UBS memproyeksikan pertumbuhan laba saham global sebesar 21% pada 2026 dan sekitar 15% untuk indeks indeks utama zona euro, sehingga memperkuat pandangan bahwa reli ini ditopang keuntungan perusahaan, bukan hanya spek... Bukti terkuat datang dari kombinasi pertumbuhan laba yang meluas dan permintaan nyata terhadap p...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is UBS’s argument that the historic global equity bull market is being driven by record corporate earnings rather than speculative hype. Article summary: UBS’s core case is that this is an earnings-led, investment-cycle bull market: companies are producing unusually strong and broad-based profit growth, while AI infrastructure and security-related capital spending are gen. Topic tags: general, news, general web, government, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
UBS memiliki argumen utama yang cukup sederhana: reli saham global saat ini lebih banyak ditopang oleh kenaikan laba perusahaan dan siklus investasi nyata, bukan oleh investor yang membeli saham hanya karena harganya terus naik.
Dalam panduan strateginya untuk Agustus, bank tersebut memproyeksikan pertumbuhan laba saham global sebesar 21% pada 2026, disusul tahun yang kembali kuat pada 2027. UBS juga memperkirakan saham global masih memiliki ruang kenaikan sekitar 10% hingga pertengahan 2027. 12
Perbedaan ini penting, tetapi bukan berarti pasar menjadi bebas risiko. Laba yang kuat memang dapat membenarkan harga saham yang lebih tinggi, namun valuasi tetap rentan terhadap suku bunga, leverage, konsentrasi pada saham tertentu, serta mengecewakannya hasil investasi kecerdasan buatan atau AI.
Inti pandangan UBS adalah bahwa pertumbuhan laba melakukan lebih banyak pekerjaan daripada ekspansi valuasi. Ketika perusahaan meningkatkan laba, memperbaiki margin, atau melampaui ekspektasi analis, kenaikan harga saham memiliki dasar fundamental yang lebih kuat dibandingkan reli yang terutama didorong euforia dan fear of missing out (FOMO), atau rasa takut ketinggalan.
Riset terbaru UBS menunjukkan momentum keuntungan yang kuat di berbagai pasar. Bank ini memperkirakan laba saham global tumbuh 21% pada 2026, dengan satu tahun lagi yang solid pada 2027. UBS juga memproyeksikan pertumbuhan laba Nasdaq 100 sebesar 38% pada 2026. Angka tersebut sekaligus menunjukkan betapa besar tesis pasar bullish ini masih bergantung pada keuntungan perusahaan yang terkait teknologi. 12
Untuk Amerika Serikat, UBS sebelumnya menaikkan proyeksi laba per saham atau EPS S&P 500 tahun 2026 menjadi 335 dolar AS, yang berarti pertumbuhan 20% secara tahunan, dari perkiraan sebelumnya sebesar 11%. 6 Pada 21 Agustus, UBS Global Wealth Management kembali menaikkan target akhir tahun S&P 500 menjadi 8.100 dari 7.900, dengan alasan prospek laba yang lebih kuat dan keyakinan bahwa pertumbuhan keuntungan akan berlanjut.
1
Dengan demikian, proyeksi tersebut tidak semata-mata berasumsi bahwa investor akan membayar kelipatan valuasi lebih tinggi untuk tingkat laba yang sama. Asumsinya adalah laba itu sendiri terus meningkat. Karena itu, revisi proyeksi keuntungan ke depan menjadi salah satu ujian terpenting bagi pandangan bullish UBS.
Jika reli hanya dikuasai segelintir perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, reli tersebut akan lebih mudah dianggap sempit atau spekulatif. Kenaikan proyeksi laba UBS untuk zona euro memberi bank itu bukti tambahan bahwa siklus keuntungan mulai meluas.
