Vestas mendapat pesanan proyek Emma Wind Farm 72 MW dari Statkraft Peru: memasok 16 turbin V163 4,5 MW di Piura, pengiriman Q2 2027, siap operasi Q1 2028.
Pendapatan Q2 2026 Vestas melonjak 26% menjadi EUR 4,7 miliar, margin EBIT mencapai 9,4%, dan portofolio pesanan tertahan (order backlog) rekor EUR 76,9 miliar.
Vestas menaikkan panduan margin EBIT 2026 menjadi 7–9%, mengumumkan buyback saham EUR 400 juta, dan sahamnya melonjak hingga 19% pada 12 Agustus 2026.
What is Vestas' recent 72 MW wind farm order in Peru, including key contract details, the project timeline, Vestas' broader Latin America exVestas returns to Peru with a 72 MW wind farm order as Q2 2026 earnings surge 26%.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Vestas' recent 72 MW wind farm order in Peru, including key contract details, the project timeline, Vestas' broader Latin America ex. Article summary: Let me search for the latest details on these. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
openai.com
Jakarta — Produsen turbin angin raksasa asal Denmark, Vestas Wind Systems, baru saja mengamankan kontrak untuk memasok dan memasang 16 turbin angin bagi proyek Emma Wind Farm berkapasitas 72 MW di Peru. Pesanan ini menandai kembalinya Vestas ke pasar Peru setelah sekian lama.
Kabar ini datang beriringan dengan laporan keuangan kuartal kedua (Q2) 2026 Vestas yang mencetak rekor pendapatan tertinggi dalam beberapa tahun. Pendapatan melesat 26% dibandingkan tahun lalu, dan margin laba EBIT-nya melonjak drastis menjadi 9,4%, jauh dari angka 1,5% pada periode yang sama tahun lalu.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Vestas mendapat pesanan proyek Emma Wind Farm 72 MW dari Statkraft Peru: memasok 16 turbin V163 4,5 MW di Piura, pengiriman Q2 2027, siap operasi Q1 2028.
Pendapatan Q2 2026 Vestas melonjak 26% menjadi EUR 4,7 miliar, margin EBIT mencapai 9,4%, dan portofolio pesanan tertahan (order backlog) rekor EUR 76,9 miliar.
Vestas menaikkan panduan margin EBIT 2026 menjadi 7–9%, mengumumkan buyback saham EUR 400 juta, dan sahamnya melonjak hingga 19% pada 12 Agustus 2026.
What is Vestas' recent 72 MW wind farm order in Peru, including key contract details, the project timeline, Vestas' broader Latin America exVestas returns to Peru with a 72 MW wind farm order as Q2 2026 earnings surge 26%.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Vestas' recent 72 MW wind farm order in Peru, including key contract details, the project timeline, Vestas' broader Latin America ex. Article summary: Let me search for the latest details on these. Topic tags: general, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual evidence.
openai.com
Jakarta — Produsen turbin angin raksasa asal Denmark, Vestas Wind Systems, baru saja mengamankan kontrak untuk memasok dan memasang 16 turbin angin bagi proyek Emma Wind Farm berkapasitas 72 MW di Peru. Pesanan ini menandai kembalinya Vestas ke pasar Peru setelah sekian lama.
Kabar ini datang beriringan dengan laporan keuangan kuartal kedua (Q2) 2026 Vestas yang mencetak rekor pendapatan tertinggi dalam beberapa tahun. Pendapatan melesat 26% dibandingkan tahun lalu, dan margin laba EBIT-nya melonjak drastis menjadi 9,4%, jauh dari angka 1,5% pada periode yang sama tahun lalu.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Statkraft Peru, anak perusahaan dari perusahaan energi terbarukan milik negara Norwegia, Statkraft, menunjuk Vestas untuk mengerjakan proyek Emma Wind Farm. Lokasinya berada di wilayah Piura, Peru utara, dengan kapasitas terpasang 72 MW yang dihasilkan oleh 16 unit turbin V163-4,5 MW milik Vestas. Kontrak ini juga mencakup perjanjian pemeliharaan jangka panjang, meskipun durasi pastinya belum diumumkan.
