Platform radar fotonik terdistribusi Xavveo pada awalnya dikembangkan untuk kendaraan otonom. Kini, teknologi yang sama diperluas ke sektor pertahanan, pemantauan infrastruktur, keamanan perimeter, serta counter-UAV atau sistem kontra-drone .
Perusahaan tersebut menggalang pendanaan awal sebesar 8,6 juta dolar AS pada akhir 2024 dalam putaran yang dipimpin bersama oleh Vsquared Ventures dan imec.xpand . Pada Mei 2026, Xavveo juga diakui sebagai Deep Tech Star oleh Pemerintah Kota Berlin dalam kategori Teknologi Kuantum, Fotonik, dan Mikroelektronika .
Gagasan utama Xavveo tampak sederhana: sinyal radar tidak lagi dikirim melalui kabel koaksial berbahan tembaga, melainkan melalui serat optik menggunakan chip fotonik silikon monolitik .
Perubahan arsitektur ini menghasilkan sejumlah keunggulan:
Karena komputasi berat berlangsung di pusat, setiap node sensor dapat dibuat lebih kecil, lebih hemat daya, dan lebih mudah ditempatkan di berbagai lokasi.
Model ancaman yang mendasari banyak sistem radar pertahanan udara adalah pesawat besar dan cepat atau rudal yang terbang pada ketinggian serta jarak jauh. Model tersebut tidak sepenuhnya cocok untuk drone modern.
Dalam konflik masa kini, lawan dapat mengerahkan kawanan drone kecil dan murah yang terbang rendah—tepat di ruang jarak dekat yang menjadi titik lemah radar tradisional . Pada Mei 2026, Rusia dilaporkan meluncurkan lebih dari 200 drone per hari ke Ukraina .
Xavveo merancang sistemnya untuk menghadapi skenario semacam ini. Teknologinya ditujukan untuk mendeteksi objek kecil yang terbang rendah dalam jarak dekat dengan resolusi tinggi . Sistem tersebut juga diklaim dapat membedakan drone dari burung serta mengidentifikasi drone secara individual di dalam kawanan .
Berbeda dari kamera atau LiDAR yang dapat terganggu oleh sinar matahari langsung, kabut, dan hujan, radar fotonik Xavveo dirancang untuk beroperasi siang maupun malam dalam berbagai kondisi cuaca .
Pada Juni 2026, Xavveo memperkenalkan lini produk yang berorientasi pada pertahanan dengan nama PAIR. Dua varian yang diumumkan adalah:
Keduanya menggunakan arsitektur sensor inti yang sama dan dirancang untuk mendukung penggabungan berbagai jenis sensor. Radar dapat dipadukan dengan kamera inframerah, kamera optik, dan sensor akustik guna membentuk satu gambaran situasi yang lebih menyeluruh .
PAIR juga dirancang untuk beroperasi tanpa bergantung pada GPS atau infrastruktur 5G. Kemampuan ini penting di lingkungan yang konektivitasnya terganggu atau sengaja ditiadakan .
Salah satu pembeda utama pendekatan Xavveo adalah penggunaan jalur sinyal fotonik. Menurut perusahaan dan laporan yang dikutip, arsitektur ini membuka penggunaan frekuensi radar yang lebih tinggi dibandingkan sistem berbasis kabel tembaga. Dengan begitu, teknik peperangan elektronik konvensional yang biasa digunakan untuk mengganggu radar standar menjadi kurang efektif terhadap platform PAIR .
Namun, kemampuan mendeteksi drone tidak sama dengan kemampuan menetralkannya. PAIR pada dasarnya adalah platform persepsi dan pemantauan; sistem ini dapat menjadi bagian dari arsitektur kontra-drone yang lebih luas bersama sensor lain serta perangkat penindakan yang sesuai.
Teknologi Xavveo bersifat dwiguna. Resolusi tinggi, ketahanan terhadap cuaca, dan daya tahan terhadap gangguan sinyal yang berguna untuk pertahanan juga relevan bagi kendaraan otonom, kendaraan komersial, otomasi industri, serta aplikasi mobilitas lainnya .
Perluasan ke sektor pertahanan pada Juni 2026 disebut didorong oleh permintaan langsung dari pelanggan yang kesulitan mendeteksi drone FPV dan drone pengintai berukuran kecil dengan sistem yang tersedia .
Pasar yang kini dibidik Xavveo mencakup sistem kontra-drone untuk instalasi militer, perlindungan infrastruktur penting seperti pembangkit listrik dan bandara, keamanan perimeter lokasi sensitif, serta pemantauan situasi udara dalam skala perkotaan hingga nasional .