Setelah hasil kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan laba yang lebih kuat dan lebih merata, UBS menaikkan proyeksi pertumbuhan laba 2026 untuk Euro Stoxx 50 dan indeks zona euro yang lebih luas menjadi sekitar 15%. Proyeksi Euro Stoxx 50 naik dari 8%, sedangkan estimasi untuk pasar zona euro yang lebih luas meningkat dari 11%. UBS mempertahankan proyeksi pertumbuhan laba 2027 di level 15%. 21
Laporan lain mengenai musim laporan keuangan yang sama menyebut laba zona euro tumbuh sekitar 22% secara tahunan, atau sekitar 11% jika sektor energi dikeluarkan. Disiplin biaya membantu menopang margin, sementara pertumbuhan pendapatan diperkirakan semakin berkontribusi ketika aktivitas manufaktur membaik. 22
Data ini tidak membuktikan bahwa semua wilayah dan sektor ikut tumbuh dengan kekuatan yang sama. Namun, temuan tersebut mendukung pandangan UBS bahwa siklus laba mulai menyebar melampaui kelompok kecil perusahaan teknologi berkapitalisasi raksasa di AS.
UBS melihat AI sebagai siklus investasi dan pembangunan infrastruktur, bukan sekadar tema di pasar saham. Permintaannya terlihat pada pusat data, semikonduktor, pembangkitan listrik, dan peralatan konstruksi.
Ketika menaikkan proyeksi S&P 500 pada Mei, UBS menyebut konsumsi rumah tangga yang tangguh dan permintaan kuat terhadap infrastruktur pusat data. 2 Pada Agustus, bank itu menunjuk kenaikan proyeksi pendapatan tahunan Palantir dan membaiknya prospek pertumbuhan pendapatan Caterpillar sebagai contoh bagaimana permintaan terkait AI mulai menjangkau sektor di luar perancang chip dan perusahaan komputasi awan. Pembangunan pusat data turut mendorong permintaan terhadap peralatan pembangkit listrik dan konstruksi Caterpillar.
4
Saluran transmisi ini penting. Jika belanja AI menghasilkan pesanan, pendapatan, dan pada akhirnya peningkatan produktivitas di berbagai industri, investasi tersebut dapat menopang siklus laba yang lebih luas. Namun, jika belanja hanya terkonsentrasi pada segelintir perusahaan teknologi—atau jika para pelanggan tidak memperoleh imbal hasil yang memadai dari infrastruktur yang dibangun—ledakan investasi yang sama dapat berubah menjadi sumber kekecewaan.
UBS sendiri mengakui bahwa perangkat keras AI masih didukung pertumbuhan laba yang kuat, tetapi memperingatkan bahwa posisi investor yang terlalu padat dan meningkatnya leverage membuat diversifikasi menjadi penting. 5 Dalam komentar pasar pada Juli, UBS juga menyebut potensi kekecewaan terhadap belanja modal AI atau kemampuan perusahaan memonetisasi investasi tersebut sebagai risiko bagi saham global.
14
Korea Selatan memberikan salah satu contoh paling jelas dalam perdebatan ini. Reli indeks KOSPI berkaitan erat dengan permintaan semikonduktor untuk AI. Samsung Electronics dan SK Hynix—dua perusahaan besar produsen chip memori—mendorong indeks tersebut lebih tinggi. Pada Mei, KOSPI menembus level 7.000 untuk pertama kalinya, ketika reli semikonduktor berbasis AI mengangkat kapitalisasi pasar Samsung Electronics melampaui 1 triliun dolar AS. 36
Kenaikan itu bukan semata-mata akibat spekulasi harga. Sejumlah pemberitaan mengaitkannya dengan ekspektasi laba yang kuat dan permintaan terhadap chip memori yang digunakan dalam rantai pasok AI. 32 Namun, Korea juga menunjukkan bahwa optimisme fundamental dapat berjalan beriringan dengan spekulasi.
