Di TechCrunch Disrupt 2026 (13–15 Oktober, San Francisco), CEO Bluesky Toni Schneider dan COO Rose Wang akan menyatakan bahwa media sosial bisa 'memulai ulang' dengan mengganti model platform terpusat dengan protokol... Argumen ini datang bersamaan dengan transisi kepemimpinan besar: pendiri Jay Graber mundur sebaga...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What key arguments will Bluesky's CEO Toni Schneider and COO Rose Wang present at TechCrunch Disrupt 2026 about whether social media can "st. Article summary: I'll research Bluesky's leadership transition, their TechCrunch Disrupt 2026 appearance, and the competitive landscape.. Topic tags: general, general web, user generated, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illus
Di tengah kejenuhan pengguna terhadap algoritma yang mendikte konten dan perasaan kehilangan kendali atas data pribadi, muncul sebuah pertanyaan fundamental: bisakah media sosial memulai ulang dari awal?
Pertanyaan inilah yang akan dijawab langsung oleh dua petinggi Bluesky, CEO Toni Schneider dan COO Rose Wang, dalam sebuah sesi spesial di ajang TechCrunch Disrupt 2026, yang digelar pada 13–15 Oktober di San Francisco .
Bluesky, platform yang lahir dari proyek riset internal Twitter, tidak datang dengan aplikasi yang lebih keren atau fitur yang lebih canggih. Mereka datang dengan sebuah argumen yang lebih fundamental: bahwa masalah media sosial saat ini bersifat struktural dan hanya bisa diperbaiki dengan mengganti fondasinya — dari platform terpusat menjadi protokol terbuka.
1. "Era media sosial berikutnya akan ditulis oleh sebuah protokol, bukan platform"
Schneider dan Wang akan berargumen bahwa problem klasik media sosial seperti kendali algoritma sepihak, data pengguna yang terkunci, moderasi yang tidak transparan, dan fenomena 'enshittification' (penurunan kualitas layanan demi keuntungan) bukanlah bug, melainkan fitur yang melekat pada arsitektur platform terpusat. Mereka tidak bisa diperbaiki hanya dengan mengubah tampilan atau kebijakan .
Solusi yang ditawarkan adalah AT Protocol (Authenticated Transfer Protocol) — sebuah fondasi terbuka dan terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang mana pun membangun aplikasi di atasnya tanpa perlu izin. Di sini, pengguna memiliki identitas, data, dan grafik sosial mereka sendiri .
2. Desentralisasi sebagai Obat untuk Monopoli Digital
Wang dengan gamblang menyebut bahwa Facebook dan X (dulu Twitter) pada dasarnya "sudah menjadi perusahaan AI sekarang," yang dioptimalkan untuk mengekstrak engagement, bukan untuk membangun hubungan antarmanusia . Bluesky menawarkan struktur yang sebaliknya: sebuah pendekatan sumber terbuka yang disebut sebagai "solusi kritis terhadap masalah inheren yang ditemukan dalam struktur terpusat"
.
Salah satu janji utamanya adalah portabilitas. Jika suatu saat Bluesky 'berkhianat' dan berubah menjadi buruk, pengguna bisa memindahkan seluruh grafik sosial mereka ke aplikasi lain hanya dengan satu klik . Ini adalah antitesis dari model Facebook atau X, di mana biaya untuk pindah (switching cost) sengaja dibuat sangat tinggi.
3. Ruang Komunitas, Bukan 'Lapangan Publik' yang Viral
Berbeda dengan Threads atau X yang mengejar skala siaran (broadcast), Wang menegaskan bahwa Bluesky melihat masa depannya bukan pada satu feed algoritmik tunggal, melainkan pada ruang-ruang komunitas yang lebih kecil dan digerakkan oleh anggotanya sendiri . Protokol Bluesky memungkinkan siapa pun untuk menjalankan aturan moderasi, kurasi, dan feed algoritmik versi mereka sendiri — pada dasarnya, kekuasaan platform 'di-unbundling' dan dikembalikan ke tangan pengguna.
Argumen-argumen ini tidak datang dalam ruang hampa. Bluesky baru saja melewati transisi kepemimpinan yang signifikan.