Platform radar fotonik terdistribusi Xavveo pada awalnya dikembangkan untuk kendaraan otonom. Kini, teknologi yang sama diperluas ke sektor pertahanan, pemantauan infrastruktur, keamanan perimeter, serta counter-UAV atau sistem kontra-drone .
Perusahaan tersebut menggalang pendanaan awal sebesar 8,6 juta dolar AS pada akhir 2024 dalam putaran yang dipimpin bersama oleh Vsquared Ventures dan imec.xpand . Pada Mei 2026, Xavveo juga diakui sebagai Deep Tech Star oleh Pemerintah Kota Berlin dalam kategori Teknologi Kuantum, Fotonik, dan Mikroelektronika .
Gagasan utama Xavveo tampak sederhana: sinyal radar tidak lagi dikirim melalui kabel koaksial berbahan tembaga, melainkan melalui serat optik menggunakan chip fotonik silikon monolitik .
Perubahan arsitektur ini menghasilkan sejumlah keunggulan:
Karena komputasi berat berlangsung di pusat, setiap node sensor dapat dibuat lebih kecil, lebih hemat daya, dan lebih mudah ditempatkan di berbagai lokasi.
Model ancaman yang mendasari banyak sistem radar pertahanan udara adalah pesawat besar dan cepat atau rudal yang terbang pada ketinggian serta jarak jauh. Model tersebut tidak sepenuhnya cocok untuk drone modern.
Dalam konflik masa kini, lawan dapat mengerahkan kawanan drone kecil dan murah yang terbang rendah—tepat di ruang jarak dekat yang menjadi titik lemah radar tradisional . Pada Mei 2026, Rusia dilaporkan meluncurkan lebih dari 200 drone per hari ke Ukraina .
Xavveo merancang sistemnya untuk menghadapi skenario semacam ini. Teknologinya ditujukan untuk mendeteksi objek kecil yang terbang rendah dalam jarak dekat dengan resolusi tinggi . Sistem tersebut juga diklaim dapat membedakan drone dari burung serta mengidentifikasi drone secara individual di dalam kawanan .
Berbeda dari kamera atau LiDAR yang dapat terganggu oleh sinar matahari langsung, kabut, dan hujan, radar fotonik Xavveo dirancang untuk beroperasi siang maupun malam dalam berbagai kondisi cuaca .
Pada Juni 2026, Xavveo memperkenalkan lini produk yang berorientasi pada pertahanan dengan nama PAIR. Dua varian yang diumumkan adalah:
Keduanya menggunakan arsitektur sensor inti yang sama dan dirancang untuk mendukung penggabungan berbagai jenis sensor. Radar dapat dipadukan dengan kamera inframerah, kamera optik, dan sensor akustik guna membentuk satu gambaran situasi yang lebih menyeluruh .
PAIR juga dirancang untuk beroperasi tanpa bergantung pada GPS atau infrastruktur 5G. Kemampuan ini penting di lingkungan yang konektivitasnya terganggu atau sengaja ditiadakan .
Salah satu pembeda utama pendekatan Xavveo adalah penggunaan jalur sinyal fotonik. Menurut perusahaan dan laporan yang dikutip, arsitektur ini membuka penggunaan frekuensi radar yang lebih tinggi dibandingkan sistem berbasis kabel tembaga. Dengan begitu, teknik peperangan elektronik konvensional yang biasa digunakan untuk mengganggu radar standar menjadi kurang efektif terhadap platform PAIR .
Namun, kemampuan mendeteksi drone tidak sama dengan kemampuan menetralkannya. PAIR pada dasarnya adalah platform persepsi dan pemantauan; sistem ini dapat menjadi bagian dari arsitektur kontra-drone yang lebih luas bersama sensor lain serta perangkat penindakan yang sesuai.
Teknologi Xavveo bersifat dwiguna. Resolusi tinggi, ketahanan terhadap cuaca, dan daya tahan terhadap gangguan sinyal yang berguna untuk pertahanan juga relevan bagi kendaraan otonom, kendaraan komersial, otomasi industri, serta aplikasi mobilitas lainnya .
Perluasan ke sektor pertahanan pada Juni 2026 disebut didorong oleh permintaan langsung dari pelanggan yang kesulitan mendeteksi drone FPV dan drone pengintai berukuran kecil dengan sistem yang tersedia .
Pasar yang kini dibidik Xavveo mencakup sistem kontra-drone untuk instalasi militer, perlindungan infrastruktur penting seperti pembangkit listrik dan bandara, keamanan perimeter lokasi sensitif, serta pemantauan situasi udara dalam skala perkotaan hingga nasional .