Reuters melaporkan bahwa posisi berleverage pada saham-saham AI Korea Selatan berkontribusi terhadap volatilitas yang luar biasa. KOSPI turun sekitar 20% sepanjang Juli, meskipun pada saat itu masih mencatat kenaikan 62% sepanjang tahun. 34 Setelah mencapai titik terendah pada 30 Juli, indeks tersebut kemudian pulih sekitar 22% ketika perdagangan AI global kembali menguat, dipimpin Samsung dan SK Hynix.
32
Pelajarannya bukan bahwa laba tidak penting. Justru, pertumbuhan laba yang nyata dapat menarik leverage, perdagangan momentum, dan posisi yang terlalu terkonsentrasi. Pasar bisa memiliki dukungan fundamental sekaligus mengalami penurunan tajam.
Argumen UBS akan lebih kuat jika pertumbuhan laba meluas melampaui penerima manfaat AI yang paling terlihat. Riset bank tersebut menggambarkan kekuatan laba di AS sebagai sesuatu yang luas, dengan jumlah dan besarnya kejutan positif pada laporan kuartal kedua berada di atas rata-rata historis. 3
Sektor energi menjadi salah satu area yang dapat diamati investor ketika menilai keluasan reli. Namun, sektor ini juga memperlihatkan keterbatasan analisis yang hanya berfokus pada laba. Harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan keuntungan produsen energi, tetapi juga menaikkan biaya konsumen dan tekanan inflasi. UBS memperingatkan bahwa normalisasi pasokan energi yang lebih lambat dari perkiraan dapat menjaga harga minyak Brent tetap tinggi dan memperumit prospek inflasi. 3
Di sinilah muncul potensi konflik: keuntungan sektor energi dapat membantu meningkatkan laba agregat, sementara biaya energi yang lebih tinggi membuat kondisi suku bunga kurang menguntungkan bagi bagian pasar lainnya.
Harga saham mencerminkan dua hal: perkiraan laba dan tingkat suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokan laba masa depan. Bahkan siklus laba yang sangat baik belum tentu mencegah harga saham turun jika imbal hasil obligasi jangka panjang meningkat cukup jauh untuk mengurangi nilai yang diberikan investor terhadap keuntungan di masa depan.
UBS Asset Management berpendapat bahwa pasar bullish masih dapat bertahan dalam kondisi suku bunga lebih tinggi karena pertumbuhan laba kuat dan semakin meluas. Pada saat yang sama, UBS memperkirakan inflasi inti AS tetap tinggi dan sulit turun, sehingga kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve masih terbuka. 5
Pasar obligasi telah menjadi risiko utama. Reuters melaporkan bahwa pidato utama pertama Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole—yang dijadwalkan pada 28 Agustus—menjadi perhatian investor karena pasar mencari panduan mengenai kenaikan imbal hasil obligasi, inflasi, dan independensi Federal Reserve. 47 Imbal hasil Treasury jangka panjang juga berada di bawah tekanan; imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun sempat mencapai level tertinggi sejak 2007, menurut Bloomberg.
49
Imbal hasil yang lebih tinggi dapat menekan valuasi saham dan meningkatkan biaya pinjaman rumah tangga maupun perusahaan. Obligasi juga menjadi relatif lebih menarik dibandingkan saham. Dalam praktiknya, tesis UBS akan bekerja paling baik jika pertumbuhan laba cukup kuat untuk mengimbangi tekanan valuasi akibat kenaikan suku bunga.
