dengan slop rendah bisa menarik karena lebih bersih dan lebih dekat dengan Punk sumber. Sebaliknya, Slonk dengan slop tinggi bisa menarik karena mungkin menghasilkan lebih banyak SLOP jika di-void. MarsBit menggambarkan ini sebagai logika valuasi ganda: kelangkaan visual untuk Slonk rendah slop versus nilai ekonomi voiding untuk Slonk tinggi slop .
Dampaknya, Slonk kelas menengah menjadi lebih rumit. Ia mungkin tidak cukup setia sebagai koleksi visual, tetapi juga tidak cukup produktif sebagai kandidat penebusan token.
Efek terpenting dari mekanisme burn Slonks adalah tekanan strategis. Pemilik harus memutuskan apakah sebuah Slonk lebih bernilai sebagai NFT yang disimpan, sebagai bahan merge, atau sebagai klaim SLOP di masa depan.
Jika trader mulai menilai Slonks terutama dari ekspektasi output SLOP, harga NFT akan makin bergantung pada kredibilitas desain token, permintaan terhadap SLOP, dan apakah pemilik masih menemukan jalur merge-atau-void yang dianggap menguntungkan .
Slonks melonjak karena mengemas beberapa hook khas kripto dalam satu narasi yang mudah dipahami: mint murah, kedekatan dengan CryptoPunks, generasi AI on-chain, kesalahan yang bisa diukur, suplai NFT yang menyusut, dan sistem burn yang terhubung dengan token .
Mekanisme burn dapat mendukung nilai dengan mengurangi suplai beredar dan memberi Slonk tinggi slop kemungkinan nilai dasar berbasis token. Namun, sisi spekulatifnya juga makin besar. Semakin pasar peduli pada output void, semakin Slonks berperilaku seperti permainan tokenomics, bukan sekadar proyek seni NFT.