Tidak ada investor utama (lead investor) yang disebutkan secara publik. Partisipasi PINC menandai investasi ketiganya di tahun 2025 dan sejalan dengan strategi keberlanjutan Paulig yang lebih luas. Perusahaan asal Finlandia itu menyoroti bahwa jagung—salah satu dari tiga bahan baku utamanya—adalah tanaman uji coba (proof-of-concept) pertama untuk platform Rainbow Crops .
Pada Maret 2026, Rainbow Crops menerima hibah senilai $7 juta dari Bill & Melinda Gates Foundation . Perlu digarisbawahi, ini adalah hibah, bukan investasi ekuitas
. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap panas dan kekeringan, khususnya jagung (maize), sorgum, dan padi, bagi para petani kecil di wilayah rawan pangan yang paling terdampak perubahan iklim
. Dana ini diarahkan untuk memajukan platform proprietari perusahaan, Trait Foundry™
.
Inti dari Rainbow Crops adalah teknologi end-to-end miliknya, Trait Foundry™, yang dirancang untuk merekayasa secara sistematis sifat-sifat agronomi kompleks dan multi-gen yang sulit diatasi oleh pemuliaan konvensional . Platform ini mengintegrasikan empat pilar teknologi utama:
Kemampuan platform ini telah ditunjukkan dalam studi pembuktian konsep, di mana para peneliti berhasil menyunting 60 gen penekan pertumbuhan pada jagung untuk mengidentifikasi kombinasi yang meningkatkan biomassa dan hasil panen .
Rainbow Crops diluncurkan pada tahun 2025 sebagai spin-off dari VIB-UGent Center for Plant Systems Biology di Gent, Belgia, sebuah pusat riset terkemuka di Eropa . Riset fondasi perusahaan ini didukung oleh hibah dari Dewan Riset Eropa (European Research Council/ERC), dan perusahaan ini terus memanfaatkan infrastruktur rumah kaca dan fenotipe canggih milik VIB
.
Misi perusahaan ini adalah untuk mempercepat pengembangan varietas tanaman yang tangguh terhadap iklim dan berkinerja tinggi dengan merekayasa sifat-sifat kompleks yang selama ini berada di luar jangkauan metode pemuliaan tradisional . Misi ini dengan cepat mendapatkan pengakuan industri ketika Rainbow Crops memenangkan kompetisi pitch Start-Up Success di World Agri-Tech London 2025
.
Apa yang dilakukan Rainbow Crops bukanlah sekadar proyek sains di laboratorium. Ini adalah bagian dari perlombaan global untuk menciptakan "tanaman super" yang bisa bertahan di planet yang semakin panas. Bagi Indonesia, negara agraris yang sangat bergantung pada komoditas seperti padi dan jagung, pendekatan seperti ini menjadi sangat relevan. Bayangkan varietas padi yang tidak hanya tahan rendaman saat banjir, tetapi juga tetap mampu berproduksi tinggi saat kemarau panjang melanda.
Pendekatan Trait Foundry™ menawarkan lompatan efisiensi. Alih-alih mengandalkan mutasi acak dan seleksi selama bertahun-tahun seperti pemuliaan konvensional, AI Rainbow Crops bisa langsung mengarahkan para ilmuwan ke kombinasi gen yang tepat. Mereka seperti memiliki peta jalan genetik yang sangat detail untuk merakit tanaman impian.