Bukti yang tersedia mendukung kesimpulan yang lebih bernuansa daripada sekadar menyebut pasar ini “gelembung” atau menganggap laba yang kuat membuat reli aman. Beberapa risiko dapat menggagalkan skenario bullish tersebut:
UBS memiliki dasar fundamental yang kredibel untuk menyatakan bahwa pasar bullish saham global digerakkan oleh laba perusahaan dan investasi, bukan semata-mata FOMO. Bukti terkuatnya adalah kombinasi proyeksi pertumbuhan laba global 21%, kenaikan tajam prospek zona euro, momentum laba AS yang kuat, serta permintaan nyata terkait pembangunan pusat data dan infrastruktur AI. 12
21
3
4
Namun, bukti tersebut tidak menghapus risiko gelembung. Korea Selatan menunjukkan bahwa pertumbuhan laba AI yang nyata dapat berjalan bersamaan dengan leverage dan volatilitas ekstrem. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang dapat merusak valuasi meskipun laba tetap kuat. 34
49
Ujian praktis bagi tesis UBS adalah apakah pertumbuhan laba terus meluas, apakah investasi AI menghasilkan pendapatan dan peningkatan produktivitas yang tahan lama, serta apakah imbal hasil obligasi dapat stabil. Jika kondisi itu terpenuhi, reli ini memiliki fondasi yang lebih kuat daripada ledakan spekulatif murni. Jika gagal, laba yang kuat dalam beberapa kuartal terakhir belum tentu cukup untuk mencegah koreksi tajam yang dipimpin sektor teknologi.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
UBS memproyeksikan pertumbuhan laba saham global sebesar 21% pada 2026 dan sekitar 15% untuk indeks indeks utama zona euro, sehingga memperkuat pandangan bahwa reli ini ditopang keuntungan perusahaan, bukan hanya spek...
UBS memproyeksikan pertumbuhan laba saham global sebesar 21% pada 2026 dan sekitar 15% untuk indeks indeks utama zona euro, sehingga memperkuat pandangan bahwa reli ini ditopang keuntungan perusahaan, bukan hanya spek... Bukti terkuat datang dari kombinasi pertumbuhan laba yang meluas dan permintaan nyata terhadap pusat data, semikonduktor, pembangkit listrik, serta peralatan konstruksi.
Korea Selatan menunjukkan dua sisi cerita: laba perusahaan chip yang terkait AI mendorong reli dramatis, tetapi perdagangan berleverage juga memicu volatilitas ekstrem.
UBS memproyeksikan pertumbuhan laba saham global sebesar 21% pada 2026 dan sekitar 15% untuk indeks indeks utama zona euro, sehingga memperkuat pandangan bahwa reli ini ditopang keuntungan perusahaan, bukan hanya spek... Bukti terkuat datang dari kombinasi pertumbuhan laba yang meluas dan permintaan nyata terhadap p...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is UBS’s argument that the historic global equity bull market is being driven by record corporate earnings rather than speculative hype. Article summary: UBS’s core case is that this is an earnings-led, investment-cycle bull market: companies are producing unusually strong and broad-based profit growth, while AI infrastructure and security-related capital spending are gen. Topic tags: general, news, general web, government, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
UBS memiliki argumen utama yang cukup sederhana: reli saham global saat ini lebih banyak ditopang oleh kenaikan laba perusahaan dan siklus investasi nyata, bukan oleh investor yang membeli saham hanya karena harganya terus naik.
Dalam panduan strateginya untuk Agustus, bank tersebut memproyeksikan pertumbuhan laba saham global sebesar 21% pada 2026, disusul tahun yang kembali kuat pada 2027. UBS juga memperkirakan saham global masih memiliki ruang kenaikan sekitar 10% hingga pertengahan 2027. 12
Perbedaan ini penting, tetapi bukan berarti pasar menjadi bebas risiko. Laba yang kuat memang dapat membenarkan harga saham yang lebih tinggi, namun valuasi tetap rentan terhadap suku bunga, leverage, konsentrasi pada saham tertentu, serta mengecewakannya hasil investasi kecerdasan buatan atau AI.
Inti pandangan UBS adalah bahwa pertumbuhan laba melakukan lebih banyak pekerjaan daripada ekspansi valuasi. Ketika perusahaan meningkatkan laba, memperbaiki margin, atau melampaui ekspektasi analis, kenaikan harga saham memiliki dasar fundamental yang lebih kuat dibandingkan reli yang terutama didorong euforia dan fear of missing out (FOMO), atau rasa takut ketinggalan.
