Startup mobilitas listrik asal Bengaluru, Yulu, mengumumkan pendanaan Seri C senilai $93 juta pada Agustus 2026, yang merupakan pendanaan terbesar dalam sejarah perusahaan. Pendanaan ini terdiri dari $63 juta ekuitas yang dipimpin oleh GEF Capital Partners dan $30 juta utang, digunakan untuk melipatempatkan armada a...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What key details were shared about Indian electric mobility startup Yulu's $93 million Series C funding round, its business model, fleet exp. Article summary: Bengaluru-based electric mobility startup Yulu raised $93 million in its Series C funding round in August 2026, led by climate-focused investor GEF Capital Partners, as it rides the quick-commerce boom to quadruple its f. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fa
Startup mobilitas listrik yang berbasis di Bengaluru, Yulu, baru saja mengumumkan perolehan pendanaan Seri C senilai $93 juta—jumlah terbesar yang pernah diraih perusahaan. Pendanaan ini diumumkan pada Agustus 2026 dan dipimpin oleh investor iklim GEF Capital Partners. Putaran ini terdiri dari campuran ekuitas dan utang yang akan digunakan untuk memperluas armada kendaraan listrik (EV) hingga empat kali lipat, meluncurkan model skuter baru yang disebut Yulu Express, dan mempersiapkan langkah menuju penawaran umum perdana (IPO) .
Langkah agresif ini diambil di tengah menjamurnya platform quick-commerce di India—layanan yang mengirimkan segala kebutuhan dari bahan makanan hingga gawai dalam hitungan menit. Yulu memposisikan diri sebagai penyedia armada EV khusus untuk platform-platform ini, memanfaatkan permintaan besar akan kendaraan niaga yang andal dan murah .
Putaran Seri C Yulu terdiri dari $63 juta dalam bentuk ekuitas yang dipimpin oleh GEF Capital Partners dan $30 juta dalam bentuk utang . Sekitar $5,5 juta dari komponen ekuitas digunakan dalam transaksi sekunder untuk membeli saham dari investor awal yang dana investasinya akan segera berakhir
.
Dana segar ini akan dialokasikan untuk ekspansi armada, pengembangan pusat layanan, memperdalam kemitraan dengan perusahaan, dan peluncuran produk baru . CEO dan salah satu pendiri Yulu, Amit Gupta, menegaskan bahwa pendanaan ini pada dasarnya adalah untuk pengeluaran modal. "100 persen dari pendanaan ini adalah untuk belanja modal," ujarnya kepada The Hindu Business Line, seraya menambahkan bahwa perusahaan sudah profitable secara operasional dan tidak membutuhkan dana besar untuk akuisisi pelanggan
.
Yulu mengoperasikan model Mobility-as-a-Service (MaaS). Mereka menyewakan sepeda motor listrik kepada para pengemudi pengiriman dengan paket langganan mingguan. Model ini memungkinkan para pekerja gig untuk memasuki ekonomi berbagi tanpa harus membeli kendaraan sendiri . Platform Yulu saat ini mendukung lebih dari 750.000 pengiriman per hari dan menempuh sekitar 1,6 juta mil bebas emisi setiap minggu
. Armada aktif perusahaan saat ini mencapai sekitar 50.000 kendaraan, dengan Bajaj Auto sebagai investor strategis dan mitra manufaktur utama
.
Inti dari ekspansi Yulu adalah peluncuran Yulu Express, sebuah skuter listrik berukuran penuh dengan daya angkut tinggi yang dirancang khusus untuk logistik e-commerce, bike taxi, dan pengiriman paket ekspres . Kendaraan ini pertama kali diperkenalkan pada awal 2025, dengan kecepatan tertinggi 45 km/jam dan jangkauan 140–150 km, serta dilengkapi baterai litium-ion yang dapat ditukar
.
Model baru ini membawa Yulu melampaui sepeda sewaan berukuran kecil yang sudah ada ke segmen logistik intra-kota yang lebih berat serta pengiriman last-mile, menjadi senjata utama untuk membidik booming quick-commerce .
Yulu berencana melipatgandakan armada aktifnya empat kali lipat dari sekitar 50.000 menjadi 200.000 kendaraan listrik dalam dua tahun ke depan . Perusahaan juga akan memperluas jangkauan geografis dari 12 kota saat ini menjadi sekitar 20 kota dalam 12 bulan ke depan, menggunakan kombinasi model yang dikelola sendiri dan waralaba
. Di Bengaluru saja, Yulu menargetkan armada sebanyak 30.000–35.000 kendaraan pada FY27
.
Kinerja keuangan Yulu menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat diiringi dengan penurunan kerugian. Pendapatan operasional perusahaan melonjak 98% year-on-year (tahun-ke-tahun) menjadi ₹237,4 crore pada FY25, naik dari ₹120 crore pada FY24 . Pendapatan sewa dari kendaraan listrik menjadi kontributor terbesar, yaitu sekitar ₹201 crore, atau kurang lebih 85% dari total pendapatan operasional
.
Kerugian bersih (net loss) untuk FY25 tercatat sebesar ₹126 crore, turun 12% dari ₹142,8 crore pada FY24 . Margin EBITDA perusahaan juga membaik secara signifikan, dari –80,11% di FY24 menjadi –15,29% di FY25. Yulu telah mencatatkan EBITDA positif sejak April 2025
. CEO Amit Gupta menyatakan bahwa perusahaan menargetkan profitabilitas bersih pada FY27 dan mencapai laba setelah pajak (PAT) secara bulanan sebelum melantai di bursa efek
.
Platform quick-commerce India yang mengirimkan berbagai barang dalam hitungan menit telah menciptakan permintaan masif akan kendaraan pengiriman listrik yang andal dan murah. Yulu memposisikan diri sebagai penyedia armada untuk platform-platform ini, dengan skuter Yulu Express yang secara khusus dirancang untuk kebutuhan logistik segmen tersebut . Perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan tujuh kali lipat antara FY23 dan FY26, dan pada akhir 2025, Yulu menguasai rata-rata pangsa armada lebih dari 35% di dark store di area operasinya
.
Profitabilitas dan operating leverage Yulu yang terus membaik diharapkan dapat mendukung persiapan untuk pencatatan di pasar publik. Gupta menekankan bahwa perusahaan ingin menunjukkan profitabilitas yang konsisten sebelum melangkah ke bursa .
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Startup mobilitas listrik asal Bengaluru, Yulu, mengumumkan pendanaan Seri C senilai $93 juta pada Agustus 2026, yang merupakan pendanaan terbesar dalam sejarah perusahaan.
Startup mobilitas listrik asal Bengaluru, Yulu, mengumumkan pendanaan Seri C senilai $93 juta pada Agustus 2026, yang merupakan pendanaan terbesar dalam sejarah perusahaan. Pendanaan ini terdiri dari $63 juta ekuitas yang dipimpin oleh GEF Capital Partners dan $30 juta utang, digunakan untuk melipatempatkan armada aktif menjadi 200.000 kendaraan listrik dalam dua tahun.
Yulu meluncurkan Yulu Express, skuter listrik berdaya angkut tinggi untuk logistik e commerce, pengiriman paket, dan bike taxi, menyasar booming layanan quick commerce di India.