Mengapa Jay Graber Mundur?
Pada 9 Maret 2026, pendiri Bluesky, Jay Graber, mengumumkan bahwa ia turun dari kursi CEO dan beralih menjadi Chief Innovation Officer. Dalam postingannya, ia menulis: "Seiring Bluesky semakin matang, perusahaan membutuhkan operator yang berpengalaman, fokus pada skala dan eksekusi, sementara saya kembali ke apa yang paling saya kuasai: membangun" . Graber tetap menjabat sebagai Ketua Dewan
. Di bawah kepemimpinannya, Bluesky berhasil tumbuh hingga sekitar 43 juta pengguna dan membangun AT Protocol dari nol
.
Toni Schneider: Dari WordPress ke Bluesky
Schneider, mantan CEO pendiri Automattic (perusahaan di balik WordPress dan Tumblr), awalnya menjabat sebagai CEO interim pada Maret dan resmi ditunjuk sebagai CEO permanen pada 10 Juli 2026 . Latar belakangnya sangat relevan: ia berhasil menskalakan ekosistem sumber terbuka (WordPress menguasai ~40% web global) dan sangat paham tentang ketegangan antara pertumbuhan yang digerakkan protokol dan keberlanjutan bisnis. Dalam pengumuman pengangkatannya, Schneider mengatakan Bluesky sedang mengerjakan "jaringan terbuka yang akan mencerminkan banyak cara orang berkomunikasi, berinteraksi, dan mencari nafkah"
.
Rose Wang: Suara Kritis untuk Kemanusiaan
Wang adalah sosok yang paling vokal dalam membedakan Bluesky dari para raksasa. Dalam acara SXSW London pada Juni 2026, ia melontarkan kritik pedas, menyebut bahwa Facebook dan X telah "meninggalkan tujuan awal mereka" dan bahwa "AI telah mengambil apa yang membuat kita menjadi manusia," menjadikan internet "terlalu bergantung pada sistem otomatis" dengan mengorbankan interaksi manusia yang tulus . Pesan inilah yang akan menjadi inti dari sesi Disrupt nanti
.
Bluesky tidak berniat menjadi 'pembunuh X' atau 'penantang Facebook'. Strategi mereka untuk bersaing bertumpu pada tiga keunggulan berbeda:
Namun, ada 'angin segar' yang harus dihadapi. Data terbaru menunjukkan bahwa basis pengguna aktif Bluesky justru menyusut seiring meredanya gelombang pertumbuhan awal pasca-pemilu AS 2024 . Tesis 'protokol pertama' ini masih belum terbukti pada skala besar, dan Bluesky menghadapi masalah klasik 'cold start' dari sebuah ekosistem terbuka: aplikasi dan layanan menarik yang dibangun di atas AT Protocol masih sedikit jumlahnya.
Dengan kata lain, sesi di TechCrunch Disrupt 2026 ini bukan hanya tentang memenangkan perdebatan filosofis, tetapi juga tentang bagaimana meyakinkan para pengembang dan investor bahwa visi mereka layak untuk dipercaya dan didanai.
Akankah media sosial benar-benar bisa memulai ulang? Jawabannya mungkin akan mulai terlihat pada bulan Oktober mendatang.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Di TechCrunch Disrupt 2026 (13–15 Oktober, San Francisco), CEO Bluesky Toni Schneider dan COO Rose Wang akan menyatakan bahwa media sosial bisa 'memulai ulang' dengan mengganti model platform terpusat dengan protokol...
Di TechCrunch Disrupt 2026 (13–15 Oktober, San Francisco), CEO Bluesky Toni Schneider dan COO Rose Wang akan menyatakan bahwa media sosial bisa 'memulai ulang' dengan mengganti model platform terpusat dengan protokol... Argumen ini datang bersamaan dengan transisi kepemimpinan besar: pendiri Jay Graber mundur sebagai CEO pada Maret 2026 untuk menjadi Chief Innovation Officer, dan Toni Schneider — mantan CEO Automattic (WordPress) — r...
COO Rose Wang telah menyuarakan kritik tajam terhadap Facebook dan X yang dianggapnya 'sudah menjadi perusahaan AI' dan kehilangan esensi hubungan antarmanusia.