Riset terbaru UBS menunjukkan momentum keuntungan yang kuat di berbagai pasar. Bank ini memperkirakan laba saham global tumbuh 21% pada 2026, dengan satu tahun lagi yang solid pada 2027. UBS juga memproyeksikan pertumbuhan laba Nasdaq 100 sebesar 38% pada 2026. Angka tersebut sekaligus menunjukkan betapa besar tesis pasar bullish ini masih bergantung pada keuntungan perusahaan yang terkait teknologi. 12
Untuk Amerika Serikat, UBS sebelumnya menaikkan proyeksi laba per saham atau EPS S&P 500 tahun 2026 menjadi 335 dolar AS, yang berarti pertumbuhan 20% secara tahunan, dari perkiraan sebelumnya sebesar 11%. 6 Pada 21 Agustus, UBS Global Wealth Management kembali menaikkan target akhir tahun S&P 500 menjadi 8.100 dari 7.900, dengan alasan prospek laba yang lebih kuat dan keyakinan bahwa pertumbuhan keuntungan akan berlanjut.
1
Dengan demikian, proyeksi tersebut tidak semata-mata berasumsi bahwa investor akan membayar kelipatan valuasi lebih tinggi untuk tingkat laba yang sama. Asumsinya adalah laba itu sendiri terus meningkat. Karena itu, revisi proyeksi keuntungan ke depan menjadi salah satu ujian terpenting bagi pandangan bullish UBS.
Jika reli hanya dikuasai segelintir perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, reli tersebut akan lebih mudah dianggap sempit atau spekulatif. Kenaikan proyeksi laba UBS untuk zona euro memberi bank itu bukti tambahan bahwa siklus keuntungan mulai meluas.
Setelah hasil kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan laba yang lebih kuat dan lebih merata, UBS menaikkan proyeksi pertumbuhan laba 2026 untuk Euro Stoxx 50 dan indeks zona euro yang lebih luas menjadi sekitar 15%. Proyeksi Euro Stoxx 50 naik dari 8%, sedangkan estimasi untuk pasar zona euro yang lebih luas meningkat dari 11%. UBS mempertahankan proyeksi pertumbuhan laba 2027 di level 15%. 21
Laporan lain mengenai musim laporan keuangan yang sama menyebut laba zona euro tumbuh sekitar 22% secara tahunan, atau sekitar 11% jika sektor energi dikeluarkan. Disiplin biaya membantu menopang margin, sementara pertumbuhan pendapatan diperkirakan semakin berkontribusi ketika aktivitas manufaktur membaik. 22
Data ini tidak membuktikan bahwa semua wilayah dan sektor ikut tumbuh dengan kekuatan yang sama. Namun, temuan tersebut mendukung pandangan UBS bahwa siklus laba mulai menyebar melampaui kelompok kecil perusahaan teknologi berkapitalisasi raksasa di AS.
UBS melihat AI sebagai siklus investasi dan pembangunan infrastruktur, bukan sekadar tema di pasar saham. Permintaannya terlihat pada pusat data, semikonduktor, pembangkitan listrik, dan peralatan konstruksi.
Ketika menaikkan proyeksi S&P 500 pada Mei, UBS menyebut konsumsi rumah tangga yang tangguh dan permintaan kuat terhadap infrastruktur pusat data. 2 Pada Agustus, bank itu menunjuk kenaikan proyeksi pendapatan tahunan Palantir dan membaiknya prospek pertumbuhan pendapatan Caterpillar sebagai contoh bagaimana permintaan terkait AI mulai menjangkau sektor di luar perancang chip dan perusahaan komputasi awan. Pembangunan pusat data turut mendorong permintaan terhadap peralatan pembangkit listrik dan konstruksi Caterpillar.
