Besarnya angka tersebut langsung memicu perdebatan di internet. Banyak pengguna lebih menyoroti nilai bonusnya, sementara Tencent memusatkan perhatian pada bagaimana informasi itu bisa keluar dari sistem internal perusahaan .
Penyelidikan dilakukan oleh Departemen Investigasi Antikorupsi Tencent . Berdasarkan pemberitahuan internal perusahaan yang dilihat oleh sejumlah karyawan Tencent, Ye dinyatakan telah membocorkan informasi perusahaan yang sensitif kepada pihak eksternal—sebuah tindakan yang melanggar aturan kepatuhan internal Tencent .
Laporan South China Morning Post dan Dimsum Daily menyebut kebocoran itu berkaitan dengan ketentuan keamanan informasi dan kerahasiaan dalam kebijakan “red line” Tencent . Dalam konteks ini, informasi kompensasi yang berasal dari platform internal dianggap sebagai data rahasia dan bukan untuk dibagikan ke publik.
Dengan demikian, berdasarkan alasan resmi yang dilaporkan, Ye tidak diberhentikan semata-mata karena menerima bonus besar atau karena jumlah tersebut menjadi bahan pembicaraan publik. Dasar pemecatannya adalah dugaan pembagian informasi internal kepada orang di luar perusahaan.
Pemberitahuan internal Tencent menyatakan bahwa kebocoran tersebut menimbulkan “dampak negatif yang sangat serius, baik di dalam maupun di luar perusahaan” . Frasa ini menjadi bagian penting dari dasar keputusan pemecatan.
Penyebaran data kompensasi dapat memicu perbandingan antarpegawai, memengaruhi moral kerja, dan membuka informasi yang dianggap sensitif oleh perusahaan. Di industri teknologi China, kerahasiaan gaji dan insentif juga berkaitan dengan persaingan perekrutan serta upaya perusahaan mempertahankan talenta.
Ye menerima dua sanksi utama:
Larangan seumur hidup tersebut menunjukkan betapa seriusnya Tencent memandang kebocoran data perusahaan. Sanksi itu juga berfungsi sebagai peringatan bagi karyawan lain agar tidak membagikan informasi internal, meskipun informasi tersebut sudah telanjur menjadi perbincangan publik.
Kasus ini memperlihatkan tarik-menarik antara transparansi kompensasi dan kerahasiaan perusahaan. Di satu sisi, publik tertarik mengetahui berapa besar bayaran yang diterima eksekutif atau manajer di perusahaan teknologi besar. Di sisi lain, perusahaan biasanya menganggap rincian gaji, bonus, dan kepemilikan saham sebagai informasi internal.
Viralnya tangkapan layar tersebut akhirnya membuat diskusi beralih dari besarnya paket kompensasi ke batas antara berbagi informasi pribadi dan membocorkan data perusahaan. Namun, menurut pemberitahuan internal yang dikutip berbagai laporan, alasan utama tindakan Tencent adalah pelanggaran kerahasiaan dan dampak yang ditimbulkan oleh kebocoran tersebut .