Proyek ini sebenarnya sudah mulai dibangun oleh Statkraft pada awal Juli 2026. Jadwal pengiriman komponen utama turbin direncanakan pada kuartal kedua tahun 2027, dan seluruh turbin ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal pertama tahun 2028. Setelah beroperasi, proyek ini diperkirakan mampu memproduksi sekitar 325 GWh listrik per tahun, memanfaatkan kondisi angin yang kuat dan stabil di wilayah tersebut.
Ekspansi Vestas di Amerika Latin
Pesanan dari Peru ini bukan satu-satunya langkah Vestas di kawasan Amerika Latin. Perusahaan ini gencar mengamankan proyek-proyek besar di berbagai negara:
Brasil: Pesanan 828 MW dari Casa dos Ventos untuk kompleks angin Dom Inocêncio di negara bagian Piauí, dengan konstruksi mulai 2026 dan selesai pada 2028 . Vestas juga memenangkan kontrak 230 MW dari Equinor dan Rio Energy untuk proyek Esquina do Vento Wind Project di Rio Grande do Norte, memasok 51 turbin V163-4,5 MW .
Chile: Proyek 128 MW menggunakan 20 turbin V162-6,4 MW yang didukung kontrak servis AOM 5000 selama 10 tahun .
Argentina: Vestas mengerjakan beberapa proyek di Argentina untuk mengimbangi tantangan pasar di Brasil .
Berdasarkan laporan interim Q2 2026 Vestas, total kapasitas terpasang kumulatif mereka di Amerika Latin mencapai: Brasil (1.282 MW), Chile (39 MW), Argentina (106 MW), dan Meksiko (260 MW).
Kinerja Keuangan Q2 2026: 'Luar Biasa'
Vestas mengumumkan hasil Q2 2026 pada 12 Agustus 2026 dan berhasil melampaui ekspektasi para analis di semua metrik utama. Angka-angka yang dirilis menjadi bukti pemulihan dan pertumbuhan yang solid.
Metrik
Q2 2026
Perubahan vs. Q2 2025
Pendapatan
EUR 4.723 juta
+26,1%
Margin EBIT (sebelum item khusus)
9,4%
Naik ~8 poin persentase
EBIT (sebelum item khusus)
EUR 446 juta
Lebih dari dua kali lipat ekspektasi
EPS (Laba per Saham)
EUR 1,11
+46%
Rata-rata pesanan masuk (order intake)
3.349 MW (EUR 3,4 miliar)
+67% secara MW
Total portofolio pesanan (order backlog)
EUR 76,9 miliar
Level rekor
Atas dasar kinerja yang kuat ini, Vestas menaikkan panduan margin EBIT tahun 2026 menjadi 7–9% (sebelumnya 6–8%). Mereka juga mengumumkan program pembelian kembali saham (share buyback) senilai EUR 400 juta yang akan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga akhir tahun.
Reaksi pasar sangat positif. Pada 12 Agustus 2026, saham Vestas langsung melonjak hingga ~19% dalam sehari, kenaikan harian tertinggi sejak Juli 2022, mencapai level tertinggi sejak Desember 2023.
Ringkasan: Vestas kembali ke Peru melalui proyek Emma Wind Farm 72 MW, sekaligus mengumumkan hasil Q2 2026 yang gemilang. Pendapatan naik 26% menjadi EUR 4,7 miliar, margin EBIT melesat ke 9,4%, perusahaan menaikkan panduan laba tahunan, dan mengumumkan program buyback saham besar-besaran.
