Even Realities G2, dibanderol $599 (sekitar Rp 9 jutaan), sengaja tidak dilengkapi kamera dan speaker, menawarkan 'kehadiran alami' dan privasi sebagai nilai jual utama—menempatkan startup ini sebagai alternatif langs... Kacamata ini memiliki layar mengambang 3D 75% lebih besar, asisten AI kontekstual 'Conversate',...

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What key points did Even Realities co-founder Wang Li discuss at the Beyond Expo 2026 in Macau about the company's privacy-first approach to. Article summary: Although no direct transcript or news report of Wang Li's specific Beyond Expo 2026 talk surfaced in the searches, the event is currently underway (May 27–30, 2026, at The Venetian Macao) [1][2], and the product details . Topic tags: general, general web, user generated. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# AI-powered personal devices come into focus at Macao’s BEYOND Expo. A Friday morning panel discussion on the topic, held as part of the expo’s Consumer Tech Summit, brought toget" source context "AI-powered personal devices come into focus at Macao’s BEYOND Expo" Reference image 2: visual subject "# AI-powered
Di tengah gegap gempita BEYOND Expo 2026 di Makau—ekspo teknologi terbesar di Asia yang berlangsung 27–30 Mei di The Venetian Macao —Even Realities, sebuah startup asal Shenzhen, China, menyajikan visi yang sengaja melawan arus utama industri. Sementara para pesaing berlomba menjejalkan lebih banyak kamera dan sensor ke perangkat mereka, Even Realities justru membangun mereknya berdasarkan apa yang mereka tinggalkan.
Visi ini dipaparkan langsung oleh co-founder Even Realities, Wang Li. Ia menampilkan duo andalan mereka, kacamata pintar Even G2 dan cincin pintar Even R1, yang menjadi perwujudan filosofi 'privasi adalah yang utama'. Pesannya jelas: ini adalah kacamata pintar yang dirancang untuk tidak merekam Anda atau siapa pun di sekitar Anda—dan justru itulah daya tarik utamanya. Pendekatan ini menjadi jawaban bagi kekhawatiran banyak orang yang merasa tidak nyaman dengan perangkat seperti kacamata Meta Ray-Ban yang dilengkapi kamera.
Ciri paling khas dari Even G2 adalah apa yang tidak dimilikinya. Kacamata ini hadir tanpa kamera yang menghadap ke luar dan tanpa speaker. Ini bukan langkah penghematan biaya, melainkan fondasi identitas produknya . Materi resmi perusahaan dengan gamblang menyatakan, "Bebas kamera. Sesuai desain. Tanpa rekaman dan friksi sosial. Hanya kehadiran alami"
. Tujuannya adalah menghilangkan apa yang disebut Wang Li sebagai "kecemasan karena direkam"
, sebuah kontras yang disengaja terhadap produk pesaing.
Dengan pendekatan ini, Even G2 tampak seperti kacamata premium sehari-hari, bukan gadget yang mencolok dan berpotensi mengintimidasi orang lain. Wang Li memposisikan perangkat ini sebagai alat privat untuk mengakses informasi secara diam-diam, sangat kontras dengan perangkat pengawasan.
Even G2 merupakan penyempurnaan dari pendahulunya, G1, dengan sejumlah peningkatan perangkat keras dan lunak:
Salah satu pembeda utama G2 adalah pengontrol opsionalnya. Cincin pintar Even R1, yang dijual terpisah seharga $249 (sekitar Rp 3,8 juta), memungkinkan pengguna untuk mengetuk, menggulir, dan menavigasi antarmuka kacamata dengan gerakan jari yang halus dan nyaris tak terlihat . Cincin ini terbuat dari keramik zirkonia dan baja tahan karat kelas medis, dengan ketahanan air IP68 dan daya tahan baterai empat hari
.
Menariknya, cincin ini juga berfungsi ganda sebagai pemantau kesehatan berkelanjutan. Ia melacak tanda-tanda vital dan bertindak sebagai 'pelatih kesehatan' pribadi . Bagi pembeli awal G2, perusahaan sempat menawarkan diskon 50% untuk R1 dan aksesori tambahan
.
Dalam presentasinya, Wang Li memaparkan bagaimana sebuah startup Shenzhen dapat bersaing melawan raksasa teknologi dengan sumber daya jauh lebih besar. Strateginya bukanlah mengalahkan fitur Apple atau Meta, melainkan menawarkan proposisi nilai yang secara fundamental berbeda:
Pesan dari panggung Beyond Expo sangat gamblang: di pasar perangkat wearable yang didominasi perusahaan-perusahaan yang berlomba menambah sensor, Even Realities bertaruh bahwa masa depan adalah milik perangkat yang tahu kapan harus tetap diam.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
Even Realities G2, dibanderol $599 (sekitar Rp 9 jutaan), sengaja tidak dilengkapi kamera dan speaker, menawarkan 'kehadiran alami' dan privasi sebagai nilai jual utama—menempatkan startup ini sebagai alternatif langs...
Even Realities G2, dibanderol $599 (sekitar Rp 9 jutaan), sengaja tidak dilengkapi kamera dan speaker, menawarkan 'kehadiran alami' dan privasi sebagai nilai jual utama—menempatkan startup ini sebagai alternatif langs... Kacamata ini memiliki layar mengambang 3D 75% lebih besar, asisten AI kontekstual 'Conversate', dan terjemahan real time, dengan daya tahan baterai dua hari serta pengontrol opsional berupa cincin pintar pelacak keseh...
Di Beyond Expo 2026 di Makau, co founder Wang Li menekankan bahwa Even Realities bersaing dengan raksasa seperti Apple dan Meta melalui strategi yang berakar pada estetika optik mewah Eropa, kelincahan startup, dan fo...