4
Saluran transmisi ini penting. Jika belanja AI menghasilkan pesanan, pendapatan, dan pada akhirnya peningkatan produktivitas di berbagai industri, investasi tersebut dapat menopang siklus laba yang lebih luas. Namun, jika belanja hanya terkonsentrasi pada segelintir perusahaan teknologi—atau jika para pelanggan tidak memperoleh imbal hasil yang memadai dari infrastruktur yang dibangun—ledakan investasi yang sama dapat berubah menjadi sumber kekecewaan.
UBS sendiri mengakui bahwa perangkat keras AI masih didukung pertumbuhan laba yang kuat, tetapi memperingatkan bahwa posisi investor yang terlalu padat dan meningkatnya leverage membuat diversifikasi menjadi penting. 5 Dalam komentar pasar pada Juli, UBS juga menyebut potensi kekecewaan terhadap belanja modal AI atau kemampuan perusahaan memonetisasi investasi tersebut sebagai risiko bagi saham global.
14
Korea Selatan memberikan salah satu contoh paling jelas dalam perdebatan ini. Reli indeks KOSPI berkaitan erat dengan permintaan semikonduktor untuk AI. Samsung Electronics dan SK Hynix—dua perusahaan besar produsen chip memori—mendorong indeks tersebut lebih tinggi. Pada Mei, KOSPI menembus level 7.000 untuk pertama kalinya, ketika reli semikonduktor berbasis AI mengangkat kapitalisasi pasar Samsung Electronics melampaui 1 triliun dolar AS. 36
Kenaikan itu bukan semata-mata akibat spekulasi harga. Sejumlah pemberitaan mengaitkannya dengan ekspektasi laba yang kuat dan permintaan terhadap chip memori yang digunakan dalam rantai pasok AI. 32 Namun, Korea juga menunjukkan bahwa optimisme fundamental dapat berjalan beriringan dengan spekulasi.
Reuters melaporkan bahwa posisi berleverage pada saham-saham AI Korea Selatan berkontribusi terhadap volatilitas yang luar biasa. KOSPI turun sekitar 20% sepanjang Juli, meskipun pada saat itu masih mencatat kenaikan 62% sepanjang tahun. 34 Setelah mencapai titik terendah pada 30 Juli, indeks tersebut kemudian pulih sekitar 22% ketika perdagangan AI global kembali menguat, dipimpin Samsung dan SK Hynix.
32
Pelajarannya bukan bahwa laba tidak penting. Justru, pertumbuhan laba yang nyata dapat menarik leverage, perdagangan momentum, dan posisi yang terlalu terkonsentrasi. Pasar bisa memiliki dukungan fundamental sekaligus mengalami penurunan tajam.
Argumen UBS akan lebih kuat jika pertumbuhan laba meluas melampaui penerima manfaat AI yang paling terlihat. Riset bank tersebut menggambarkan kekuatan laba di AS sebagai sesuatu yang luas, dengan jumlah dan besarnya kejutan positif pada laporan kuartal kedua berada di atas rata-rata historis. 3
Sektor energi menjadi salah satu area yang dapat diamati investor ketika menilai keluasan reli. Namun, sektor ini juga memperlihatkan keterbatasan analisis yang hanya berfokus pada laba. Harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan keuntungan produsen energi, tetapi juga menaikkan biaya konsumen dan tekanan inflasi. UBS memperingatkan bahwa normalisasi pasokan energi yang lebih lambat dari perkiraan dapat menjaga harga minyak Brent tetap tinggi dan memperumit prospek inflasi. 3
Di sinilah muncul potensi konflik: keuntungan sektor energi dapat membantu meningkatkan laba agregat, sementara biaya energi yang lebih tinggi membuat kondisi suku bunga kurang menguntungkan bagi bagian pasar lainnya.