Statkraft Peru, anak perusahaan dari perusahaan energi terbarukan milik negara Norwegia, Statkraft, menunjuk Vestas untuk mengerjakan proyek Emma Wind Farm. Lokasinya berada di wilayah Piura, Peru utara, dengan kapasitas terpasang 72 MW yang dihasilkan oleh 16 unit turbin V163-4,5 MW milik Vestas. Kontrak ini juga mencakup perjanjian pemeliharaan jangka panjang, meskipun durasi pastinya belum diumumkan.
Proyek ini sebenarnya sudah mulai dibangun oleh Statkraft pada awal Juli 2026. Jadwal pengiriman komponen utama turbin direncanakan pada kuartal kedua tahun 2027, dan seluruh turbin ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal pertama tahun 2028. Setelah beroperasi, proyek ini diperkirakan mampu memproduksi sekitar 325 GWh listrik per tahun, memanfaatkan kondisi angin yang kuat dan stabil di wilayah tersebut.
Ekspansi Vestas di Amerika Latin
Pesanan dari Peru ini bukan satu-satunya langkah Vestas di kawasan Amerika Latin. Perusahaan ini gencar mengamankan proyek-proyek besar di berbagai negara:
Brasil: Pesanan 828 MW dari Casa dos Ventos untuk kompleks angin Dom Inocêncio di negara bagian Piauí, dengan konstruksi mulai 2026 dan selesai pada 2028 . Vestas juga memenangkan kontrak 230 MW dari Equinor dan Rio Energy untuk proyek Esquina do Vento Wind Project di Rio Grande do Norte, memasok 51 turbin V163-4,5 MW .
Chile: Proyek 128 MW menggunakan 20 turbin V162-6,4 MW yang didukung kontrak servis AOM 5000 selama 10 tahun .
Argentina: Vestas mengerjakan beberapa proyek di Argentina untuk mengimbangi tantangan pasar di Brasil .
Berdasarkan laporan interim Q2 2026 Vestas, total kapasitas terpasang kumulatif mereka di Amerika Latin mencapai: Brasil (1.282 MW), Chile (39 MW), Argentina (106 MW), dan Meksiko (260 MW).
Kinerja Keuangan Q2 2026: 'Luar Biasa'
Vestas mengumumkan hasil Q2 2026 pada 12 Agustus 2026 dan berhasil melampaui ekspektasi para analis di semua metrik utama. Angka-angka yang dirilis menjadi bukti pemulihan dan pertumbuhan yang solid.
Metrik
Q2 2026
Perubahan vs. Q2 2025
Pendapatan
EUR 4.723 juta
+26,1%
Margin EBIT (sebelum item khusus)
9,4%
Naik ~8 poin persentase
EBIT (sebelum item khusus)
EUR 446 juta
Lebih dari dua kali lipat ekspektasi
EPS (Laba per Saham)
EUR 1,11
+46%
Rata-rata pesanan masuk (order intake)
3.349 MW (EUR 3,4 miliar)
+67% secara MW
Total portofolio pesanan (order backlog)
EUR 76,9 miliar
Level rekor
Atas dasar kinerja yang kuat ini, Vestas menaikkan panduan margin EBIT tahun 2026 menjadi 7–9% (sebelumnya 6–8%). Mereka juga mengumumkan program pembelian kembali saham (share buyback) senilai EUR 400 juta yang akan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga akhir tahun.
Reaksi pasar sangat positif. Pada 12 Agustus 2026, saham Vestas langsung melonjak hingga ~19% dalam sehari, kenaikan harian tertinggi sejak Juli 2022, mencapai level tertinggi sejak Desember 2023.
Ringkasan: Vestas kembali ke Peru melalui proyek Emma Wind Farm 72 MW, sekaligus mengumumkan hasil Q2 2026 yang gemilang. Pendapatan naik 26% menjadi EUR 4,7 miliar, margin EBIT melesat ke 9,4%, perusahaan menaikkan panduan laba tahunan, dan mengumumkan program buyback saham besar-besaran.