Bagi Nadara, transaksi ini bukan sekadar penggantian pembiayaan lama. Perusahaan menyebut refinancing tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan struktur keuangan, meningkatkan fleksibilitas dalam mengelola portofolio, serta membuka modal untuk mempercepat pembangunan kapasitas energi terbarukan berikutnya .
Dalam praktik pembiayaan energi, refinancing platform berarti sejumlah aset dari beberapa negara dikelola dalam satu kerangka pendanaan bersama. Model ini berbeda dari pembiayaan proyek tunggal dan dapat memberi perusahaan ruang lebih luas untuk mengatur utang serta mengalokasikan modal.
Nadara dibentuk melalui penggabungan Ventient Energy dan Renantis, yang sebelumnya bernama Falck Renewables. Rencana merger diumumkan pada Juni 2023, kemudian kedua perusahaan secara hukum menjadi satu pada 1 Januari 2024. Nama dan merek Nadara mulai digunakan pada Juli 2024 .
Kedua perusahaan sebelumnya dimiliki investor institusional yang mendapat nasihat dari kelompok Global Infrastructure milik J.P. Morgan Asset Management . Nama “Nadara” berasal dari kata bahasa Gaelik Skotlandia nàdarra, yang berarti “alami” .
Setelah merger, perusahaan gabungan tersebut memiliki sekitar 4,2 GW kapasitas terpasang dari aset angin, surya, biomassa, dan penyimpanan energi di lebih dari 200 aset. Nadara juga membawa pipeline pengembangan sebesar 18 GW, dengan ambisi mengubah proyek-proyek tersebut menjadi kapasitas operasional dalam beberapa tahun ke depan . Saat diluncurkan, perusahaan menyebut dirinya sebagai IPP tenaga angin darat terbesar di Eropa .
Refinancing €1,2 miliar ini menjadi salah satu transaksi pasar modal terbesar Nadara sejak merger. Kesepakatan tersebut menyusul refinancing €2,6 miliar yang dilakukan Ventient Energy pada Desember 2023, tak lama sebelum merger selesai. Transaksi Ventient saat itu menciptakan platform investasi baru untuk mendukung ekspansi energi terbarukan di Eropa .
Pada Desember 2024, Nadara juga memperoleh pembiayaan utang sekitar €420 juta dari Macquarie Asset Management atas nama klien institusionalnya . Berbeda dari pembiayaan-pembiayaan sebelumnya, kesepakatan terbaru menyatukan portofolio hasil merger ke dalam platform pendanaan yang lebih teroptimasi. Struktur tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan di pasar yang sudah digarap maupun pasar baru .
Seiring bertambah matangnya aset energi terbarukan di Eropa, perusahaan IPP mulai mencari pendanaan korporasi yang lebih fleksibel dan berbiaya lebih rendah untuk membiayai proyek-proyek dalam pipeline. Refinancing skala besar untuk portofolio lintas negara menjadi salah satu instrumen yang semakin banyak digunakan .
Bagi pemberi pinjaman, portofolio yang tersebar di berbagai negara dan teknologi dapat menawarkan arus kas operasional yang lebih beragam dibandingkan pembiayaan satu proyek. Karena itu, bank dan investor institusional menunjukkan minat lebih besar terhadap platform energi terbarukan lintas negara dengan aset yang sudah menghasilkan pendapatan .
Langkah Nadara sejalan dengan tren pembiayaan portofolio besar lainnya di Eropa. Salah satu contohnya adalah paket pembiayaan Sonnedix senilai €2,5 miliar untuk aset operasional berkapasitas 1,1 GW di Spanyol, Italia, dan Prancis .
Tren ini menandai pergeseran industri: setelah lama berfokus pada pembangunan proyek baru, perusahaan energi terbarukan kini juga perlu mengelola skala, struktur utang, dan efisiensi modal. Bagi Nadara, refinancing terbaru menjadi fondasi keuangan untuk mendorong pipeline 18 GW menuju tahap pembangunan dan operasi.