Produksi pabrik memang meningkat tajam di bulan Juli. Namun, S&P Global mencatat bahwa pertumbuhan ini utamanya berasal dari perusahaan yang menyelesaikan pesanan-pesanan lama (backlog) mereka, bukan karena adanya peningkatan permintaan baru yang berarti . Kekuatan pesanan baru masih lemah, sehingga para analis memperingatkan lonjakan output ini mungkin tidak akan bertahan lama setelah semua pesanan lama selesai dikerjakan . S&P Global menyebut fenomena ini sebagai "musim panas pertumbuhan" bagi pabrik-pabrik Zona Euro, namun dengan catatan besar bahwa ini adalah pertumbuhan yang rapuh .
Data Juli juga mengungkapkan lanskap manufaktur yang sangat tidak merata di antara negara-negara ekonomi terbesar Zona Euro :
Sementara itu, PMI Komposit Zona Euro — yang menggabungkan sektor manufaktur dan jasa — naik ke 51,9 pada Juli dari 50,0 di bulan Juni. Ini adalah pertama kalinya dalam empat bulan aktivitas bisnis kembali tumbuh, dan angka ini konsisten dengan pertumbuhan PDB Zona Euro sekitar 0,3% secara kuartalan .
Perang di Timur Tengah (termasuk penutupan Selat Hormuz) membayangi pemulihan ini, menurut berbagai sumber resmi :
Bank Sentral Eropa (ECB) menghadapi dilema yang sulit :
Data PMI Juli 2026 mengirimkan sinyal bahwa pemulihan manufaktur Zona Euro itu rapuh. Karena pertumbuhan output bertumpu pada pengurangan pesanan lama, bukan pada permintaan baru yang solid — dan karena konflik Timur Tengah terus mendorong kenaikan biaya dan mengganggu pasokan — keberlanjutan ekspansi ini sangat tidak pasti . ECB sendiri telah memperingatkan bahwa ketidakpastian masih tinggi dan pihaknya akan terus memonitor intensitas serta durasi dari guncangan energi ini .