Harga saham mencerminkan dua hal: perkiraan laba dan tingkat suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokan laba masa depan. Bahkan siklus laba yang sangat baik belum tentu mencegah harga saham turun jika imbal hasil obligasi jangka panjang meningkat cukup jauh untuk mengurangi nilai yang diberikan investor terhadap keuntungan di masa depan.
UBS Asset Management berpendapat bahwa pasar bullish masih dapat bertahan dalam kondisi suku bunga lebih tinggi karena pertumbuhan laba kuat dan semakin meluas. Pada saat yang sama, UBS memperkirakan inflasi inti AS tetap tinggi dan sulit turun, sehingga kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve masih terbuka. 5
Pasar obligasi telah menjadi risiko utama. Reuters melaporkan bahwa pidato utama pertama Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole—yang dijadwalkan pada 28 Agustus—menjadi perhatian investor karena pasar mencari panduan mengenai kenaikan imbal hasil obligasi, inflasi, dan independensi Federal Reserve. 47 Imbal hasil Treasury jangka panjang juga berada di bawah tekanan; imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun sempat mencapai level tertinggi sejak 2007, menurut Bloomberg.
49
Imbal hasil yang lebih tinggi dapat menekan valuasi saham dan meningkatkan biaya pinjaman rumah tangga maupun perusahaan. Obligasi juga menjadi relatif lebih menarik dibandingkan saham. Dalam praktiknya, tesis UBS akan bekerja paling baik jika pertumbuhan laba cukup kuat untuk mengimbangi tekanan valuasi akibat kenaikan suku bunga.
Bukti yang tersedia mendukung kesimpulan yang lebih bernuansa daripada sekadar menyebut pasar ini “gelembung” atau menganggap laba yang kuat membuat reli aman. Beberapa risiko dapat menggagalkan skenario bullish tersebut:
UBS memiliki dasar fundamental yang kredibel untuk menyatakan bahwa pasar bullish saham global digerakkan oleh laba perusahaan dan investasi, bukan semata-mata FOMO. Bukti terkuatnya adalah kombinasi proyeksi pertumbuhan laba global 21%, kenaikan tajam prospek zona euro, momentum laba AS yang kuat, serta permintaan nyata terkait pembangunan pusat data dan infrastruktur AI. 12
21
3
4
Namun, bukti tersebut tidak menghapus risiko gelembung. Korea Selatan menunjukkan bahwa pertumbuhan laba AI yang nyata dapat berjalan bersamaan dengan leverage dan volatilitas ekstrem. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang dapat merusak valuasi meskipun laba tetap kuat. 34
49
Ujian praktis bagi tesis UBS adalah apakah pertumbuhan laba terus meluas, apakah investasi AI menghasilkan pendapatan dan peningkatan produktivitas yang tahan lama, serta apakah imbal hasil obligasi dapat stabil. Jika kondisi itu terpenuhi, reli ini memiliki fondasi yang lebih kuat daripada ledakan spekulatif murni. Jika gagal, laba yang kuat dalam beberapa kuartal terakhir belum tentu cukup untuk mencegah koreksi tajam yang dipimpin sektor teknologi.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
UBS memproyeksikan pertumbuhan laba saham global sebesar 21% pada 2026 dan sekitar 15% untuk indeks indeks utama zona euro, sehingga memperkuat pandangan bahwa reli ini ditopang keuntungan perusahaan, bukan hanya spek...
UBS memproyeksikan pertumbuhan laba saham global sebesar 21% pada 2026 dan sekitar 15% untuk indeks indeks utama zona euro, sehingga memperkuat pandangan bahwa reli ini ditopang keuntungan perusahaan, bukan hanya spek... Bukti terkuat datang dari kombinasi pertumbuhan laba yang meluas dan permintaan nyata terhadap pusat data, semikonduktor, pembangkit listrik, serta peralatan konstruksi.
Korea Selatan menunjukkan dua sisi cerita: laba perusahaan chip yang terkait AI mendorong reli dramatis, tetapi perdagangan berleverage juga memicu volatilitas ekstrem.