XCENA tidak membuat GPU yang lebih cepat. Mereka membangun chip 'computational memory' bernama MX1 yang menggunakan ribuan core RISC V untuk memproses data langsung di DRAM, mengatasi hambatan pergerakan data di AI.

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is XCENA, the AI chip startup that just raised $135 million in Series B funding at a $570 million valuation, and how does its memory-ce. Article summary: XCENA is not trying to build a faster GPU. It is building a **computational memory appliance** that sits closer to DRAM, using CXL 3.2 and thousands of RISC-V cores to perform data-intensive operations nearer to memory a. Topic tags: general, general web. Reference image context from search candidates: Reference image 1: visual subject "# XCENA bets on CXL memory with compute baked in, CEO explains. XCENA is a South Korean startup focusing on CXL memory pooling and sharing with computational memory technology. The" source context "XCENA bets on CXL memory with compute baked in, CEO explains" Reference image 2: visual subject "# XCENA bets on CXL memory with com
Infrastruktur AI menyimpan rahasia kotor: memindahkan data antara memori dan prosesor kini menjadi hambatan yang lebih besar daripada daya komputasi mentah. Seiring model dan kumpulan data AI yang membengkak, biaya energi dan latensi dari proses pemindahan data bolak-balik telah mengubah memori menjadi titik kritis. Sebuah startup Korea Selatan bernama XCENA percaya mereka punya jawabannya, dan para investor baru saja mendukung tesis itu dengan cek senilai $135 juta (sekitar Rp2,2 triliun).
Pada 29 Mei 2026, XCENA mengumumkan putaran pendanaan Seri B senilai $135 juta (KRW 202 miliar) dengan valuasi perusahaan yang dilaporkan sekitar $570 juta, sehingga total pendanaannya mencapai $185 juta . Perusahaan yang awalnya didirikan dengan nama MetisX pada awal 2022 dan berganti nama menjadi XCENA pada akhir 2024 ini, berencana menggunakan modal tersebut untuk ekspansi global, penyebaran ke pelanggan, dan memajukan produk memori komputasi generasi berikutnya
.
Ide utama yang mendorong pendanaan ini bukanlah menciptakan penantang GPU lain. XCENA memposisikan produk debutnya, MX1, sebagai kategori yang berbeda secara fundamental: perangkat computational memory yang mengintegrasikan daya pemrosesan langsung ke dalam lapisan memori itu sendiri.
Dalam arsitektur server konvensional, ketika data perlu diproses, data tersebut melakukan perjalanan pulang-pergi yang mahal dari DRAM ke CPU atau GPU dan kembali lagi. Untuk beban kerja AI—seperti inferensi skala besar, analitik real-time, dan kueri basis data vektor—perpindahan data yang konstan ini menimbulkan latensi, mengonsumsi daya, dan menciptakan “dinding memori” (memory wall) yang terkenal .
Wawasan dasar XCENA adalah bahwa banyak dari operasi intensif data ini sebenarnya tidak memerlukan pemrosesan paralel khusus dari GPU. Tugas-tugas rutin seperti penyaringan, pencarian, dan analitik dapat ditangani oleh inti (core) yang lebih sederhana dan lebih hemat daya yang ditempatkan tepat di samping chip memori, sehingga menghilangkan perjalanan pulang-pergi sepenuhnya. Pendekatan yang disebut near-data processing (NDP) ini bertujuan untuk meringankan beban CPU, bukan menggantikannya .
MX1 digambarkan sebagai produk computational memory pertama di dunia yang mendukung PCIe 6.0 dan standar CXL 3.2 . CXL, atau Compute Express Link, menyediakan jalur berkecepatan tinggi dan berlatensi rendah antara prosesor dan memori, menjadikannya tulang punggung ideal untuk perangkat yang dirancang untuk berada di tingkatan memori
.
Alih-alih akselerator monolitik, MX1 adalah perangkat yang dikemas dengan ribuan inti RISC-V khusus. Dokumentasi XCENA sendiri menyatakan terdapat “ribuan inti RISC-V 1.4GHz” yang terintegrasi langsung ke dalam subsistem memori . Inti-inti ini dapat mengeksekusi operasi mirip basis data (melalui pustaka perangkat lunak XFLARE milik XCENA) di tempat, memproses data tanpa memindahkannya ke CPU host
.
Pendekatan teknis XCENA menggunakan jalur ekspansi terpisah berbasis SSD melalui PCIe 6.0, yang memungkinkan fitur yang disebut perusahaan sebagai “Infinite Memory.” Fitur ini secara teoritis dapat memperluas kumpulan memori yang dapat diakses host ke skala petabyte menggunakan SSD yang terpasang ke CXL, memberikan aplikasi kemampuan untuk mengelola kumpulan data yang jauh lebih besar dengan latensi yang lebih rendah daripada akses penyimpanan tradisional .
Peta jalan perusahaan mengungkapkan rencana iterasi yang cepat:
Kartu ini mendukung DIMM DDR5 hingga 256GB untuk kapasitas 1TB dan menggabungkan pengontrol memori DDR5-8400 . Di acara FMS 2025 (konferensi Future of Memory and Storage), MX1 memenangkan penghargaan untuk teknologi memori komputasi paling inovatif
.
Penting untuk memahami apa yang tidak dilakukan XCENA. Perusahaan ini tidak merancang chip untuk melatih model fondasi besar-besaran lebih cepat dari H100 atau B200 milik Nvidia. MX1 diposisikan sebagai co-prosesor untuk operasi intensif data, bekerja bersama CPU dan GPU yang ada, bukan menggantikannya .
Untuk inferensi AI, di mana model harus berulang kali memindai kumpulan memori besar, atau untuk beban kerja yang berat basis data seperti analitik real-time dan pencarian vektor, strategi XCENA adalah mengurangi beban prosesor utama dengan menangani bagian pekerjaan yang “berat di memori” langsung di sumbernya. Tujuannya adalah pusat data di mana tidak setiap potongan data perlu melewati mesin komputasi yang paling mahal dan paling boros daya .
Valuasi $570 juta yang melekat pada putaran Seri B menandakan keyakinan investor yang kuat bahwa komputasi yang berpusat pada memori memiliki peran penting dalam infrastruktur AI . MX1 saat ini sedang dijajaki dengan mitra terpilih untuk memvalidasi efisiensi tingkat sistem dan peningkatan performa di dunia nyata
.
Namun, cerita validasi masih sedang ditulis. Penghargaan FMS dan spesifikasi kuat yang dilaporkan adalah sinyal yang menjanjikan, tetapi penyebaran produksi dan tolok ukur independen tetap menjadi ujian nyata untuk teknologi yang mengusulkan untuk merancang ulang bagian fundamental dari sistem server. Taruhan XCENA adalah bahwa industri AI siap untuk berhenti memindahkan data dan mulai memprosesnya di tempatnya berada.
Studio Global AI
Use this topic as a starting point for a fresh source-backed answer, then compare citations before you share it.
XCENA tidak membuat GPU yang lebih cepat. Mereka membangun chip 'computational memory' bernama MX1 yang menggunakan ribuan core RISC V untuk memproses data langsung di DRAM, mengatasi hambatan pergerakan data di AI.
XCENA tidak membuat GPU yang lebih cepat. Mereka membangun chip 'computational memory' bernama MX1 yang menggunakan ribuan core RISC V untuk memproses data langsung di DRAM, mengatasi hambatan pergerakan data di AI. Perusahaan ini baru saja menutup putaran pendanaan Seri B senilai $135 juta (Rp2,2 triliun) dengan valuasi $570 juta (Rp9,3 triliun), menjadikan total pendanaannya $185 juta untuk meningkatkan penyebaran chip MX1.
MX1, yang diklaim sebagai produk memori komputasi pertama di dunia dengan PCIe 6.0 dan CXL 3.2, memenangkan penghargaan inovasi di FMS 2025, namun teknologinya belum divalidasi di lingkungan produksi nyata.